1

Senangnya Lolos Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), dapat Ilmu dan Pengalaman

Empat mahasiswa ITN Malang lolos Program Studi Independen Bersertifikat. Kika: Valentine Kilau Intan Caesarista, Thomas Reynaldi Prayoga, Zabel Awalia, dan Naomy Damayanti Manik. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Lolos Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) periode pertama tahun 2021 menjadi kebangaan sendiri bagi ke enam mahasiswa Institut Teknologi Nasionl (ITN) Malang. Pasalnya mereka menjadi bagian dari 13.272 mahasiswa dari 555 perguruan tinggi seluruh Indonesia, dengan total 122 mitra penyelenggara program. MSIB merupakan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Ke enam mahasiswa tersebut adalah, 2 mahasiswa Program Magang yakni, Amelia Nur Azizah (Teknik Geodesi S-1), dan Diagy Ghaniyyu Muqsit (Teknik Informatika S-1). Serta 4 mahasiswa Program Studi Independen Bersertifikat atas nama, Thomas Reynaldi Prayoga (Teknik Informatika S-1), Naomy Damayanti Manik (Teknik Industri S-1), Valentine Kilau Intan Caesarista (Teknik Elektro S-1), dan Zabel Awalia (Teknik Sipil S-1).

Diagy Ghaniyyu Muqsit menjelaskan, ia lolos Program Magang MBKM di PT Impactbyte Teknologi Edukasi, Jakarta. Diagy merasa senang dan bersyukur karena bisa turut berpartisipasi dalam event yang menurutnya cukup menarik. Apalagi dengan ikut program, ia bisa menambah skill, pengalaman, menambah pertemanan dan koneksi, serta tentu saja memperkaya portofolio.

“Program ini menjadi wadah untuk saya dalam meningkatkan skill. Juga bagi teman-teman terutama yang tertarik di bidang IT seperti programming, design, dll. Dan, perusahaan bisa menjadi tempat belajar kita selain dari kampus,” ujarnya saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp beberapa waktu lalu.

Namun, berhubung masih pandemi maka semua kegiatannya dilakukan secara daring selama kurang lebih 3-4 bulan. Begitupun bagi mahasiswa Teknik Informatika S-1 ini. Menurut Diagy, dalam kegiatannya ia diminta menyelesaikan sebuah permasalah UI/UX dari perusahaan partner. Desain UI pada sebuah produk bertujuan untuk mempercantik tampilan produk. Sementara desain UX dirancang untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan saat menggunakan produk. 

Tiap satu minggu sekali ada sesi mentoring dari mentor yang sudah berpengalaman di bidangnya. Baru, 2 bulan selanjutnya fokus untuk mengerjakan tugas project yang di minta dari perusahaan partner,” jelas mahasiswa semester 5 ini.

Baca juga : Mahasiswa ITN Malang Lolos Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) 2021 Kampus Merdeka

Tidak jauh dengan Program Magang, Program Studi Independen juga memberikan pengalaman yang luar biasa. Valentine Kilau Intan Caesarista menuturkan, di PT Paragon Technology and Innovation, Jakarta Selatan ia mendapat materi Agile Human Resource, Strategic Leadership, dan Supply Chain Management. Dan juga diberikan tugas seperti membuat sebuah Project Business Plan serta adanya group disscussion.

Diagy Ghaniyyu Muqsit dan Amelia Nur Azizah mahasiswa ITN Malang lolos Program Magang, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). (Foto: Istimewa)

“Rasanya lolos studi independen pasti bersyukur. Dengan begitu, saya bisa mengembangkan hard skill maupun soft skill dengan belajar hal baru. Harapan dari kegiatan ini semoga saya dapat membangun personal branding yang kuat untuk meningkatkan personal value saya. Serta, memiliki bekal setelah lulus kuliah untuk menghadapi persaingan di dunia kerja dan berkarir dengan baik,” jelas mahasiswa Prodi Teknik Elektro S-1, semester 7 ini, yang terinspirasi dari Knowledge will bring you the opportunity to make a difference and you can never be overeducated.

Sementara, Zabel Awalia mendapat kesempatan Program Studi Independen di PT Marka Kreasi Persada Jakarta Selatan. Mahasiswa Teknik Sipil S-1, semester 5 ini juga merasa senang, karena selain bisa bertemu dengan teman dari berbagai universitas di Indonesia, ia juga mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru. Pasalnya di Program Studi Independen baginya layaknya sekolah, belajar mulai nol, dan mempelajari sesuatu lebih mendalam. Karena di setiap kelas terdapat 15 mahasiswa dengan satu mentor.

Baca juga : Tips dan Trik Pilih Pekerjaan Tepat Sesuai Isu Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0

“Kegiatan terdiri dari kelas dengan mentor dari Altera Academy. Ada task, beberapa pelatihan, dan workshop seperti public speaking, team work and collaboration, building resum and CV. Semua dilakukan selama dua minggu. Tekahir ada final project dan mini project dari setiap kelas,” bebernya. (me/Humas ITN Malang)

itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC