Back

Wisudawan Teknik Lingkungan Gunakan Tanaman Akar Wangi dan Rami untuk Land Treatment Efluen IPAL

Andini Yunita Lailla Ramadhani lulusan terbaik Teknik Lingkungan S-1, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), ITN Malang, wisuda ke 68 tahun 2022. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Kota Malang memiliki beberapa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal. Salah satunya di RW 05 Tirta Rona, Kelurahan Tlogomas. Kualitas efluen IPAL tersebut melebihi standar baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016, tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Efluen adalah hasil sampingan yang akan dibuang dari suatu proses.

Efluen yang dibuang langsung ke lingkungan tanpa adanya pengolahan akan berdampak pada kualitas lingkungan. Hal inilah yang serius diteliti oleh akademisi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Salah satunya wisudawan terbaik Teknik Lingkungan S-1, ITN Malang, Andini Yunita Lailla Ramadhani.

“IPAL komunal RW 05 efluen air limbahnya setelah diolah masih diatas baku mutu. Maka, perlu dilakukan pengolahan lanjutan dengan metode fitoremediasi dengan sistem land treatment menggunakan tanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides) dan tanaman rami (Boehmeria nivea),” kata pemilik IPK 3,64 ini.

Menurut Andini, Tanaman akar wangi dan rami sering digunakan sebagai efluen mediator, namun untuk limbah domestik masih jarang digunakan, sehingga bisa menjadi rujukan. Dari kolam penampungan terakhir dialirkan ke tiga kolam mediasi untuk melihat perbandingan kolam terhadap efluen IPAL komunal dan kolam yang diisi air PDAM. Kemudian di running secara bersamaan selama 21 hari.

Baca juga : Kedaireka ITN Malang Kembangkan Kampung Iklim RW 7 Tlogomas Lewat Peningkatan Kinerja Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah sifat fisik tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering) dan sifat kimia tanah (pH, C-Organik, N-Total, P2O5). Terdapat variasi pengaliran menggunakan air PDAM dan efluen IPAL komunal.

Desain setting penelitian Andini Yunita Lailla Ramadhani Teknik Lingkungan S-1 ITN Malang.

“Hasilnya didapat kedua tanaman ini memiliki ketahanan yang baik terhadap efluen IPAL komunal. Jadi, tanaman akar wangi dan rami bisa menjadi rujukan sebagai efluen IPAL komunal,” tutur Andini.

Dari hasilnya, tanaman lebih cepat mengalami pertumbuhan di air limbah, dibandingkan dengan air PDAM. Karena air limbah mengandung sejumlah unsur hara yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, sementara air PDAM mengandung kaporit yang bisa mematikan mikroba yang ada di dalam tanah.

Tanaman rami kedepannya juga bisa dibudidayakan secara kontinyu untuk diambil manfaatnya. Batang rami biasanya dijadikan serat untuk campuran bahan kain. Serat rami lebih kuat dari pada kapas, dan mampu menyerap air lebih tinggi.

Baca juga : Jody Novrian Finalis Pilmapres ITN Malang dengan Berbagai Prestasi 

“Kalau akar wangi bisa dimanfaatkan sebagai minyak atsiri untuk kosmetik, parfum, maupun pengharum,” tambahnya.

Wisudawan asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah ini memang tidak asing dengan urusan IPAL. Di Teknik Lingkungan ada mata kuliah khusus yang membahas IPAL. Selama Program MBKM Andini juga terlibat langsung dengan warga RW 05 Tirta Rona. Namun, ia masuk dalam tim yang meneliti telemetri data cuaca dan kualitas udara di lingkungan IPAL. Penelitian skripsi Andini dibawah bimbingan Dr. Evy Hendriarianti, ST., M.MT, dan Candra Dwiratna Wulandari, ST., MT. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print
id_IDIndonesian