Seru, Yudisium FTSP ITN Malang Mahasiswa Kompak Kenakan Pakaian Adat

Dekan FTSP, ITN Malang, Dr. Ir. Hery Setyobudiarso M.Sc, saat memberi sambutan pada yudisium periode II FTSP ITN Malang 2022 di halaman Gedung Rektorat kampus 1, ITN Malang, Sabtu (10/9/2022) lalu. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)


ITN.AC.ID – Yudisium Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang kali ini berbeda. Sebanyak 219 calon wisudawan pada yudisium periode II tahun 2022 kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.

Dekan FTSP, ITN Malang, Dr. Ir. Hery Setyobudiarso M.Sc, menjelaskan, tema yudisium kali ini  berpijak pada kata nasional dari nama Institut Teknologi Nasional Malang. Mahasiswa ITN Malang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk menghargai perbedaan, merawat jiwa nasionalisme, maka FTSP ingin memunculkan budaya dari masing-masing calon wisudawan dalam bentuk mengenakan pakaian adat.

“Diawal ketika masuk (kampus) mahasiswa berangkat dari daerah masing-masing, kuliah, dan akhirnya lulus. Senang ketika melihat mereka dengan suka cita berupaya memakai pakai adat. Ada rasa kebersamaan untuk menampilkan keberagaman, tapi tetap dalam persatuan,” ujar Hery yang membuka yudisium di halaman Gedung Rektorat kampus 1, ITN Malang, Sabtu (10/9/2022) lalu.

Baca juga : Kerennya Maket Rest Area Tumpakrejo Karya Mahasiswa Arsitektur

Yudisium FTSP periode II tahun 2022 meluluskan 219 wisudawan. Dengan rincian, arsitektur 71 wisudawan dengan IPK tertinggi 3.86, teknik sipil 59 wisudawan dengan IPK tertinggi 3,77, PWK 33 wisudawan dengan IPK tertinggi 3,76, Teknik geodesi 52 wisudawan, dan Teknik lingkungan 24 wisudawan dengan IPK tertinggi 3.64. Sementara untuk wisudawan berpredikat cumlaude (dengan pujian) sebanyak 47 wisudawan atau 21 persen.

Nicodimus Wijanarko, mahasiswa arsitektur (tengah, dengan pakaian adat Kalimantan) bersama peserta yudisium FTSP ITN Malang. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)

“Kami berharap keilmuan yang diraih selama kuliah bisa dikembangkan lagi baik di dunia kerja, atau sebagai bekal bagi yang ingin melanjutkan studi lanjut. Kami cukup bangga dengan raihan hasil studi mereka. Dan, semoga kelak mereka bisa menjalani kehidupan yang lebih baik, serta bisa menjaga nama almamater,” harap Hery.

Sebagai calon wisudawan terbaik FTSP ITN Malang adalah Nicodimus Wijanarko, mahasiswa arsitektur. Ia berpengalaman dalam industri jasa, merancang bangunan, mengimplementasikan desain, dan produk arsitektur. Nico juga pernah menjadi ketua tim pembuatan maket rest area Tumpakrejo, Gedangan, Malang, yang karyanya pernah diapresiasi oleh Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P., saat berkunjung ke ITN Malang.

Dihadapan dosen dan peserta yudisium, Nico memberikan apresiasi kepada semua rekan-rekannya di FTSP yang mengikuti yudisium. Pasalnya, semua mahasiswa cukup berhasil dalam menjalani proses pembelajaran hingga lulus. Tak lupa ucapan terima kasih beberapa kali ia sampaikan kepada para dosen.

Baca juga : Progres Kerjasama, FTSP ITN Malang dan Desa Batangan Persatukan Persepsi dalam Membangun Desa 

“Saya sebagai perwakilan teman-teman mengucapkan terima kasih kepada semua dosen, dan staf FTSP ITN Malang. Berkat semuanya, kuliah kami berjalan lancar. Dulu kami diterima dan mengikuti PKKMB di halaman rektorat, dan hari ini kami mengikuti yudisium dan di lepas di halaman rektorat juga,” kata Nico yang meminta kepada rekan-rekannya untuk terus menjaga nama baik almamater khususnya FTSP ITN Malang. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print