Ibadah Lebih Leluasa, Gereja St. Thomas Aquinas Laksanakan Paskah Secara Lengkap

Nicolaus Gapi Laja, koordinator Perayaan Paskah saat ditemui di Gereja St. Thomas Aquinas, ITN Malang, Minggu (17/4/2022). (Foto: Mita/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Gereja St. Thomas Aquinas yang berada di lingkungan Kampus 2 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tahun ini merayakan Paskah dengan suka cita, Minggu (17/4/2022). Seluruh rangkaian pra Paskah dilalui dengan lancar. Mulai Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah.

Nicolaus Gapi Laja, koordinator Perayaan Paskah Gereja St. Thomas Aquinas menyatakan, rangkaian kegiatan Paskah diawali dengan Rabu Abu sebagai awal pembukaan puasa. Setelah 40 hari masuk ke pekan suci yang diawali dengan Minggu Palma, Kamis Putih, perayaan Jumat Agung sebagai hari wafatnya Yesus Kristus.

“Malam Paskah, tadi malam kita memaknai kebangkitan Kristus, dan sekarang puncaknya Minggu Paskah. Pra Paskah ini rangkaiannya panjang, dan padat sekali. Setiap harinya ada tiga sesi misa, total semua 15 kali misa,” kata Nicolaus saat ditemui di Gereja St. Thomas Aquinas, ITN Malang, Minggu (17/4/2022).

Antusiasme umat untuk beribadah di gereja ITN Malang sangat luar biasa. Gereja sebenarnya diprioritaskan untuk civitas akademika ITN Malang, dan umat dari empat lingkungan yang ikut mengelola gereja yakni, lingkungan Santo Rafael, Santo Gregorius Agung, Santa Theresia, dan Santo Stefanus. Namun, Gereja St. Thomas Aquinas juga terbuka untuk umat dari kalangan umum yang ingin beribadah. Seperti halnya kedatangan mahasiswa dari kampus se-Malang Raya. Bahkan, pada misa Kamis Putih, panitia sampai harus menyediakan kursi tambahan untuk umat, dan mahasiswa yang hadir.

Baca juga : Pelihara Keberagaman, Kapel Santo Thomas Aquinas adakan Misa Inkulturasi Flores

“Mereka (mahasiswa) mungkin lebih semangat ke sini (Gereja ITN Malang), karena yang datang lebih dominan kaum muda. Kami ada sesi tersendiri untuk misa anak muda. Apalagi Kamis Putih, Jumat Agung, malam Paskah, dan Paskah itu rangkaian tidak bisa dipisahkan. Kalau salah satu absen ibadahnya (misa), maka akan ada yang kurang lengkap. Kedepannya kami akan membuat peribadatan khusus untuk kaum muda dengan semangat yang lebih dinamis, tema dan pastornya disesuaikan dengan kebutuhan anak muda,” jelasnya.

Mahasiswa Kristen dari berbagai kampus mengikuti misa Kamis Putih di Gereja St. Thomas Aquinas yang berada di lingkungan Kampus 2 ITN Malang, Kamis (14/4/2022). (Foto: Istimewa)

Paskah tahun ini secara nasional mengangkat tema “Memulihkan Kehidupan, Bumi Sehat Manusia Sejahtera”, rangkaian perayaan Paskah tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Seperti, melakukan pengecekan suhu tubuh, menggunakan hand sanitizer, dan jaga jarak aman. Dengan penerapan jaga jarak, Gereja St. Thomas Aquinas yang awalnya mampu menampung 500 orang, hanya boleh diisi sekitar 300 orang. Sedangkan umat yang belum mendapat tempat duduk disediakan tempat di tenda halaman depan gereja.

Selama dua tahun Indonesia dan dunia dilanda pandemi menjadikan keprihatinan bersama. Nicolaus berharap dengan momen Paskah manusia dan bumi semakin berjalan seimbang. Manusia semakin menghargai lingkungan. Kalau lingkungan sudah baik, dan sehat, otomatis manusia lebih sejahtera, dan sehat.

“Kristus sudah wafat, maka cara lama kita yang tidak baik, dosa perbuatan kita dikubur bersama dengan Kristus. Dan, sekarang Kristus bangkit kembali, maka diharapkan bangkit pula semangat hidup bertoleransi, bernegara, serta berkeluarga,” tandas Nicolaus yang tinggal di lingkungan Santo Rafael.

Baca juga : Wali Kota Malang: ITN Malang Kampus Bhinneka Tunggal Ika

Keleluasaan beribadah selama Paskah juga disampaikan oleh  Elizabeth Catur Yulia Sri Wahyuni, SH, ketua pengelola Gereja St. Thomas Aquinas, ITN Malang. Sejak dimulainya misa perdana di gereja ITN Malang tahun 2019, kemudian sempat terhenti karena pandemi sekitar 6 bulan. Maka, tahun ini umat bisa merayakan Paskah dengan lengkap. Mulai dari Rabu Abu yang dimulai 2 Maret 2022 lalu, sampai Hari Raya Paskah semua peribadatan terlaksana dengan lengkap.

“Puji Tuhan, semua rangkaian ibadah bahkan jalan salib selama 7 minggu bisa dilakukan dengan lengkap. Umat bisa mengikuti rangkaian kegiatan selama 40 hari, berusaha membangun diri lebih baik, dan berkarya nyata.  Paskah ini membangun kehidupan umat beriman untuk menjadi lebih solider dengan sesama. Dan, seiring dengan pembangunan gereja sekarang umat makin guyub, dan solid, sehingga solidaritas makin terbangun” kata Yuli. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print