Back

ITN Malang-Gapeksindo Jatim Jalin Kerjasama dan Adakan Kuliah Tamu

Akrab. Rektor ITN Malang Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE, (berdasi) bercengkerama dengan Ir H Adi Purwoto SE ST, Ketua Umum DPD Gapeksindo Provinsi Jawa Timur. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menjalin kerjasama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Provinsi Jawa Timur. Penandatangan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) dilakukan oleh Rektor ITN Malang Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE, dengan Ir H Adi Purwoto SE ST, Ketua Umum DPD Gapeksindo Provinsi Jawa Timur, pada Desember 2022 lalu.

Rektor ITN Malang dalam sambutannya berharap ITN Malang dengan Gapeksindo bisa berkolaborasi, dan bersinergi dalam berbagai hal. Anggota Gapeksindo juga bisa memanfaatkan laboratorium ITN Malang untuk keperluan pengujian.

“Terimakasih telah berkolaborasi dengan kami. Kami memiliki laboratorium yang bisa dimanfaatkan untuk menguji bila dibutuhkan oleh para konsultan,” kata rektor, di Ruang Sidang Rektorat.

Rektor pun berharap kerjasama nantinya bisa berkembang di berbagai bidang. Seperti, para konsultan turut men-support MBKM pemerintah dalam program praktisi mengajar. Sehingga lulusan perguruan tinggi lebih siap untuk masuk ke dunia kerja. Program ini mendorong kolaborasi aktif praktisi ahli dengan dosen.

“Pemerintah sekarang juga memiliki program praktisi mengajar. Sehingga mahasiswa dapat melihat dunia kerja lewat tenaga ahli yang berpengalaman,” lanjutnya.

Baca juga : Program Strategis, Perkonindo Kota Samarinda Kirim Anggota Kuliah di ITN Malang

Ir H Adi Purwoto SE ST, Ketua Umum DPD Gapeksindo Jawa Timur mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas kesempatan kerjasama yang diberikan ITN Malang. Gapeksindo merupakan wadah organisasi perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi yang meliputi bidang arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal, dan bidang tata lingkungan.

Adi Purwoto berharap kerjasama yang dibangun bisa berjalan baik sehingga sama-sama memberikan manfaat kepada kedua belah pihak. Selama ini menurutnya, banyak tenaga di bidang jasa konstruksi di luar Pulau Jawa bersekolah dan memiliki sertifikat keahlian (SKA) maupun sertifikat kecakapan khusus SKK dari Jawa.

Gapeksindo Jatim memberikan kuliah tamu kepada mahasiswa FTSP ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

“Di luar Jawa banyak kekurangan tenaga ahli. Rekan-rekan banyak yang mengeluh kesulitan (mendapatkan) tenaga kerja. Mudahan-mudahan MoU ini bermanfaat khususnya untuk adik-adik mahasiswa,” katanya.

Selain melakukan NKB (MoU) dengan Rektor ITN Malang, Gapeksindo juga melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Program Pascasarjana dalam hal ini diwakili oleh Direktur Program Pascasarjana Prof Dr Ir Lalu Mulyadi, MT. Usai penandatanganan MoU kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kuliah tamu dengan mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITN Malang, di Auditorium Kampus 1 ITN Malang.

Bertajuk Sinergi Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha untuk Peningkatan Kualitas Sumber Daya Industri Konstruksi di Indonesia. Dengan pemateri Ir H Adi Purwoto SE ST, Ketua Umum DPD Gapeksindo Jawa Timur, dan Ir Adi Utomo, ST M.MT IPM ASEAN Eng, Sekretaris Umum DPD Gapeksindo.

Menurut Adi Purwoto, pihak usaha jasa konstruksi sangat membutuhkan ijazah teknik ahli dalam bidang konstruksi. Pendirian badan usaha harus memiliki tenaga ahli yang tersertifikasi. Jadi, mau tidak mau mahasiswa yang lulus harus memiliki sertifikasi kompetensi.

“Maka, kami usahakan jemput bola. Jadi sebelum lulus mahasiswa nantinya sudah bisa mengantongi sertifikat kompetensi SKK (Syarat Kecakapan Khusus). Ada tingkatan-tingkatan dalam kepengurusan SKK, nanti bisa (difasilitasi) dengan Gapeksindo. Kalau kelak adik-adik berminat mendirikan badan usaha konstruksi silakan menghubungi Gapeksindo setempat,” kata Adi Purwoto.

Sedangkan Adi Utomo lebih memberikan informasi dalam pengurusan SKK konstruksi untuk fresh graduate. Menurutnya ada tiga hal yang dinilai asesor dalam kepengurusan SKK, yakni skill, knowledge, dan attitude. Sebenarnya ada lima hal yang harus dikuasai agar menjadi tenaga kerja yang kompeten.

Baca juga : Pertegas Batas Kelurahan, ITN Malang Digandeng Pemkab Lamongan 

“Kalau mengambil SKA harus disesuaikan dengan background pendidikannya. Kalau kuliah mengambil gedung, maka SKA juga harus terkait gedung,” ujarnya.

Dikatakan Adi Utomo, selama di bangku kuliah indikator yang dipakai adalah IPK. Tetapi akademik bagus belum tentu bisa sukses di lapangan. Maka, mahasiswa perlu aktif organisasi untuk bisa melatih dan menguasai bahasa melobi.

Leadership dilatih dari kuliah. Proses dari nol untuk membuat keputusan-keputusan, maka ketika terjun ke dunia kerja mental sudah terlatih. Ini tidak bisa nyontek, karena akan menciptakan keraguan,” katanya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print
id_IDIndonesian