1

Pertahankan Eksistensi, Robot Terbang ITN Malang Lolos 10 Besar KRTI 2021

Tim U.A.R.T (Uber Alles Roboplane Team) ITN Malang, Divisi Racing Plane, Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) Nasional 2021. (Foto: Istimewa) 


Malang, ITN.AC.ID – Tim U.A.R.T (Uber Alles Roboplane Team) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tetap mempertahankan eksistensi dalam dunia robotika nasional. Ini setelah Tim U.A.R.T lolos menempati urutan ke 9 dari total 45 tim dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2021, Divisi Racing Plane. KRTI 2021 terselenggara atas kerjasama Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud Ristek RI dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kompetisi berlangsung selama lima hari pada 15-20 November 2021.

Moch. Ichlas Taufiq Hidayath, Manajer Tim U.A.R.T. ITN Malang mengatakan, KRTI 2021 diselenggarakan secara online. Maka, Tim U.A.R.T. mengambil race di Lapangan Wiyurejo, Bagean Borah, Kec. Pujon, Malang, Jawa Timur. U.A.R.T. ITN Malang melakukan flight selama 3 hari, Selasa-Kamis (16-18/11/2021). Lapangan Wiyurejo memenuhi standar race dimana lokasi penerbangan pesawat minim penduduk, minim halangan seperti pohon dan lainnya.

“Penuh tantangan juga, karena saat race cuaca tidak menentu. Hujan, arah angin, dan besarnya tekanan angin mempengaruhi flight pesawat. Sehingga menyebabkan terhambatnya pengambilan video. Kami hanya bisa sekitar 10 kali pengambilan video dalam 3 hari race,” terang Ichlas saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp, Selasa (23/11/2021).

Baca juga : Tari Gambyong Pareanom Iringi Robot Tari ITN Malang masuk 10 Besar Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) 2021

Banyak tantangan untuk mencapai 10 besar. Robot terbang U.A.R.T. harus menyelesaikan misi autopilot berbentuk angka 8 (Figure of eight). Dari sinilah ditentukan pemenang, dari seberapa banyak peserta menyelesaikan angka 8 dengan jarak antara titik referensi sejauh 200 meter selama 3 menit, takeoff dengan launcher, dan menggunakan mode auto hingga waktu 3 menit selesai.

Tim Robot Terbang ITN Malang, terlihat mempersiapkan race untuk Divisi Racing Plane, KRTI 2021, di Lapangan Wiyurejo, Bagean Borah, Pujon, Malang. (Foto: Istimewa)

Dikatakan mahasiswa asal Majalengka, Jabar ini, untuk menerbangkan robot terbang tim dari Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) S-1 ITN Malang ini harus banyak melakukan riset. Inovasi pada tahun ini ada pada takeoff dengan mode auto menggunakan peluncur dimana settingannya harus banyak melakukan riset. Sehingga timing pesawat dan peluncur dapat selaras.

“Lomba tahun ini kendalanya ada pada saat race hari pertama. Motor brushless terbakar sehingga harus mengganti motor yang lainnya. Race hari kedua ESC (Electronic Speed Controller) bermasalah. ESC untuk mengatur kecepatan motor,” imbuh mahasiswa semester tujuh ini.

Sehingga untuk menghadapi KRTI selanjutnya, evaluasi yang perlu dilakukannya adalah riset motor brushless dan model pesawat sedini mungkin. “Juga mengevaluasi settingan autopilot sehingga pesawat dapat terbang dan menyelesaikan misi semaksimal mungkin,” tandasnya.

Baca juga : Robot Terbang ITN Malang Mengudara di Langit Lampung dalam KRTI 2018

Tergabung dalam tim robot terbang ITN Malang 2021 adalah: Ichlas Taufiq (Manager tim); Alfen Husnadi (Copilot), Chrisna Tri Videksa (Pilot). Tim support: Daffa Atalarik, Muh. Naufal Ramdhani, Ferdiansyah, Muh. Suaib, Witi Harmoji, Abdul Kadir Rahman, Hadi Uloh, dan M. Andi. Mereka dibawah dosen pembimbing Gerald Adityo Pohan, ST., M.Eng. (me/Humas ITN Malang)