Bina Desa Mahasiswa Teknik Industri S-1 Sosialisasi Prokes Covid-19 dan Ajari Warga Buat Produk

Mahasiswa Teknik Industri S-1 ITN Malang berfoto bersama usai melaksanakan pelatihan pembuatan hand sanitizer dan alat untuk tempat hand sanitizer tanpa di sentuh, di Desa Madiredo, Pujon, Malang, Minggu (14/11/2021). (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Pandemi masih terus berlangsung menjadi keprihatinan tersendiri bagi mahasiswa Teknik Industri S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Upaya sosialisasi pentingnya menjaga protokol kesehatan, seperti perlunya menjaga kebersihan dengan mencuci tangan terus dilakukan. Bahkan mahasiswa Kampus Biru tidak hanya sekedar teori. Mereka secara langsung melakukan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat desa.

Lewat kegiatan “Bina Desa dari Mahasiswa untuk Masyarakat”, sebanyak 14 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) S-1 mengadakan penyuluhan di Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Minggu (14/11/2021) yang lalu. Ada tiga kegiatan yang dilakukan yakni, membuat hand sanitizer, membuat alat untuk tempat hand sanitizer tanpa di sentuh, dan mensosialisasikan praktik cuci tangan dengan benar menurut WHO.

Baca juga : Kaos Sablon Banyak Catat, Ini Analisa Lulusan Terbaik Teknik Industri S-1 ITN Malang

“Kegiatan ini (Bina desa) merupakan proker tiap tahun dari HMTI. Tahun ini kami fokuskan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap kebersihan diri dalam situasi pandemi covid 19. Dengan memperkuat kesadaran akan protokol kesehatan melalui pembinaan cuci tangan. Sekaligus mengajari dalam pembuatan fasilitas untuk cuci tangan,” terang Ketua HMTI S-1 ITN Malang, Moh. Aji Awwaluddin saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp beberapa waktu lalu.

Kegiatan bina desa HMTI diikuti oleh perwakilan warga desa dan dihadiri oleh Kepala Desa Madiredo. Dengan bina desa, HMTI berharap warga Desa Madirejo bisa terus meningkatkan dan menerapkan kebersihan diri mulai hal kecil, yaitu mencuci tangan dengan benar.

Warga Desa Madiredo, Pujon mengikuti pelatihan pembuatan hand sanitizer dari mahasiswa Teknik Industri S-1 ITN Malang. (Foto: Istimewa)

“Kami berharap dengan pelatihan pembuatan hand sanitizer dan pembuatan alat untuk meletakkan hand sanitizer ini bisa diterapkan, dan digunakan seterusnya oleh warga setempat,” katanya.

Pembuatan hand sanitizer dipandu oleh Ismi Lailiyah, anggota HMTI. Menurut Ismi, pembuatan hand sanitizer sangatlah mudah. Alat yang perlu disediakan antara lain: wadah, gelas ukur, suntikan dan pengaduk. “Kalau untuk bahan bisa dibeli di toko kimia ya, seperti etanol, hidrogen peroksida (H202), gliserol, dan air matang,” kata Ismi.

Baca juga : Warga Desa Panggungrejo Gondanglegi Antusias Membuat Minyak Aromaterapi dari Limbah Kulit Jeruk

Sementara untuk alat peletakan hand sanitizer tanpa sentuh dibuat dari pipa. Dengan menggunakan alat pertukangan sederhana seperti gerinda, bor dan meteran.Menurut Yeremia Krisandi Payung, cara kerja alat sangat simpel. “Cukup menginjak bagian bawah tumpuan pipa. Secara tidak langsung hand sanitizer akan keluar dengan sendirinya akibat tekanan pipa dari atas,” jelasnya. (me/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print