Back

Bersaing dengan 45 Tim se-Indonesia, Ken Arok Teknik Sipil Masuk Babak Final 7 Besar Construction Management Competition

Ken Arok Team ITN Malang masuk final 7 besar The 5th Construction Management Competition Civil Day 2020 Teknik Sipil Universitas Negeri Malang (UM). Presentasi melalui platform Zoom, Sabtu (10/10/2020). (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Tiga mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tergabung dalam Ken Arok Team masuk babak final 7 besar The 5th Construction Management Competition Civil Day 2020 Teknik Sipil Universitas Negeri Malang (UM). Mereka adalah Achmad Rony Ardiansyah, Yukrista Megania Orrisa, dan Imra Atus S. Mahasiswa Teknik Sipil S-1 Kampus Biru ini harus bersaing dengan total 45 tim dari perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Dikatakan Yukrista, tujuan lomba untuk merencanakan suatu anggaran biaya dalam pembangunan The Kalindra Apartemen dan menentukan metode inovasi dalam pembangunan konstruksinya.

 

Sepi, dampak pandemi Covid-19 gedung perkuliahan Teknik Sipil ITN Malang sepi dari lalu lalang mahasiswa. (Foto: Mita/humas)
Sepi, dampak pandemi Covid-19 gedung perkuliahan Teknik Sipil ITN Malang sepi dari lalu lalang mahasiswa. (Foto: Mita/humas)

 

“Kami diminta merencanakan biaya pembangunan suatu gedung, terutama pembangunan gedung berstruktur tinggi. Jadi, lomba ini juga melatih kemampuan sekaligus menambah pengalaman kami dalam bidang teknik sipil. Pengalaman ini bagus sekali sebagai persiapan menuju dunia kerja,” kata Yukrista saat dihubungi via sambungan whatsapp, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Lomba Gambar Teknik (LGT) Teknik Sipil Asah Kemampuan Skill Pelajar

Masing-masing anggota mendapatkan tugas yang berbeda sesuai bidang pekerjaannya. Meliputi, penentuan analisa anggaran biaya, merencanakan metode konstruksi dan dokumen sebagai pendukung proposal. Semua tugas dikerjakan di rumah masing-masing anggota dengan selalu koordinasi secara daring. Untuk asistensi ke dosen pembimbing Ibu Munasih juga dilakukan secara online.

“Pada tahap final, presentasi juga dilaksanakan secara online via zoom aplikasi. Untuk teknisnya sendiri panitia memberikan waktu 1 bulan kepada peserta untuk mempersiapkan proposal dari bulan Agustus hingga September 2020. Presentasi finalis dan pengumuman dilakukan tanggal 10 Oktober 2020 kemarin,” imbuhnya.

Tim Ken Arok dalam presentasi final harus menghadapi tiga orang juri. Mereka dari dosen Teknik Sipil Bidang Manajemen Konstruksi UB dan dua juri lainnya berasal dari Bidang Pekerjaan Konsultan Perencanaan Gedung.

“Sebenarnya kami tidak menyangka bisa lolos sampai ke tahap final 7 besar. Ini merupakan hal luar biasa bagi kami bisa berjuang hingga masuk final. Apalagi pertama kalinya kami merasakan presentasi via zoom aplikasi,” pungkas dara asal Malang ini. (me/Humas ITN Malang)

Baca juga: Dosen Arsitek ITN Malang dapat Penghargaan Pelaku Seni Budaya

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023