Back

ITN Malang Jalin Silaturahmi dan Kolaborasi dengan Guru BK se-Kabupaten Malang

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., PhD (kanan) dan Ketua MGBK SMA Kabupaten Malang Indira Ratnafuri, S.Pd., usai menandatangani kerja sama.


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menggelar acara silaturahmi dan kolaborasi dengan guru Bimbingan Konseling (BK) SMA/MA se-Kabupaten Malang. Diikuti sekitar 70 peserta, acara dihelat di Aula Kampus 1 ITN Malang pada Sabtu (22/02/2025).

Sebagai langkah awal untuk mempererat hubungan dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak, maka pada momen ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama. Dilakukan oleh Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., PhD dengan Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA Kabupaten Malang Indira Ratnafuri, S.Pd.

Rektor menyatakan, kerja sama tersebut untuk memberikan kemudahan kepada guru BK SMA, MA dalam memberikan konseling/ pelayanan kepada siswanya. Maka tema kali ini pun tidak jauh-jauh dari generasi Z yakni “Membimbing Generasi Z: Strategi Guru BK dalam Mengarahkan Masa Depan Siswa di Era Digital”. Untuk menyelaraskan ITN Malang juga mengundang pemateri Hilda Rosa Ainiyah, M.Psi Psikolog ITN Malang

Menurut rektor, ITN Malang ingin menawarkan sesuatu yang berbeda dari kampus lain. Jika selama ini guru BK seringkali direpotkan oleh kampus yang datang untuk promosi tanpa adanya tindak lanjut, maka ITN Malang ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

“Kami ingin membangun kolaborasi kemitraan antara ITN Malang dengan guru BK. Salah satunya dengan memberikan pendampingan, memberikan kemudahan guru BK terutama dalam mendukung personal branding dan pengembangan diri,” lanjutnya.

Baca juga:ITN Malang Kolaborasi dengan MGBK SMK Kota Malang adakan Pelatihan Personal Branding dan Metaverse

Rektor melihat generasi Z sebagai generasi yang memiliki pengetahuan luar biasa. Jika tidak tersalurkan dan difasilitasi dengan baik, khawatirnya hal tersebut dapat berdampak negatif. Oleh karena itu, kemitraan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Pada momen ini juga memamerkan hasil karya mahasiswa dari beberapa program studi. Hal ini untuk menunjukkan bahwa ITN Malang terus berkembang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa inovasi yang ditampilkan antara lain laboratorium jarak jauh dengan remote control yang dilengkapi kamera dan sistem IT yang dapat diakses dari jarak jauh. Selain itu juga ada metaverse yang diyakini akan menjadi tren di masa depan.

“Kami terus berbenah mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bisa dilihat pameran-pameran kami,” ujar rektor.

Mokhamad Alimin, S.Psi Guru BK SMA Islam NU Pujon (kemeja hitam) saat mengunjungi pameran teknologi Teknik Mesin S-1 ITN Malang. 

Rektor juga sempat menanggapi minat siswa yang menurun di jurusan teknik dan informasi. Untuk itu ITN Malang membuka kesempatan bagi siswa dari jurusan IPA maupun IPS dengan menyediakan program matrikulasi dan pendampingan bagi mahasiswa yang membutuhkan. Serta fasilitas psikolog yang dapat mendampingi mahasiswa.

ITN Malang juga bersepakat untuk mengembangkan aplikasi yang nantinya dapat digunakan guru BK untuk mengarahkan siswa dalam memilih jurusan yang sesuai seperti IPA atau IPS. “Kami berharap komunikasi dan kolaborasi ini terus berlanjut untuk mendapatkan manfaat bersama. Kami siap mensupport,” pungkasnya.

Kolaborasi inipun mendapat apresiasi dari Ketua MGBK SMA Kabupaten Malang, Indira Ratnafuri, S.Pd. Indira mengungkapkan rasa syukur dan bangganya diundang kembali oleh ITN Malang. Indira mengaku takjub dengan karya mahasiswa ITN Malang yang dinilai cukup bagus dan luar biasa. Ia berharap, melalui kerja sama ini semakin banyak siswa yang termotivasi untuk melanjutkan pendidikan di bidang teknik khususnya di ITN Malang.

“Ternyata di ITN Malang itu luar biasa. Kami ada kerja sama dengan ITN berupa aplikasi yang bisa digunakan oleh guru BK di sekolah masing-masing. Kami sudah bertemu Bapak Rektor untuk membicarakan aplikasi yang bisa dipakai oleh kita semua,” jelas Indira.

Aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu guru BK dalam memberikan informasi dan arahan kepada siswa terkait pemilihan jurusan kuliah. Indira berharap, kerja sama ini tidak hanya terjalin dengan guru BK, tetapi juga dengan sekolah. Pihaknya siap membantu menjembatani komunikasi antara guru BK di Kabupaten Malang dengan ITN Malang.

Dukungan juga disampaikan oleh Ketua MGBK MA Kabupaten Malang, Diah Mayasari M.Psi. Secara pribadi Diah sudah mengenal ITN Malang sejak lama. Dia mendorong ITN untuk lebih berbaur di kalangan sekolah-sekolah tidak hanya Malang tapi juga Jatim khususnya, dan se-Indonesia.

Diah menilai kegiatan silaturahmi dan kolaborasi ini sangat bagus. Dia juga berharap ITN Malang dapat memberikan pendampingan dan pendekatan kepada peserta didik, khususnya dalam memberikan pelatihan bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya di bidang teknik.

Apresiasi juga datang dari Mokhamad Alimin, S.Psi Guru BK SMA Islam NU Pujon. Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan ITN Malang memiliki arah yang sangat teknis dan bermanfaat bagi guru-guru yang selama ini lebih banyak berkecimpung di ilmu sosial.

“Jujur saja selama kami mengikuti berbagai macam kegiatan MGBK, ITN ini arahnya benar-benar teknis. Karena kami arahnya ke ilmu sosial. Ini luar biasa, kedepannya kami harap bisa berkesinambungan,” ujarnya.

Baca juga:Wujud Energi Bersih, ITN Malang Siap Pasang PLTS di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru

Dikatakan Ali, ada dua siswanya yang tertarik dengan ITN. Dengan adanya kegiatan ini, ia merasa sangat antusias dan terbantu mendapat informasi untuk disampaikan kepada siswanya. Menurut Ali, mindset yang selama ini beredar di masyarakat, kuliah teknik itu sulit karena berhubungan dengan dunia matematis. Padahal itu tidak benar. Ia ingin mengubah mindset tersebut dan memberikan pemahaman kepada siswa-siswanya.

“Kenapa tenaga kerja kita kalah dalam kompetisi karena pembelajaran kita kurang tepat sasaran. Kebutuhan kerja sekarang 80 persen eksakta, 20 persen sosial. Maka kami berusaha mengubah mindsetnya. Lebih baik sekarang belajar dengan kerja keras. Karena fasilitas jaman sekarang sangat mendukung. Saya sepakat teknologi seperti dua buah mata pisau, kalau kita bisa menggunakan sangat bermanfaat dan sebaliknya,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023