Back

Terbaik Teknik Sipil S-2 ITN Malang Bahas Analisa Eskalasi Harga Satuan pada Proyek Multiyears di PUPR

Santoso, lulusan terbaik Teknik Sipil Manajemen Konstruksi S-2, ITN Malang, wisuda ke 68 tahun 2022. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang. ITN.AC.ID – Kasus yang sering terjadi pada proyek-proyek multiyears adalah mengenai harga satuan pekerjaan yang mengalami inflasi atau kenaikan harga. Harga satuan pada saat pelaksanaan seringnya tidak menggunakan harga satuan pada saat kontrak proyek.

Hal ini disampaikan oleh Santoso, wisudawan terbaik Magister Teknik Sipil, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang pada wisuda ke 38 tahun 2022. Ia mengangkat analisa eskalasi harga satuan pada proyek multiyears di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menurut Santoso, hal tersebut akan merugikan kontraktor pada saat pelaksanaan. Kecenderungan kenaikan harga terjadi pada material industri.

“Misal projek yang saya kerjakan direncanakan pada tahun 2014, ditender 2015, kemudian pelaksanaan kami mendapatkan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) pada Oktober 2016. Compression project penyelesaian di akhir 2018. Dari 2015 ke 2018 itu mengalami kenaikan terhadap indeks-indeks terutama pada material yang sifatnya fabrikasi, material industri,” tutup Santoso.

Baca juga : Wagub Kaltim Bangga Alumni ITN Malang Berkontribusi Membangun Kaltim

Kenaikan harga tersebut menurutnya dipengaruhi oleh harga minyak dunia. Ketika tahun 2015 harga minyak dunia kisaran 50-60 dolar per barel, pada saat pelaksanaan proyek minyak dunia naik drastis. Sehingga berpengaruh pada harga besi, semen, sparepart alat-alat berat, sewa alat, dan berpengaruh terhadap sumber daya manusia.

Kondisi ini sangat berdampak terhadap profit yang sudah diproyeksikan, serta berimplikasi merugikan proyek. Sehingga kontinuitas perusahaan dalam menjalankan bisnis akan terganggu.

Santoso saat dikukuhkan sebagai wisudawan Teknik Sipil Manajemen Konstruksi S-2, ITN Malang, pada wisuda ke 68 tahun 2022. (Foto: Istimewa)

Dikatakan pemilik IPK 3,96 ini, pemerintah telah mengeluarkan regulasi dengan jelas. Santoso pada proyek terbarunya menggunakan analisa indeks eskalasi harga berdasarkan Perpres 2018 No 16. Juga akan terjadi deskalasi, karena tidak semua harga satuan mengalami kenaikan, bahkan ada yang mengalami penurunan.

“Misal resource yang sifatnya sumber daya lokal, seperti pasir, tanah, timbunan batu pecah. Sementara harga solar sering kali mengalami kenaikan. Hasil yang saya dapat (solar) mengalami kenaikan 2,8 mil terhadap kontrak proyek yang saya laksanakan,” imbuh.

Apakah sama kenaikannya terhadap proyek lain di lokasi lain? Jawab Santoso, tidak. Indeks yang ia gunakan berdasarkan badan pusat statistik pada tahun dilaksanakan. BPS mengeluarkan indeks eskalasi harga komponen koefisien terhadap 82 kota di Indonesia beserta perubahannya. Jadi, jika ada proyek di provinsi A, kemudian ada proyek B di provinsi yang lain, maka akan mendapatkan nilai hasil eskalasi yang berbeda.

“Jadi, pada lokasi sama terhadap periode tahun eskalasi yang berbeda akan menghasilkan indeks eskalasi yang berbeda pula,” katanya. Studi kasus ini sebagai point view dari tesis Santoso, dimana tesisnya dibawah bimbingan Prof Dr Ir Lalu Mulyadi MT, Ir Tiong Iskandar MT, dan Dr Ir Lies Kurniawati Wulandari MT.

Baca juga : Dukung Pembangunan Daerah, Pemkab Malaka Kerjasama dengan ITN Malang

Memutuskan kuliah di Pascasarjana ITN Malang tentunya ada pertimbangan khusus. Santoso masuk ITN Malang karena akreditasi S-2 Kampus Biru sangat baik. Begitu pula jadwal kuliahnya yang fleksibel, serta dibimbing oleh dosen-dosen yang memiliki kompetensi tinggi. Sehingga, saat proses perkuliahan mahasiswa selalu diberi ruang untuk membahas isu-isu penting pada proyek-proyek nasional-internasional.

“Diskusi-diskusi ini untuk mempertajam analisa kami terhadap perkembangan jaman. Sehingga kami dapat berargumen dengan baik dan mencari pemecahan masalah dari sudut pandang masing-masing. Portofolio ITN Malang juga terbukti menghasilkan alumni hebat di tingkat nasional dan global,” pungkasnya. Saat ini Santoso menjabat sebagai Advisor International (Structure Engineering), pada Kementerian Pekerjaan Umum. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print
id_IDIndonesian