LLDIKTI Dorong Mahasiswa Bidikmisi Berprestasi

LLDIKTI Dorong Mahasiswa Bidikmisi Berprestasi

Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Dr. Widyo Winarso, M,.Pd., mendorong mahasiswa penerima bantuan biaya pendidikan Bidikmisi untuk ikut berprestasi di luar bidang akademik. Hal ini disampaikan langsung dalam kegiatan pembinaan mahasiswa penerima Bidikmisi di bawah lingkungan LLDIKTI Wilyah VII, di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Rabu (10/10/18).

Pemerintah selama ini sudah menyiapkan fasilitas program kegiatan kemahasiswaan, diantaranya pemilihan mahasiswa berprestasi (Pilmapres), debat bahasa inggris nasional dan internasional, Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dan masih banyak lainnya. Belum lagi masih banyaknya kegiatan himpunan dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bisa diikuti. “Kokulikuler, kulikuler, dan ekstrakulikuler, tiga kegiatan ini nantinya bisa menentukan nilai tambah saat kelulusan,” ujarnya.

Untuk itulah dalam kesempatan tersebut juga turut menghadirkan mahasiswa penerima Bidikmisi yang lolos dan menang Pimnas dari Universitas Brawijaya. Dua mahasiswa UB ini memberikan testimoni dan motivasi kepada 168 mahasiswa penerima Bidikmisi yang hadir di aula Kampus I ITN Malang. Selain itu juga diberikan kesempatan testimoni bagi peserta penerima Bidikmisi. Salah satunya adalah Surya Indah, mahasiswa Akademi Kebidanan Pamenang, Kediri. Betapa ia sangat senang bisa menjadi salah satu penerima Bidikmisi.

Indah akrab ia disapa merupakan anak tukang kuli angkut barang, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Meski tidak didukung oleh orang tua dan keluarga besarnya karena keterbatasan dana, tidak menyurutkan Indah berusaha untuk bisa kuliah.

“Bidikmisi membantu saya meningkatkan derajat keluarga. Untuk membantu orang tua saya juga memberikan les bagi anak SD di kos-kosan atau menerima panggilan mengajar di rumah,” akunya.

Sambil berlinang air mata Indah mengungkapkan, perjalanannya awal masuk kuliah. Kala itu untuk bisa membawa sepeda buntutnya ke Kediri dari rumahnya di Jombang, Indah harus menaikkan sepedanya di atas gerobak yang ditarik sepeda motor. “Itu saya lakukan karena keterbatasan dana,” ujarnya polos. (mer/humas)

 315 total views,  1 views today

image_pdfimage_print
itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC