Lewat Game, Persatuan Mahasiswa Kristen Tanamkan Cinta Kasih dan Pantang Menyerah

Lewat Game, Persatuan Mahasiswa Kristen Tanamkan Cinta Kasih dan Pantang Menyerah

UKM Persatuan Mahasiswa Kristen ITN Malang berkunjung ke Panti Asuhan Ebenezer Kota Batu. (Foto: Istimewa)

 

Banyak cara menanamkan pendidikan cinta kasih dan pantang menyerah. Seperti halnya yang dilakukan oleh mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang kepada anak-anak Panti Asuhan Ebenezer, Kota Batu, Sabtu (20/4/19). Melalui game, UKM Persatuan Mahasiswa Kristen (PMK) berusaha memberi pemahaman kepada anak-anak panti asuhan untuk selalu memiliki usaha keras, bekerjasama, dan tentunya selalu yakin akan rencana Tuhan.

‘Impian bukan Sekedar Mimpi’, sesuai tema tersebut mahasiswa ITN mengajak anak-anak panti asuhan bermain dua macam game. Game pertama lomba meniup balon dan kemudian melepaskannya. Balon siapa yang paling jauh terbangnya dialah sebagai pemenang. Sedangkan game kedua membuat tulisan. Caranya, spidol diikat dengan delapan tali, masing-masing ujung tali dipegang oleh satu anak. Barulah mereka kemudian menuliskan kata “Mimpi” bersama-sama. Masing-masing permainan menurut panitia mempunyai filosofi yang berbeda-beda.

“Tentang tiup balon, dan melepaskan balon paling jauh terbangnya dialah yang menang. Maknanya, kita masing-masing mempunyai tujuan, tapi untuk mencapai tujuan itu banyak rintangan, dan tidak semulus yang kita bayangkan. Begitupun game dimana adik-adik panti menulis “Mimpi” bersama-sama. Untuk meraih mimpi pasti ada lika-liku, makanya kita tidak bisa sendiri dalam meraihnya, namun butuh bantuan orang lain. Dan, jangan lupa kita sebagai umat harus selalu berharap dan berpegang teguh pada Tuhan yang mengarahkan tujuan kita,” terang Resky Pasla, Ketua UKM Persatuan Mahasiswa Kristen.

Memang tepat Panti Asuhan Ebenezer mendapat kunjungan dari mahasiswa ITN Malang. menurut Resky, kondisi panti asuhan sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. Rombongan 20 mahasiswa ITN Malang ini tidak hanya membawa keceriaan anak-anak panti, namun mereka juga memberikan bingkisan berupa sembako dan pakaian kepada pengurus panti.

 

Bakti Sosial Persatuan Mahasiswa Kristen diisi dengan permainan yang mendidik. (Foto: Istimewa)
Bakti Sosial Persatuan Mahasiswa Kristen diisi dengan permainan yang mendidik. (Foto: Istimewa)

“Dari segi bangunan panti memang sudah kelihatan tua, sudah ada beberapa bagian yang rapuh dan kurang perawatan. Kalau bangunan panti asuhannya sendiri dominan berbahan kayu,” terang mahasiswa semester 6 jurusan Teknik Mesin ini. Selain mengelola panti asuhan, Yayasan Ebenezer di kompleks yang sama juga mengelola sekolahan SD, SMP, serta SMK.

“Harapan buat adik-adik panti, jangan memandang mimpi hanya sekedar mimpi. Tapi, berusaha mengejar mimpi. Pengalamannya apapun yang nantinya di dapat (dalam prosesnya) pasti akan mendukung meraih mimpi tersebut,” pungkas Resky. (me/humas)

 622 total views,  3 views today

image_pdfimage_print
itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC