1

Arafah Diniari, Investasikan Pendidikan pada Diri Sendiri

Arafah Diniari lulusan terbaik Program Pascasarjana Teknik Sipil Konsentrasi Manajemen Konstruksi S-2 ITN Nasional Malang pada wisuda ke-66 periode II tahun 2021. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Pendidikan merupakan hal yang penting bagi manusia. Proses pendidikan dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa batas usia. Inilah yang dilakukan Arafah Diniari. Ketika banyak orang berlomba-lomba berinvestasi pada dunia usaha dan bisnis, Arafah memutuskan berinvestasi pada dunia pendidikan. Hingga akhirnya, wanita asal Kota Malang ini lulus dan menjadi lulusan terbaik Program Pascasarjana Teknik Sipil Konsentrasi Manajemen Konstruksi S-2, Institut Teknologi (ITN) Nasional Malang pada wisuda ke-66 periode II tahun 2021.

“Saya berpikir, investasi terbesar itu sebenarnya memang di dunia pendidikan. Karena dalam belajar kita tidak mengenal usia tua, kita tidak mengenal terlalu muda atau terlalu tua. Akhirnya, setelah mengalami banyak hal, maka saya putuskan untuk kembali kuliah mengambil Magister Teknik Sipil Konsentrasi Manajemen Konstruksi ITN Malang,” terang Arafah saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp beberapa waktu lalu.

Hampir 17 tahun mulai 2004 hingga 2021 Arafah bekerja di bidang marketing farmasi, peralatan medis dan kesehatan. Pekerjaan ini sangat jauh berbeda dengan konsentrasinya sebagai lulusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS). Untuk itulah Arafah akhirnya memantapkan diri untuk beradaptasi terhadap keadaan.

“Banyak hal yang kadang bisa terjadi diluar ekspektasi kita. Dari pengalaman saya, yang bisa kita lakukan adalah kita harus beradaptasi sebagai alternatif terbaik yang bisa kita lakukan. Jadi ketika saya tidak bisa bekerja di bidang yang sesuai dengan saya it’s oke for me,” lanjutnya.

Baca juga : Program Pascasarjana ITN Malang dan Fakultas Teknik Unirow Tuban Teken Memorandum of Activity

Arafah melanjutkan, motivasinya mengambil kuliah di ITN Malang untuk in line dengan lulusan S-1. Menurutnya, ada masa efektif/produktif dalam dunia marketing farmasi. “Apalagi melihat perkembangan sekarang juga dunia farmasi itu naik turun. Banyak hal yang bisa terjadi, sementara usia tidak lagi muda tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukan sesuatu,” ungkapnya.

Arafah melihat banyak teman-temannya melakukan investasi. Ada yang berinvestasi sesuai hobi atau sesuai bakat. Seperti, membangun tempat makan, menghabiskan budget untuk hobi bersepeda, dan akhirnya bisa membuka bisnis jual beli sepeda, dan masih banyak lainnya. Namun, beda dengan pemilik IPK sempurna 4.00 ini. Arafah merasa tidak mempunyai bakat yang mendukungnya ke arah sana. Maka, ia memiliki pemikiran lain.

Gedung Pascasarjana ITN Malang berada di Kampus 1 ITN Malang, Jalan Bendungan Sigura-gura No 2 Kota Malang. (Foto: Yanuar/humas)

“Saya merasa, bahwa saya tidak mempunyai talented banyak. Tapi, saya ingin berinvestasi terbaik yang bisa saya jadikan sebagai pijakan, atau jalan ketika saya nanti pensiun. Tentunya banyak sekali kendala, ada hal-hal yang perlu disesuaikan. Selama kita mau berusaha pasti kita akan menemukan jalannya,” katanya optimis.

Untuk kembali kuliah Arafah harus bisa membagi waktu antara kesibukan kerja, keluarga, dan kuliah. Beruntungnya semuanya dosen ITN Malang komunikatif dalam memberikan kritik dan masukan. “Jumat, Sabtu, dan Minggu saya prioritaskan untuk belajar. Pulang kuliah masih sempat berdiskusi dengan dosen dan teman,” katanya.

Baca juga : ITN Malang jadi Tuan Rumah Workshop Penjaminan Mutu Internal, Klaster SPMI Warna Merah Harus Hati-Hati

Dikatakan Arafah, dengan pengalaman pekerjaan yang ia tekuni, dan pendidikan terakhir yang ia ambil di ITN Malang, Arafah ingin kembali back on track ke dunia perteknik-sipilan. “Saya akan mengambil resiko itu, dan juga sudah menjadi salah satu tujuan saya di samping hal-hal lain yang harus saya jalani,” tandasnya. (me/Humas ITN Malang)

itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC