ITN Malang jadi Tuan Rumah Bimtek SPMI LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur

ITN Malang jadi Tuan Rumah Bimtek SPMI LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dipercaya menjadi tuan rumah “Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi PTS di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VII Tahap Kedua”. Sebanyak 17 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur hadir di ruang Hidrolika, kampus I ITN Malang, Rabu (07/11/18).

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., menyatakan, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya Bimtek SPMI sangat dibutuhkan untuk mendapatkan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) atau yang lebih dikenal dengan akreditasi. “Kalau hasil SPMI bagus, ini sangat memudahkan untuk mendapatkan SPME yang bagus juga,” ujarnya.

Pernyataan rektor diperkuat oleh Kuncoro Foe, Tim Pakar Mutu LLDIKTI Wilayah VII yang turut membuka acara. Menurutnya, LLDIKTI selama ini melakukan peningkatan mutu perguruan tinggi di wilayah kerjanya. Mutu perguruan tinggi menjadi prioritas utama karena terkait dengan akuntabilitas yang akan dipublikasikan oleh perguruan tinggi. “Kalau SPMI bagus, maka SPME harus bagus juga,” katanya.

Menurut Kuncoro, ada empat bidang yang akan dijelaskan dalam Bimtek SPMI ini, yakni terkait pengelolaan kelembagaan, pembelajaran dan kemahasiswaan, riset dan pengembangan, serta sumber daya (SDM). Diharapkan selepas Bimtek tersebut, program studi dan perguruan tinggi yang masih terakreditasi C bisa terfasilitasi untuk meningkatkan akreditasinya.

“Kami berharap peserta dari kegiatan ini akan memberikan luaran dan umpan balik tentang pelayanan Bimtek Dikti, sehingga LLDIKTI bisa menata kembali untuk peningkatan SPMI di perguruan tinggi,” lanjut pria yang tinggal di Surabaya ini.

 

ITN Malang jadi Tuan Rumah Bimtek SPMI LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur
ITN Malang jadi Tuan Rumah Bimtek SPMI LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur

 

Kuncoro yang menjabat Rektor Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya ini juga berharap, semua komponen dalam perguruan tinggi mempunyai komitmen yang sama dalam peningkatan mutu. Apalagi tahun depan sudah berlaku 9 instrumen akreditasi yang semuanya melalui tahap SPMI.

“Untuk itu Dikti sudah menyediakan aplikasi bernama ‘Misheqa’ (Management information system for higher education quality insurance), sehingga perguruan tinggi di Jawa Timur mulai dari Pacitan ujung barat sampai Banyuwangi di ujung timur bisa menikmati layanan yang sama (Dikti). Jadi tidak perlu lagi membawa berkas fisik, tapi bisa langsung diunggah secara online,” pungkasnya. (me/humas)

 380 total views,  1 views today

image_pdfimage_print
itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC