Mahasiswa Teknik Lingkungan ITN Malang Bersih-bersih Sungai Kampung Putih

Mahasiswa Teknik Lingkungan ITN Malang ikut bersih-bersih sungai di kawasan Kampung Putih, Kota Malang. (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Teknik Lingkungan ITN Malang ikut bersih-bersih sungai di kawasan Kampung Putih, Kota Malang. (Foto: Istimewa)


Bentuk aksi nyata dilakukan oleh mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Minggu (14/7/9). Bersama komunitas peduli lingkungan se-Malang Raya dan masyarakat, mahasiswa ITN Malang membersihkan bantaran sungai Brantas di kawasan Kampung Putih, Kota Malang.

Kegiatan yang dilakukan Minggu pagi itu diawali dengan membersihkan sampah, membabat rumput liar, dan melakukan penghijauan di sepanjang sungai. “Bersih sungai ini sebagai bentuk aksi kami kepada masyarakat dalam membantu memelihara lingkungan hidup agar tetap lestari,” kata Wahyu Ksatria Aditama Hadjarati, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan.

Kondisi sepanjang bantaran sungai yang dibersihkan kurang lebih sepanjang 50 meter memang memprihatinkan. Banyak sampah yang didominasi sampah plastik sisa kegiatan rumah tangga. Selain membersihkan sungai, sekitar 50 bibit pohon ditanam di bantaran sungai untuk menjaga agar tanah tidak mengalami erosi.

“Kegiatan tidak hanya bersih sungai tapi juga dilakukan diskusi ekologi mengenai pentingnya sungai sehingga dapat mengedukasi masyarakat. Kegiatan ini semoga bisa menjadi pemantik kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai,” imbuhnya.

Sementara itu menurut Sudiro, ST.,MT, Ketua Program Studi Teknik Lingkungan ITN Malang, awalnya aksi bersih sungai akan dilakukan di kawasan Ir. Rais. Namun, berhubungan kawasan tersebut sudah mendapat penanganan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), maka aksi dipindah ke kawasan Kampung Putih.

 

Komunitas peduli lingkungan Malang Raya melakukan koordinasi bersama sebelum aksi bersih sungai dimulai. (Foto: Istimewa)
Komunitas peduli lingkungan Malang Raya melakukan koordinasi bersama sebelum aksi bersih sungai dimulai. (Foto: Istimewa)

 

“Sebagai kampung tematik dan kampung wisata, Kampung Putih ternyata lebih butuh perhatian. Apalagi lokasinya berdekatan dengan jalan raya yang mudah dipandang. Sehingga perlu kita jadikan percontohan,” terang Sudiro.

Komunitas dan organisasi yang terjun ke lapangan kali ini antara lain, Bantuan Sosial Komunikasi Masyarakat (Baskomas), Alamku Hijau, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Fasilitator 3R Kota Malang, Dinas Lingkungan Hidup, HMTL, Malang Peduli Demokrasi, Komunitas Peduli Malang Raya, serta SAR. (mer/humas)

 661 total views,  1 views today

image_pdfimage_print
itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC