Back

Mukhamad Arif Rancang Ulang Stasiun Kerja Operator Pengelasan untuk Menunjang Kegiatan Belajar di SMKN 1 Singosari

Mukhamad Arif lulusan terbaik Teknik Industri Manajemen Konstruksi S-2, ITN Malang, wisuda ke 68 tahun 2022. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Teknologi pengelasan berperan penting dalam industri manufaktur. Pasalnya, proses produksi industri permesinan tidak lepas dari teknik/proses pengelasan. Produktivitas pekerja dalam bidang pengelasan dipengaruhi oleh sikap tubuh dalam bekerja. Sikap tubuh yang tidak ergonomi jika dilakukan berulang, dengan durasi yang panjang akan menyebabkan fatik (kondisi kelelahan/fatigue), dan berpotensi menyebabkan terjadinya gangguan muskuloskeletal yang bisa mempengaruhi fungsi pada ligamen, otot, saraf, sendi dan tendon, serta tulang belakang.

Mukhamad Arif kerap melihat hal tersebut terjadi pada praktek pengelasan di Laboratorium Bengkel Las SMK Negeri 1 Singosari. Dimana siswa posisi saat mengelas terlihat tidak ideal. Siswa melakukan praktik pengelasan pada posisi kerja membungkuk, dan dilakukan selama 18 menit untuk sambungan tumpul dan 25 menit untuk sambungan sudut.

Baca juga : Program Strategis, Perkonindo Kota Samarinda Kirim Anggota Kuliah di ITN Malang

Arif sapaan akrab Mukhamad Arif merupakan lulusan terbaik Program Studi Magister Teknik Industri, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Ia turut diwisuda pada wisuda ITN Malang ke 68 tahun 2022.

“Siswa mengeluh sakit dibagian bawah pinggang, bagian pinggang, bagian punggung, dan leher bagian bawah,” ujar Arif yang saat ini bekerja sebagai guru pengelasan, sekaligus Ketua Program Teknik Pengelasan SMK Negeri 1 Singosari.

Siswa SMK Negeri 1 Singosari foto bersama hasil rancangan stasiun kerja buatan Mukhamad Arif Teknik Industri Manajemen Konstruksi S-2, ITN Malang. (Foto: Istimewa)

Dari latar belakang tersebut Arif mengembangkan ide dengan merancang ulang stasiun kerja operator pengelasan di bengkel pengelasan secara ergonomis. Ia mengukur tingkat keluhan siswa saat melakukan proses pengelasan dengan menggunakan metode RULA, dan membuat rancang ulang stasiun kerja ergonomis dengan pendekatan antropometri. Dengan mengamati dan wawancara kepada 131 siswa aktif teknik pengelasan SMKN 1 Singosari.

Hasil rancang ulang stasiun kerja operator pengelasan dengan pendekatan antropometri terbukti menunjang kegiatan belajar. Memberikan efisiensi waktu operasional ke siswa dari 18 menit ke 13 menit. Selain itu juga mengurangi keluhan muskuloskeletal kategori sakit sekali pada tubuh bagian bawah pinggang, pinggang, dan punggung menjadi 0 persen. Serta memberikan efisiensi waktu operasional pada sambungan las tumpul sebesar 5 menit. Hasil penelitian perancangan ulang stasiun kerja pengelasan menggunakan jig dan fixture sehingga dapat memperbaiki posisi kerja operator.

“Potensi terjadi rework karena cacat las dapat diminimalisir. Kualitas hasil pengelasan secara visual lebih baik dan membuat praktik siswa menjadi lebih aman, nyaman, efektif dan efisien. Sehingga, harapannya bisa menunjang belajar di bengkel las SMKN 1 Singosari,” jabarnya.

Baca juga : Implementasi MBKM, ITN Malang – UNTAG Samarinda Teken MoU

Menjadi bagian kampus unggul ITN Malang membawa kebangaan bagi Arif. Menurutnya, ITN Malang telah terbukti berhasil meluluskan alumni yang bekerja di berbagai industri di tanah air.

“Mereka banyak menduduki posisi manajemen, sehingga membuat saya tertarik kuliah di ITN Malang. Nyatanya kuliah saya selama ini nyaman, karena ekosistem pendidikan yang baik. Serta didukung oleh dosen yang berpengalaman, kompeten, dan telaten,” tandas memiliki IPK 3,92 ini. Ia lulus tesis dengan dosen pembimbing Dr.Ir. Julianus Hutabarat, MSIE dan Dr. Prima Vitasari S.IP, M.Pd. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print
id_IDIndonesian