Rektor: Mahasiswa Bidikmisi Harus Berkontribusi bagi Masyarakat

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tahun ini menerima 8 mahasiswa bidikmisi, dengan rincian 7 beasiswa bidikmisi dari pemerintah dan 1 dari ITN Malang. Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., Rektor ITN Malang berharap mahasiswa bidikmisi nantinya bisa membantu dan berkontribusi di masyarakat. “Saya berharap mahasiswa penerima bidikmisi ini nanti bisa berkontribusi di dalam masyarakat dan bisa kerkarya nyata,” kata rektor dalam sambutan sosialisasi penerima beasiswa bidikmisi, Sabtu (8/9/18).

Rektor juga menjelaskan tidak ada perbedaan dalam hal penerimaan dana antara penerima bidikmisi pemerintah maupun bidikmisi dari ITN Malang. Sedangkan bagi mahasiswa yang tidak menerima bidikmisi bisa memanfaatkan beasiswa-beasiswa yang ada di ITN, seperti beasiswa bank mitra, PPA, serta BBP. “Bidikmisi dari ITN Malang biayanya persis seperti bidikmisi dari pemerintah,” katanya.

Di hadapan orang tua penerima bidikmisi rektor menekankan, bahwa mahasiswa ITN nantinya tidak hanya akan belajar tentang ilmu secara akademik, namun juga akan didorong pengembangan keimanan dan minat bakat. Di kampus II ITN Malang sudah terbangun Masjid dan sedang dibangun beberapa tempat ibadah lainnya seperti kapel dan pura. “Di ITN ilmu teknologi dipelajari, akhlaknya juga dibentuk. ITN juga banyak UKM-nya, mahasiswa nantinya bisa menyalurkan minat dan bakatnya di situ,” imbuh rektor.

Sedangkan Dr.Eng.Ir. I Made Wartana, MT., mengingatkan kepada mahasiswa penerima bidikmisi untuk lulus tepat waktu dan mempergunakan dana bidikmisi untuk kebutuhan selama studi dengan bijak. “Penerima bidikmisi harus bisa mempertahankan IPK 3, karena ini merupakan syarat dari pemerintah. Kalau dijalani secara bersungguh-sungguh banyak mahasiswa bidikmisi yang IPK-nya di atasi 3. Serta harus hati-hati dalam mengelola keuangan, jangan sampai dibelanjakan barang-barang tidak perlu,” tegasnya. (me/humas)