Sentra KI ITN Malang Beri Motivasi pada Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan

Dr. Dimas Indra Laksmana, ST,MT menjelaskan mengenai paten kepada tim dari Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan. (Foto: Yanuar/humas)

Dr. Dimas Indra Laksmana, ST,MT menjelaskan mengenai paten kepada tim dari Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan. (Foto: Yanuar/humas)


 

Perguruan tinggi swasta maupun perguruan tinggi negeri sekarang ini sama. Bahkan saat ini banyak perguruan tinggi swasta yang bisa bangkit melebihi negeri. Menurut Dr. Dimas Indra Laksmana, ST,MT institusi PTS dengan akreditasi A akan lebih dipilih dari pada PTN dengan akreditasi B.

“PTS harus percaya diri, dengan percaya diri maka kita bisa bangkit. Sekarang coba dibandingkan, akreditasi PTS A dan PTN B, pasti (calon mahasiswa baru) akan memilih PTS yang berakreditasi A,” ujar Dimas saat memberi motivasi pada Universitas Islam Madura (UIM) yang studi banding ke Sentra Kekayaan Intelektual (KI) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jumat (12/7/19).

5 tim dari Sentra KI Universitas Islam Madura ini kemarin belajar seputar manajemen KI serta teknik untuk lolos paten. “Kita ikuti aja aturan Kl. Ada form penilaian kan, apa nilai yang paling tinggi itu yang kita kejar. Tidak peduli berapa tahun (bisa lolos), yang penting mendaftar dulu,” kata Dimas.

Dimas juga mengingatkan agar pendaftaran paten tidak ditunda-tunda. Semisal saat pembuatan alat sedang berjalan, maka proses pendaftaran paten sudah bisa dilakukan. “Khawatirnya saat alat sudah selesai dan akan kita daftarkan ternyata sudah ada yang mendaftar duluan. Proses dipendaftaran paten itu siapa yang daftar duluan dialah yang menjadi pemiliknya,” terangnya.

Ilmu tentang seluk beluk paten inilah yang berusaha dipelajari oleh Sentra KI Universitas Islam Madura. Shefa Dwijayanti Ramadani, S.Pd., M.Pd., tim Universitas Islam Madura menyampaikan keinginannya belajar dan menggali pengalaman kepada Sentra KI ITN Malang.

 

Tim Universitas Islam Madura Fokus menyimak paparan Sentra KI ITN Malang. (Foto: Mita/humas)
Tim Universitas Islam Madura Fokus menyimak paparan Sentra KI ITN Malang. (Foto: Mita/humas)

 

“Pemahaman KI di kami masih sangat minim. Jadi kami ingin belajar bagaimana menyadarkan dosen mengenai betapa pentingnya Hak Kekayaan Intelektual,” ungkap Stefa.

Universitas Islam Madura pun menginginkan selepas silaturahmi ke ITN Malang, Sentra KI Kampus Biru, ITN Malang, bisa memberikan sosialisasi langsung mengenai penulisan draft paten di Universitas Madura. (mer/humas ITN Malang)

 760 total views,  1 views today

image_pdfimage_print
itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC