Perayaan  Paskah Gereja ITN Malang, Umat Kristen Rayakan Kemenangan dalam Paskah

RD Agustinus Darmanto, memberi berkat kepada anak-anak usai memimpin ibadah Paskah di Gereja St. Thomas Aquinas ITN Malang, Minggu (17/4/2022). (Foto: Mita/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Umat Kristen seluruh dunia merayakan Hari Raya Paskah, atau juga dikenal Hari Kebangkitan Yesus Kristus, Minggu (17/4/2022). Begitu juga umat Kristen dan Katolik di lingkungan Gereja St. Thomas Aquinas Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Gereja yang berada di lingkungan Kampus 2 ITN Malang ini dipadati umat dari civitas akademika Kampus Biru, umat dari lingkungan kampus, dan mahasiswa Kristen Malang Raya.

Disampaikan RD Agustinus Darmanto, perayaan paskah sudah diawali 40 hari sebelumnya selama pra Paskah. Dimana pada pra Paskah umat berpantang, dan berpuasa.

“Kita melakukan berpantang dan berpuasa. Ketika kita bisa memaknai penderitaan berpantang, dan berpuasa, maka kita bisa memaknai penderitaan Kristus. Dengan begitu, kita akan mampu dan memperoleh kemenangan,” kata Romo Agustinus ketika ditemui usai memimpin ibadah Paskah di Gereja St. Thomas Aquinas ITN Malang. 

Umat Katolik memperingati kebangkitan Yesus Kristus setelah peristiwa kematian Yesus di kayu salib. Sehingga hari itu dikenal dengan Jumat Agung. 

Baca juga : Dalam Kenangan, Umat Katolik ITN Malang Lakukan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

“Yesus wafat di kayu salib, dan dimakamkan. Maria ingin mengunjungi tapi sampai di sana makam kosong, dan tertata dengan rapi. Kemudian ada dua orang saksi yang mengatakan bahwa Yesus sudah bangkit, dan Maria pun percaya,” cerita Romo Agustinus dengan singkat.

Romo Agustinus menambahkan, Paskah adalah perayaan kebangkitan Yesus Kristus dari kubur pada hari ketiga setelah penyaliban. Momen Paskah memberi arti dan menjadi lambang kemenangan bagi umat Kristiani. “Paskah sejati adalah ketika kita mampu mewartakan kebangkitan itu kepada semua orang, dan akhirnya setiap orang mendapatkan damai Paskah,” tuturnya.

Romo Moderator Gereja St. Thomas Aquinas ITN Malang, Romo RD. Daniel Aji Kurniawan (baju putih tengah) berfoto bersama umat usai menjalani misa. (Foto: Istimewa)

Seirama dengan Romo Agustinus, Romo Moderator Gereja St. Thomas Aquinas ITN Malang Romo RD. Daniel Aji Kurniawan juga menjelaskan makna Paskah dalam refleksi kemanusiaan dan hidup bersama. Paskah bagi umat Kristiani mengajarkan arti penting tentang kasih yang mengalahkan kekerasan, kasih yang mengampuni mereka yang berdosa dan berbuat keji, kasih yang memulihkan kehidupan dari kebencian, kemunafikan, dan kepentingan diri sendiri.

“Paskah memberikan pelajaran kehidupan kepada kita, bagaimana ketidakadilan, kekerasan, dan perbedaan kepentingan dapat diredam dengan tindakan menerima, mendoakan, dan mengampuni. Inilah keteladanan iman yang tersurat, dan tersirat dari peristiwa Paskah Kristiani yang dirayakan, dan direnungkan,” jelas Romo Aji akrab disapa.

Ia menjelaskan, Paskah bagi umat Kristiani menjadi kesempatan untuk merefleksikan, merenungkan, dan memaknai perjalanan hidup seorang beriman. Peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan Tuhan menjadi permenungan, bahwa dinamika kehidupan yang tidak jarang membawa manusia jatuh ke dalam dosa (kebiasaan buruk) dipulihkan kembali oleh penebusan dan pengorbanan Yesus di kayu salib. Kebangkitan Yesus Kristus juga menjadi keyakinan iman bahwa Allah berkuasa, dan menang atas alam maut.

Peristiwa Paskah semestinya membawa umat Kristiani secara khusus, dan manusia pada umumnya untuk semakin dekat dengan Yesus. Semakin memiliki kemiripan dengan karakter dan keteladanan Yesus dalam kehidupan nyata. Mampu menghayati dan menghidupi untuk mengungkapkan kebenaran, berkorban untuk nendatangkan kebaikan, kesetiaan di tengah kesulitan dan tantangan hidup, ketaatan kepada Allah untuk tidak lelah berbuat kasih kepada sesama meskipun disakiti dan dilukai, serta berani memaafkan dan mengampuni mereka yang telah berbuat buruk kepada kita. Kedekatan inilah yang senantiasa diharapkan dan diupayakan untuk terus menjadi pribadi yang semakin dewasa dalam hidup imannya.

Baca juga : Angkat Toleransi Beragama, Mahasiswa ITN Malang Juara 2 Kompetisi Animasi Online CONVEY DAY 2021

Romo Aji berharap, peristiwa Paskah di tahun ini menjadi penyemangat untuk bergerak bersama memulihkan kehidupan yang lebih baik. Baik secara pribadi, kelompok, maupun bersama sebagai satu saudara. Wujud nyata dari upaya memulihkan kehidupan yang lebih baik yakni menghargai setiap perbedaan sebagai anugerah untuk saling melengkapi bukan saling melukai. Menjaga keselamatan dan kebaikan dalam hidup bersama dengan saling memberi ruang untuk bertumbuh dan berkembang. Juga, perlu adanya berkolaborasi dan bekerjasama untuk mendatangkan berkat dan manfaat bersama, berjuang bersama di tengah kesulitan tanpa harus menyingkirkan yang lain, serta bersikap legowo, memaafkan, sembari menata kembali relasi dan persaudaraan yang harmonis.

“Paskah adalah perayaan keselamatan yang dapat dirayakan oleh siapa pun, dan dalam situasi apa pun. Karena setiap orang merindukan keselamatan dalam hidupnya. Kebangkitan Tuhan juga menjadi semangat bersama kebangkitan persaudaraan yang saling merangkul dalam perbedaan untuk menata kehidupan yang membawa manfaat dengan lebih baik,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print