DLH Kota Malang Tunjuk ITN Malang jadi Koordinator Juri Kampung Bersinar

Sudiro, ST.,MT (kanan) juri dari ITN Malang saat meninjau inovasi pembuatan kompos dalam Lomba Kampung Bersinar. (Foto: Istimewa)

Sudiro, ST.,MT (kanan) juri dari ITN Malang saat meninjau inovasi pembuatan kompos dalam Lomba Kampung Bersinar. (Foto: Istimewa)


 

Dua dosen Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dari Program Studi Teknik Lingkungan S-1 dipercaya menjadi tim juri Lomba Kampung Lingkungan Hidup Menuju Kampung Bersinar Kota Malang Tahun 2019. Mereka adalah Sudiro, ST.,MT dan Candra Dwiratna, ST.,MT.

Ditemui di ruang humas ITN Malang awal Juli 2019, Sudiro menceriterakan awal mula dicetuskannya Lomba Kampung Bersinar. Diinisiatori oleh Dinas Pertamanan dan Pemukiman Kota Malang, Lomba ini sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2012 dimana pada saat itu Teknik Lingkungan Kampus Biru ITN Malang sudah terlibat hingga tahun 2017. Namun sayangnya tahun 2018 sempat vakum.

“Tahun 2018 sempat berhenti, tapi saya selaku pribadi sering diminta oleh dinas untuk menjadi narasumber di berbagai kegiatan. Maka, tahun ini (2019) oleh DLH kami diajak kembali menghidupkan Lomba Kampung Bersinar,” terang Sudiro. Di mana dia didapuk sebagai koordinator tim juri, sedangkan anggota lainnya 1 orang dari penggiat lingkungan dan 3 orang dari DLH.

Memperbaiki kualitas lingkungan Kota Malang secara umum mulai dari tingkat RW menjadi target dan tujuan Lomba Kampung Bersinar. Mulai dari bidang pengelolaan persampahan, sarana prasarana sanitasi, penghijauan, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi. Dari lomba inilah harapannya bisa memberi motivasi munculnya inovasi-inovasi masyarakat yang berkaitan dengan lingkungan seperti pengolahan sampah, dll.

“Masyarakat dipancing ikut serta untuk mengurangi sampah di TPA. Maka inovasi ada bank sampah, pengomposan, daur ulang, diharapkan banyak tumbuh di kampung-kampung. Saat kami (tim juri) lihat di beberapa kampung sudah ada inovasi. Mereka memanfaatkan tas keresek untuk kerajinan seperti di Keluraham Arjowinangun. Harapannya muncul juga yang lainnya, misalkan memanfaatkan ban bekas menjadi kerajinan, atau daur ulang botol bekas menjadi media tanaman,” beber Sudiro.

 

Sudiro, ST.,MT memberikan arahan kepada masyarakat pada Lomba Kampung Bersinar. (Foto: Istimewa)
Sudiro, ST.,MT memberikan arahan kepada masyarakat pada Lomba Kampung Bersinar. (Foto: Istimewa)

 

Sebagai Ketua Program Studi Teknik Lingkungan, Sudiro merasa bersyukur dan berterimakasih atas atensi pemerintah kepada ITN Malang. “Kami dianggap punya kapasitas untuk berperan serta terutama yang berkaitan dengan keindahan dan kebersihan Kota Malang. Ini juga sebagai wahana belajar dan menyambung silaturahmi dengan warga kampung,” tuturnya. Bahkan karena peran serta inilah, Teknik Lingkungan Kampus Biru sudah diminta oleh RW 5 Kelurahan Arjowinangun untuk melakukan pendampingan terkait penataan lingkungan.

Masyarakat pun antusias, ini terbukti Lomba Kampung Bersinar diikuti oleh 170 RW. Dimana masing-masing kelurahan mewakilkan 4 RW terbaiknya. Pola penilaian lomba akan diambil 50 besar kemudian disaring menjadi 10 besar dan yang maju kebabak final 5 besar. “Ending-nya nanti di Hari Pahlawan bulan November mendatang,” tutup dosen asal Pati tersebut. (me/humas ITN Malang)

 568 total views,  3 views today

image_pdfimage_print
itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC