Klinik Proposal Flipmas Legowo Fasilitasi Dosen Lolos Pendanaan

Klinik Proposal Flipmas Legowo Fasilitasi Dosen Lolos Pendanaan

Dr. Eny Dyah Yuniwati, S.P.,M.P., Ketua Flipmas Legowo saat memberikan sambutan pada Workshop dan Klinik Proposal di ITN Malang. (Foto: Yanur/Humas)

 

 

Sebanyak 175 peserta dari 40 perguruan tinggi se-Jawa Timur berkumpul di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Selasa (09/4/19). Mereka adalah para dosen yang mempunyai intuisi untuk bergerak dalam pengabdian kepada masyarakat. Di bawah naungan Forum Layanan Iptek bagi Masyarakat (Flipmas) Legowo Jawa Timur, peserta dari berbagai perguruan tinggi ini mengikuti workshop dan klinik proposal pengabdian masyarakat. Tujuannya untuk membedah sistem penilaian kinerja pada proposal yang mereka buat sehingga mendapatkan pendanaan di tahun 2020.

Kegiatan yang diikuti oleh LPPM masing-masing perguruan tinggi dan para dosen ini merupakan kerjasama antara Flipmas Legowo dan LPPM ITN Malang. LPPM agendanya akan membahas sistem penilaian kinerja pengabdian masyarakat, sedangkan para dosen akan membedah proposal pengabdian masyarakat.

 

Untung Santoso salah satu reviewer memberikan konsultasi klinik proposal pada peserta. (Foto: Yanur/Humas)
Untung Santoso salah satu reviewer memberikan konsultasi klinik proposal pada peserta. (Foto: Yanur/Humas)

 

“Flipmas Legowo memfasilitasi para dosen dalam mensukseskan pengabdiannya kepada masyarakat. Membantu dosen dengan klinik proposal, mereview proposal, dan penelitiannya sehingga lolos pendanaan. Kami (Flipmas Legowo) juga membantu menjembatani ke pemerintah daerah, serta memberikan referensi bagi yang belum memiliki mitra,” terang Dr. Eny Dyah Yuniwati, S.P.,M.P., Ketua Flipmas Legowo saat ditemui disela-sela acara.

Eny menambahkan, Flipmas Legowo merupakan forum berkumpulnya dosen-dosen pengabdian masyarakat yang akan memfasilitasi layanan Iptek yang ditujukan untuk masyarakat. Harapannya mendorong masing-masing perguruan tinggi agar bisa lolos hibah abdimas.

“Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah dosen bisa ikut membantu membedah persoalan yang ada di masyarakat, sehingga bisa memberikan nilai lebih pada masyarakat. Kami berharap adanya abdimas bisa ikut mengentaskan kemiskinan,” ujar dosen Universitas Wisnuwardhana Malang ini. (mer/humas)

 376 total views,  1 views today

image_pdfimage_print
itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC