Keren! Gelaran Modification Contest ITN Malang Banjir Peserta

Tito Monster, juri Modification Contest ITN Malang menunjukkan salah satu kelas modifikasi, Minggu (22/12/19). (Foto: Yanuar/ Humas ITN Malang)

Tito Monster, juri Modification Contest ITN Malang menunjukkan salah satu kelas modifikasi, Minggu (22/12/19). (Foto: Yanuar/ Humas ITN Malang)

Malang, ITN.AC.ID — Keren, 118 motor modifikasi berbagai kategori meramaikan Modification Contest 2019 Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Selain dibanjiri kelas Lokal Plat N, kegiatan yang juga membuka Workshop Samurai Paint ini diramaikan oleh peserta dari luar Malang seperti Bangka Belitung, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Bandung.

“Paling banyak Lokal Plat N dan Baby Mothai. Tahun ini antusias peserta sangat tinggi, berbeda dengan tahun sebelumnya. Bahkan peserta ada yang datang dari Bangka Belitung, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Bandung,” kata Bagas Pemungkas, koordinator kegiatan, saat ditemu di Auditorium Kampus I ITN Malang, Minggu (22/12/19).

Menurut Bagas, target kelas modification contest adalah anak muda penghobi modifikasi. Ada delapan kelas yang diperlombakan seperti Baby Mothai, Lokal Plat N Fashion Style, Classic Fashion, Pro Street Racing dan lain sebagainya. Untuk The Best Modify membuka 10 kelas, serta dua King Categories. Sementara untuk kelas Pro Street Racing dibanjiri peserta profesional yang kebanyakan datang dari Jawa Tengah.

 

Sebanyak 118 motor modifikasi meramaikan Modification Contest 2019 Himpunan Mahasiswa Mesin S-1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/ Humas ITN Malang)
Sebanyak 118 motor modifikasi meramaikan Modification Contest 2019 Himpunan Mahasiswa Mesin S-1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/ Humas ITN Malang)

 

“Karena modification contest sifatnya musiman, maka kami selalu mengikuti trend saat itu. Bisa jadi tahun depan berubah, tapi tahun ini memang antusias peserta di kelas Lokal Plat N. Bahkan, kami sempat menolak peserta yang kebanyakan Lokal Plat N, karena tempatnya (aula) juga tidak muat untuk menampung semua peserta,” imbuh mahasiswa asal Kalimantan Tengah ini.

Sementara dikatakan oleh Tito Agusta, ST juri dari Ototrend (Tabloid otomotif di bawah jaringan Grup Jawa Pos), ada tiga kelas yang paling menyedot banyak peserta, yakni Novice Street Racing, Baby Mothai, dan Lokal Plat N Fashion Style. Sementara trend modifikasi kontes tahun 2019 masih di Novice Street Racing dan Baby Mothai.

”Baby Mothai gaya modifikasi harian Thailand. Barometer dunia (modifikasi motor) dari Thailand dan ini yang lagi nge-trend. Modelnya simpel dan anak Indonesia banget. Kalau untuk style Indonesia sendiri ada street racing. Aliran gaya modifikasi balap jalan raya yang dimodifikasikan ke arena kontes, dan ada juga aliran drag style,” terang Tito Monster sapaan akrab Tito Agusta.

Baca juga: Mesin S-1 ITN Drag Bike 2019 Hadirkan 494 Starter dari Seluruh Indonesia

Tito yang juga alumnus Teknik Mesin S-1 ITN Malang mengungkapkan, penilaian modifikasi kontes setiap aliran punya trend masing-masing, meskipun secara global hampir sama. Yakni, tingkat kesulitan, pekerjaan, inovasi yang diusung, ide konsep, pakem (aturan) yang sesuai, dan finishing.

“Ini (lomba) merupakan gebrakan besar Teknik Mesin S-1 ITN Malang, salah satu yang paling sukses dibandingkan even-event sebelumnya. Tahun ini alhamdulillah saya bisa mengawal adik-adik ITN. Semua persiapan sudah bagus dan maksimal, selanjutnya kemasannya bisa lebih disempurnakan lagi,” pungkas alumnus angkatan 98 ini. (Mita Erminasari/humas)

Baca juga: ‘Mini Bike’ Buatan Mahasiswa ITN Malang untuk Petani Madu Tumpang

 612 total views,  1 views today

image_pdfimage_print
itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC