Keren! Klasterisari Perguruan Tinggi Indonesia ITN Malang Berada di Posisi 56, kedepan Rektor Targetkan Naik 50 Besar

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT Menargetkan ITN Malang Masuk 50 Besar Klasterisasi di Tahun-tahun Mendatang, Senin (19/8/19). (Foto: Yanuar/Humas)

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT Menargetkan ITN Malang Masuk 50 Besar Klasterisasi di Tahun-tahun Mendatang, Senin (19/8/19). (Foto: Yanuar/Humas)

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang sebagai perguruan tinggi swasta terbaik kategori institut posisinya semakin kokoh. Kampus teknologi ini berhasil menduduki posisi ke-56 pada daftar Klasterisari Perguruan Tinggi (PT) Non-Vokasi (pendidikan akademik) Tahun 2019. Perguruan tinggi non-vokasi sendiri di Indonesia sebanyak 2.141 perguruan tinggi terdiri dari universitas, institut, dan sekolah tinggi. Dengan masuknya ITN Malang di 70 besar, maka kampus yang beralamat di Jalan Bendungan Sigura-gura no 2, Kota Malang ini masuk dalam klaster 2 dari total 5 klaster.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2019 pada Jumat (16/8/19), di Jakarta. Klasterisasi ini dilakukan untuk memetakan perguruan tinggi Indonesia yang berada di bawah naungan Kemenristekdikti. Tujuannya sendiri untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi sekaligus sebagai dasar pemberian kebijakan sesuai klaster perguruan tinggi masing-masing.

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT menanggapi kenaikan peringkat ITN Malang tersebut dengan rasa syukur dan target masuk 50 besar. Hal ini diungkapkan usai melantik para wakil dekan dan sekretaris program pascasarjana di aula kampus I ITN Malang, Senin (19/8/19).

“Alhamdulillah dengan kerja keras, ITN Malang tahun ini (2019) berada di posisi 56 untuk klasterisari perguruan tinggi non-vokasi. Target kedepan ITN Malang bisa masuk 50 besar,” ujarnya saat ditemui awak media.

Kenaikkan peringkat ITN Malang ini menurut rektor tak lepas dari penilaian tata kelola serta akreditasi program studi. Dimana ITN Malang sudah memiliki beberapa prodi terakreditasi A, yakni Teknik Mesin S-1 dan Teknik Elektro S-1, serta tahun 2019 ini ditambah Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).

“Yang kelihatan meningkat nilainya adalah akreditasi, selain itu penelitian dan pengabdian masyarakat ada peningkatan kinerja. Bidang kemahasiswaan juga ada prestasi tingkat nasional. Hampir merata penilaian perpoin,” terangnya.

 

Suasana Asri Kampus 2 ITN Malang, Jalan Raya Karanglo, Km 2 Malang.
Suasana Asri Kampus 2 ITN Malang, Jalan Raya Karanglo, Km 2 Malang.

 

Namun, target masuk 50 besar menjadi pekerjaan rumah bagi semua sivitas akademika ITN Malang. Kustamar merinci beberapa target yang akan dilakukan. Yakni, segera membuat lembaga inovasi. Lembaga ini akan menangani hasil penelitian yang sudah mendapatkan hak cipta atau paten untuk dikembangkan agar bisa digunakan oleh masyarakat.

Selain itu, ITN juga akan memperkuat sistem pembelajaran secara online/daring dengan bergabung di SPADA Indonesia (Sistem Pembelajaran Daring). “Dengan kuliah online mahasiswa antar prodi bisa mengambil mata kuliah di jurusan lain. Misalnya, mahasiswa elektro yang ingin tahu mengenai bangunan sipil bisa mengambil mata kuliah di sipil. Tahun ajaran baru ini sudah kami siapkan ke sana (kuliah online),”

Rektor asal Blitar ini juga akan meningkatkan jumlah materi ajar dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat. Dengan demikian akan didapat bahan ajar berupa buku, monograf, dan referensi yang dihasilkan. (mer/humas)

 1,570 total views,  1 views today

image_pdfimage_print
itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC