Antusias, Tenaga Pendidik dan Kependidikan ITN Malang dapatkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Wakil Rektor II, Ir. Gaguk Sukowiyono, MT saat menerima vaksin AstraZeneca dosis kedua, di UMM Medical Center, Sumbersari, Kota Malang, Rabu (18/8/2021). (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID – Vaksinasi covid-19 dosis kedua Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang telah usai dilaksanakan. Selama dua hari tanggal 18-19 Agustus 2021 tenaga pendidik dan kependidikan Kampus Biru menerima vaksin dosis kedua. Dan, sisanya akan menerima vaksin di minggu selanjutnya di tanggal 27 Agustus 2021.

Wakil Rektor II, Ir. Gaguk Sukowiyono, MT mengapresiasi antusiasme civitas yang masih konsisten menyelesaikan tahapan vaksinasi. Meskipun, ada beberapa civitas yang mengundurkan diri dikarenakan berbagai alasan.

“Iya, menurut data dari (biro) kepegawaian ada yang mengundurkan diri karena kondisinya (kesehatan) tidak memungkinkan. Tapi, jumlahnya tidak signifikan,” kata Gaguk saat ditemui di lokasi vaksinasi di UMM Medical Center, Sumbersari, Kota Malang, Rabu (18/8/2021).

AstraZeneca no batch D005A menutup tahapan vaksinasi covid-19 bagi civitas ITN Malang. Setelah sebelumnya pada  25 Mei 2021 kemarin civitas menerima dosis tahap pertama. Vaksin dosis kedua diharapkan menjadi vaksinasi terakhir bagi ITN Malang. “Kalau dilihat dari tahapan vaksin dengan AstraZeneca, maka ini vaksinasi yang terakhir. Mudah-mudahan semua sehat tidak perlu vaksin tambahan,” harapnya.

Dikatakan Gaguk, dengan banyaknya civitas yang sudah divaksin harapan ke depan perkuliahan bisa segera dijalankan dengan luring. Sementara, untuk vaksinasi mahasiswa institusi masih kesulitan mendapatkan data jumlah mahasiswa yang berada di Malang. Sebenarnya menurut Gaguk, institusi sudah ada wacana membuat google form untuk mengetahui berapa banyak mahasiswa ITN Malang yang masih berada di Malang dan belum mendapatkan vaksin.

Baca juga : Himakpa ITN Malang, Gusdurian dan Relawan Bantu Warga Isoman

Jumlah pendaftar inilah yang nanti menjadi bahan untuk mendaftar vaksinasi ke Dinas Kesehatan Kota Malang. Tentunya pendaftaran inipun belum menjamin secepatnya mendapat vaksin. Seperti halnya vaksin yang sebelumnya telah diterima oleh ITN Malang, perlu menunggu beberapa bulan untuk mendapat vaksinasi dosis pertama. Untuk itu, Gaguk menyatakan mahasiswa memanfaatkan program vaksinasi yang diselenggarakan oleh institusi pemerintahan.  

“Sekarang, banyak informasi promosi kegiatan vaksinasi di Kota Malang dan gratis. Mahasiswa khususnya yang dari luar daerah bisa memanfaatkan momen tersebut. Supaya imun dari masing-masing terjaga dengan baik. Kalau kita sudah vaksin, maka jika ada sesuatu (terpapar virus) secara otomatis tubuh akan merespon dengan baik juga,” imbuh Gaguk.

Masrurotul Ajiza, S.Pd, M.Pd., Dosen Teknik Geodesi S-1 ITN Malang mengacungkan jempol dan memperlihatkan kartu vaksinasi covid-19, sebagai rasa syukurnya usai mendapatkan vaksin AstraZeneca dosis kedua. (Foto: Yanuar/humas)

Hal senada juga disampaikan oleh Masrurotul Ajiza, S.Pd, M.Pd. Dosen Teknik Geodesi S-1 ITN Malang yang akrab disapa Ruru ini bersyukur dan senang sudah mendapatkan vaksin dua kali, serta vaksinasi dinyatakan selesai. Vaksinasi bagi Ruru tidak hanya upaya untuk memproteksi diri sendiri, namun juga bagi orang lain dari penyebaran virus corona-19. “Kalau sudah dua kali vaksin berarti sudah bagus (proteksi diri) dibanding yang baru sekali, atau bahkan tidak sama sekali (vaksin),” ujar Ruru.

Baca juga : Dosen dan Staf ITN Malang Lakukan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Ruru mengaku jika selama ini dirinya takut akan suntikan. Namun, demi untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain, maka ia rela melakukan vaksinasi. “Saya berterimakasih kepada pihak kampus, karena sudah memfasilitasi vaksinasi bagi kami. Dan semoga vaksinasi selanjutnya bisa menyeluruh ke semua lapisan masyarakat Indonesia,” tandasnya. (me/Humas ITN Malang)

 589 total views,  5 views today

image_pdfimage_print
itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC