Mohammad Reza: Seni dan Teknik Saling Terkait Lahirkan Karya Batik Unggulan

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang sebagai kampus berbasis teknik selain mengedepankan bidang keteknikan ternyata juga ikut mendukung pengembangan seni khususnya batik. Tidak tanggung-tanggung, bahkan ITN lewat lomba desain batik motif Malangan berusaha mengangkat motif relief lima candi yang berada di Malang Raya. Seperti yang disampaikan Mohammad Reza, ST.,MURP., ketua panitia lomba batik. Sejatinya lomba batik motif candi Malangan ini merupakan gagasan inovatif ITN Malang dalam menyambut dies natalisnya yang ke-50. Apalagi selama ini menurut Reza belum ada lomba batik Malangan yang spesifik relief candi. “Jadi kami memilih tema candi, yang mana di Malang sendiri memiliki sejarah candi yang mendalam. Ini juga sebagai kepedulian ITN terhadap seni dan budaya,” ujar Reza, Sabtu (15/12/18).

Menurut dosen Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ini, dengan mengangkat tema candi akan lebih banyak gagasan yang bisa dipertangungjawabkan dari sisi ilmiah yang kemudian diaplikasikan dalam sebuah karya. “Ada beberapa tahapan dalam lomba ini, yang pertama adalah ekspresi para leluhur yang tertuangdalam relief-relief candi. Lomba desain batik sendiri berupaya mengadopsi relief candi untuk diaplikasikan dalam desain batik. Selanjutnya, akan ditindaklanjuti dengan mengadakan workshop terkait dengan seni dan budaya serta pameran karya,“ ulas pria asal Makassar ini.

Sebenarnya bukan hal asing bagi ITN Malang mengangkat lomba desain batik. Sebagai kampus yang mempunyai jurusan Teknik Arsitektur cukup tua, ITN Malang cukup berkontribusi pada pengembangan kota melalui tenaga ahlinya. Salah satunya dosen ITN Malang menjadi salah satu tim cagar budaya Kota Malang. Bahkan rektor ITN yang juga dosen Teknik Arsitektur merupakan pakar arsitektur kota.

Seni dan teknik memiliki keterkaitan. Apalagi saat diaplikasikan ke sebuah karya seperti batik, sudah pasti arsitektur ikut berperan. “Hampir semua jurusan teknik memiliki peran masing-masing dalam menghasikan karya seni yang saling berhubungan. Misalnya alat bisa dari Teknik Mesin, Teknik Kimia bertugas membuat pewarna batik ramah lingkungan. Untuk industrialisasi bisa dengan Teknik Industri, serta masih banyak lagi. Sebenarnya semua hal saling berhubungan dan bisa menghasilkan karya batik unggulan,” pungkas Reza. (me/humas)