Sukses Usaha Otomotif Alumni ITN Malang Berikan Semangat Membangun

Kenangan menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggugah semangat para alumni untuk berkontribusi membangun ITN. Salah satunya adalah Wahyudi Eko Susanto alumni Teknik Mesin D III yang ditemui di sela-sela kuliah tamu di kampus II, Sabtu (2/6). Berpenampilan nyentrik dengan rambut ikal menyentuh bahu, alumni angkatan 1996 ini membeberkan kisah perjuangannya hingga sukses memiliki beberapa bisnis otomotif yang sekarang sudah mempekerjakan 12 karyawan. “Kenangan menjadi mahasiswa ITN luar biasa, jadi semangat ikut membangun ITN. Semangat tinggi untuk adik-adik khususnya generasi Teknik Mesin D III,” tuturnya.

Wahyudi kerap disapa, menuturkan perjuangannya selama kuliah. Menjadi mahasiswa ITN menurutnya benar-benar merasakan bagaimana proses kuliah. Meskipun kerap dikatakan ‘nakal’ namun Wahyudi membuktikan diri bahwa kenakalannya sesuai dengan prestasi akademiknya yang baik. “Meskipun saya dianggap ‘liar’ dan ‘nakal’ tapi kalau ke masalah tugas kuliah ya harus diselesaikan, serta ditulis dengan baik, beda dengan sekarang yang memakai komputer,” lanjutnya dengan ramah.

Kecintaannya kepada mesin tidak hanya sebatas teori saja, namun sudah tersalurkan dengan membuka bengkel semasa masih kuliah. “Saya cinta kepada mesin, apapun yang berhubungan dengan mesin. Saya membuat bengkel karena di manapun pasti ada mesin,” sambungnya yang mempekerjakan 12 karyawan di divisi bengkel cat dan bengkel servis.

Namun demikian alumni berambut gondrong ini mengaku dulunya menjadi mahasiswa yang “ndablek dan goblok”. Tapi pada kenyataannya Wahyudi berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan baik bahkan berhasil menjadi 10 besar di Teknik Mesin D III kala itu. Bahkan satu tahun selepas kuliah ia melanjutkan studi S II di Universitas Brawijaya. “Mungkin karena ‘goblok’ maka kalau bekerja hanya satu bidang lebih konsen dan tekun,” selorohnya sambil tertawa.

Sukses Usaha Otomotif Alumni ITN Malang Berikan Semangat Membangun

Sukses Usaha Otomotif Alumni ITN Malang Berikan Semangat Membangun

Kini, Wahyudi total memiliki lima usaha. Selain masih konsen dengan dunia otomotif juga mulai merambah ke dunia kuliner dan jasa. Usaha bengkelnya meliputi servis mobil, perbengkelan cat, dan pada 2004 lalu ditambah dengan mengeluti modivikasi khusus mobil. “Ada juga cafe di daerah kampus saya dulu di kawasan Bendungan Sigura-gura (ITN kampus I). Sekarang saya merambah event organizer (EO) khusus automotif berkaitan dengan modifikasi, drag dan sebagainya,” beber pemilik bengkel Cakara Bangkit ini.

Menjadi pemateri dalam kuliah tamu Teknik Mesin D III, Wahyudi siap membagikan kiat sukses dalam usaha. Yakni, niat dan yakin serta fokus dalam pekerjaan, selalu lihat peluang cocok apa tidak dengan kita, belajar jujur, dan semangat pantang menyerah. “Sulit bagi orang teknik untuk jujur, tapi harus belajar jujur, dalam arti tidak hanya personal dengan personal, tapi juga dengan benda harus jujur. Orang servis itu mengalahkan dokter karena bukan satu nyawa yang dijaga,” katanya. (mer/humas)