Back

Optimalisasi Pemesanan Buah Apel, Peter Christian Teliti UMKM Sari Apel Kota Batu

Peter Christian, lulusan terbaik Teknik Industri S-1, ITN Malang, pada wisuda ke 68 tahun 2022. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Sari buah apel rasanya manis dan segar. Minuman khas Kota Batu ini menjadi oleh-oleh yang kerap dibeli oleh wisatawan ketika berkunjung ke Kota Wisata Batu, Jawa Timur. Salah satu UMKM yang memproduksi sari buah apel dalam kemasan berbagai ukuran adalah UMKM Sari Apel Brosem.

Tingginya permintaan sari apel khususnya pada musim liburan, tentu harus diimbangi dengan produksi yang memadai. Namun sayangnya, UMKM Sari Apel Brosem masih memiliki permasalahan dalam strategi pemesanan bahan baku.

Untuk itu, Peter Christian mahasiswa Teknik Industri S-1, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang melakukan penelitian mengenai analisa pemesanan bahan baku dari supplier. Pada penelitian ini Peter menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), dan Analytic Hierarchy Process (AHP).

EOQ adalah jumlah pesanan yang dapat meminimumkan total biaya persediaan, dan pembelian yang optimal. Untuk mencari berapa total bahan yang tetap, untuk dibeli dalam setiap pembelian untuk menutup kebutuhan selama satu periode. Sementara  AHP merupakan salah satu metode untuk menyelesaikan masalah.

“Saya melakukan perhitungan. Meliputi EOQ untuk mengoptimalisasi biaya pemesanan buah apel, dan dilanjut perhitungan AHP untuk memberikan tingkat prioritas supplier yang terbaik menurut UMKM,” ujar putra asal Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah ini.

Baca juga : ITN Malang Ajari Tiga Mitra Produksi dan Pasarkan Batik dengan Pewarna Alami

Menurut Peter, data EOQ yang digunakan adalah data permintaan produk apel, data pembelian bahan baku apel, dan data biaya-biaya pemesanan. Meliputi biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan apel di UMKM.

Sementara AHP dilakukan lewat pengisian kuesioner yang diberikan kepada manajemen UMKM. Untuk membandingkan suplayer mana yang lebih penting berdasar kriteria-kriteria yang diminta oleh UMKM.

Ada tiga supplier yang menyuplai bahan baku ke UMKM. Dari analisa EOQ dan AHP supplier ketiga yang paling optimal. Dari analisa EOQ, supplier ketiga memiliki optimalisasi biaya pemesanan terbesar, dan metode AHP supplier tersebut juga memiliki tingkat bobot tertinggi diantara lainnya.

“UMKM melakukan pemesanan kepada supplier tiap satu minggu sekali. Selama satu tahun biaya yang dikeluarkan lebih optimal (lebih kecil) pada suplayer ke tiga. Tujuan di dalam industri untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan mendapat produk berkualitas,” bebernya.

Baca juga : Dorong Mahasiswa Lulus Tuntas, FTI ITN Malang Disiplin Lakukan Koordinasi

Selama kuliah di ITN Malang pemilik IPK 3,67 ini juga aktif sebagai asisten laboratorium di Teknik Industri S-1. Sebagai mahasiswa Peter juga memiliki pengalaman disaat nilai ujiannya mendapat nol. Disebabkan ia salah menyerahkan tugas ujian semester saat perkuliahan online tahun kemarin.

“Ujiannya online. Ada mata kuliah perancangan dan pengembangan produk (P3), dan ada juga matkul PPIC. Waktu ujian P3, eh yang saya serahkan ke dosen malah tugas PPIC. Setelah akhir semester baru ketahuan karena nilai saya nol. Waktu saya cek ternyata ada kesalahan penyerahan file,” ceritanya yang bersyukur karena masih diberi kesempatan mengikuti remidi. Dalam skripsinya Peter dibimbing oleh Dr. Prima Vitasari S.IP, M.Pd, dan Emmalia Adriantantri, ST, MT. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print
id_IDIndonesian