Menuju Setengah Abad, ITN Malang Gelar Lomba Desain Batik Motif Candi Malangan

Batik sebagai identitas bangsa Indonesia sekarang ini semakin tumbuh subur. Bahkan di daerah-daerah yang belum memiliki kain batik mulai mengeksplorasi budaya dan keunikan daerahnya untuk selanjutnya dituangkan menjadi motif batik khas. Begitu halnya dengan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, menyambut usia 50 tahun, kampus biru ini ikut serta melestarikan dan mengembangkan batik dengan mengadakan lomba desain batik. Uniknya desain yang dilombakan spesifik mengangkat relief candi yang berada di Malang Raya. Ada lima candi sebagai rujukan yakni, Candi Badut, Candi Jago, Candi Kidal, Candi Jawi, dan Candi Singosari.

Keunikan dan tantangan lomba desain batik ini mendapat sambutan dari berbagai kalangan dan profesi, mulai dari pelajar, mahasiswa, dan umum. “Peserta yang mengirimkan karyanya mulai dari pelajar SMP, SMK dan SMA, mahasiswa, masyarakat umum, bahkan sampai guru Seni Budaya,” kata Putri Herlia Pramitasari, ST.,MT., sekretaris panitia.

Sebanyak 46 karya desain batik berhasil terkumpul dan ikut diseleksi. Meskipun desain batik spesifik mengangkat motif candi yang berada di Malang, namun karya yang masuk ke panitia tidak hanya datang dari Malang, tapi juga dari Kota Batu, Surabaya, Trenggalek dan daerah lainnya.

“Rencana awal lomba ini hanya untuk masyarakat Malang Raya, tetapi akhirnya kami ubah menjadi lingkup provinsi agar lebih luas, dan nyatanya memang ada peserta dari luar Malang tertarik mendesain lomba motif batik Malangan ini,” tutur Mohammad Reza, ST.,MURP., ketua panitia lomba batik saat ditemui di ruang rapat FTSP yang sekaligus sebagai ruang penjurian, Sabtu (15/12/18).

Spesialnya Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., secara langsung menjadi tim juri bersama Drs. Andi Harisman, dosen Fakultas Seni Rupa Universitas Negeri Malang. Ada beberapa kriteria penilaian dalam desain batik yakni, originalitas, keunikan motif, kreativitas, inovasi produk, serta kesesuaian ide dan makna. Sesuai kesepakatan panitia, desain yang tidak mempunyai deskripsi akan didiskualifikasi.

 

Menuju Setengah Abad, ITN Malang Gelar Lomba Desain Batik Motif Candi Malangan

Menuju Setengah Abad, ITN Malang Gelar Lomba Desain Batik Motif Candi Malangan

 

“Tren industri yang diminati untuk produk batik cenderung kaya warna, sedangkan warna-warna kalem termasuk tren klasik yang memiliki pangsa pasar kecil. Dua jenis ini sama-sama baiknya. Tetapi, karena ini akan dikembangkan ke arah industri, maka menurut saya desain berwarna-warni lebih potensial,” jelas Andi sapaan Andi Harisman, yang juga seorang seniman.

Tidak hanya sekedar menggelar lomba batik saja, tujuan besar ITN Malang adalah mengajak seluruh peserta turut serta dalam usaha peduli identitas batik Malangan. Harapan kedepan dari hasil lomba desain batik berbasis relief candi ini akan menjadi salah satu motif dan identitas baru batik Malangan.

“Tindak lanjutnya nanti kami akan melaksanakan workshop dengan mengundang para ahli sejarah, arsitektur, pelaku ekonomi/UMKM, dan pemerintah. Kemudian bersama-sama membahas akan pentingnya kepedulian,dan membantu dunia usaha. Tentu saja dalam bingkai komersialisasi batik Malangan yang didasarkan padarelief candi yang ada di Malang Raya,” sambung Reza. (me/humas)