1

Atlet Taekwondo ITN Malang Sabet Enam Medali pada Papua Open 2022

Atlet UKM Taekwondo ITN Malang bersama sabeum/instruktur Amri Mahardika Pujana (duduk) saat mengikuti Papua Open 2022. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Atlet Taekwondo Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang meraih enam medali di ajang Kejuaraan Papua Open 2022 Virtual Nasional Taekwondo Championship. Mempertandingkan nomor Poomsae, Freestyle, dan Speed Kicking untuk merebutkan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Pertandingan secara virtual bukan kali pertama diikuti oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo ITN Malang. Mereka kerap meraih prestasi baik regional maupun nasional. Mengulang prestasi-prestasi tersebut enam medali diperoleh pada kejuaraan virtual awal bulan Maret 2022 yang lalu, dengan empat medali emas, dan dua medali perak.

Medali emas diperoleh oleh: Khansa’ Ade Taqiyyah, Arsitektur S-1 (Poomsae Individual Senior Taegeuk 1); Reva Nabila Putri, Teknik Lingkungan S-1 (Speed kicking Senior Female), Alvin Ahlunnizar, Teknik Geodesi S-1 (Speed kicking Senior Male), Ahmada Itmamunnafi’, Teknik Informatika S-1 (Speed kicking Senior Male). Sementara medali perak disabet oleh Bernika Natasya Ifada, Teknik Geodesi S-1 (Poomsae Individual Senior Taegeuk 7), dan medali perak didapat oleh mahasiswa Teknik Mesin S-1, Mohammad Fikri Akbar (Speed kicking Senior Male).

Reva Nabila Putri mengatakan, kejuaraan virtual ini merupakan kejuaraan nasional yang diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dan bersifat umum. “Kami dari UKM Taekwondo ITN Malang menurunkan enam atlet, dan semuanya mendapatkan medali,” ujarnya saat ditemui di ruang Humas ITN Malang beberapa waktu lalu.

Baca juga : Taekwondo ITN Malang Bawa Pulang Tiga Medali dari Kejurprov Taekwondo Jawa Timur 2021

Kejuaraan virtual memang membatasi para peserta untuk bertatap muka. Namun, bukan berarti mereka tidak mempersiapkan dengan matang. “Kalau virtual kita tidak tahu kemampuan lawan seperti apa. Tidak bisa berkenalan langsung dengan lawan. Hanya bisa melihat dari Youtube saja,” imbuhnya.

Kompak. Ki-ka: Bernika Natasya Ifada, Alvin Ahlunnizar, dan Reva Nabila Putri Atlet Taekwondo ITN Malang usai mengikuti Papua Open 2022. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Dalam kejuaraan virtual peserta diharuskan mengirimkan video, yang nantinya akan disiarkan lewat Youtube oleh panitia. Atlet Taekwondo Kampus Biru mengikuti dua kategori. Untuk poomsae mereka harus memperagakan rangkaian jurus, meliputi kombinasi gerakan tendangan, pukulan, dan tangkisan. Serta speed kicking dengan peragaan tendangan secara terus menerus tanpa berhenti. Masing-masing video berdurasi satu menit, yang dikirim ke panitia, dan dinilai setelah diunggah lewat Youtube. “Untuk virtual plus-minus ya. Kalau tendangan jelek masih bisa diulang (virtual), tapi kalau offline tidak bisa diulang,” ujar Reva.

Ke enam atlet UKM Taekwondo ini dibawah bimbingan sabeum/instruktur Amri Mahardika Pujana yang juga alumnus ITN Malang. Selain latihan fisik selama empat kali seminggu, atlet juga dilatih mental. Ajang virtual kali ke tiga ini menurut Reva persiapannya lebih baik dari sebelumnya. “Karena fisik sudah terlatih ya. Kalau diawal-awal (kejuaraan) agak berat, karena lama pandemi jadi lama istirahat (latihan),” tandas mahasiswa Teknik Lingkungan S-1 ini.

Baca juga : Rizky Atlet Jujitsu ITN Malang, Raih Emas dan Perunggu di Kejuaraan Jatim Open

Sementara Alvin Ahlunnizar yang bertanding dalam speed kicking menuturkan, penilaian juri didasarkan pada banyaknya poin yang didapat. Untuk speed kicking akurasi banyaknya tendangan juga dihitung. Dalam Papua Open kemarin, poin paling tinggi adalah 6 poin 44, selisih dengan juara dua mendapat poin 6.05.

“Dalam satu minggu kami latihan fisik. Sparring (perkelahian bebas) bersama teman-teman hampir tiap hari. Menjelang hari H pertandingan kaki kami sudah lebam-lebam. Waktu pertandingan kena kaki dan tangan akhirnya sudah biasa. Paling suka memang bisa bertemu lawan secara langsung,” jelas Alvin. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)