Wakil Rektor I: Mampu Bersang, Tak Ada Bedanya PTN dan PTS di Mata Masyarakat

Masa transisi peralihan dari Kopertis ke Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) menjadikan pengelolaan LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur melebar. Skema ini menurut Wakil Rektor I, Dr.Ir. Kustamar, MT., membawa keuntungan bagi perguruan tinggi swasta, namun sekaligus harus tetap bersiaga dan berbenah. “Kalau dulu yang diurus hanya PTS, sekarang PTN dan PTS jadi satu. Mungkin nantinya skema pemeringkatan juga berubah sesuai regulasi,” ujar Kustamar, saat ditemui di sela-sela kegiatan Pembinaan Pengendalian dan Pengawasan (Bindalwas) LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur di Kampus I ITN Malang, Kamis (04/10/18)

Kustamar memberikan gambaran, keuntungan skema ini bagi perguruan tinggi swasta yakni selama bisa bersiang maka masyarakat semakin melihat tidak ada bedanya antara PTN dan PTS. “Beratnya kita sebagai PTS harus bersiaga dalam kondisi bagaimanapun juga. PTN dana di-support dari pemerintah full, sedangkan PTS sebagian harus mencari untuk gaji dosen, fasilitas, dan sebagainya,” bebernya.

Dengan begitu mutu PTS harus benar-benar diperhatikan. Selama ini Bindalwas merupakan salah satu kegiatan penjaminan mutu pemerintah yang dilewatkan LLDIKTI untuk mengontrol kualitas perguruan tinggi. Seperti hari ini tim Bindalwas datang ke ITN Malang guna menilai empat bidang yaitu, sarana dan prasarana pendidikan, tenaga pendidik (SDM), kemahasiswaan, serta penelitian dan abdimas.

Menurut Kustamar kalau ada temuan akan diberi waktu dua minggu untuk melaporkan hasil perbaikan. Karena kalau tidak bisa diselesaikan saat ada evaluasi lagi, nanti akan menjadi temuan kembali. “’Alhamdulillah’ selama ini kalau ada temuan di ITN sifatnya hanya minor. Ini sejalan dengan regulasi perguruan tinggi, sedangkan ITN juga terus berkembang. Dengan evaluasi Bindalwas ini semoga kami tambah pintar, yang selama ini sudah bagus menjadi tambah meningkat lagi,” tukasnya, ITN selama ini sudah bagus, terbukti dapat prestasi sebagai kampus unggul. (mer/humas)