1

Penuh Pengalaman, Geodet ITN Malang Magang Bersertifikat di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

Hazmi Wire Hamdani, mahasiswa Teknik Geodesi S-1 ITN Malang lolos Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (Foto: Istimewa) 


Malang, ITN.AC.ID – Bangga sekaligus senang. Begitulah perasaan Hazmi Wire Hamdani, mahasiswa Teknik Geodesi S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Wire akrab disapa merupakan salah satu mahasiswa Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Sekaligus, satu-satunya mahasiswa ITN Malang yang lolos PMMB, dan telah usai menjalankan program magang selama bulan April – Oktober 2021 yang lalu.

PMMB merupakan program Kementerian BUMN melalui Forum Human Capital Indonesia (FHCI) BUMN, yang melibatkan 146 BUMN dan 300 perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia. 

Melalui program PMMB, diharapkan terjadi link & match kurikulum antara perguruan tinggi dan sektor industri. Di sisi perguruan tinggi bisa upgrade perkembangan kurikulum sesuai dengan kebutuhan industri. Sementara dari sisi mahasiswa dapat menambah wawasan, pengalaman, keterampilan, dan menciptakan SDM Indonesia unggul untuk menghadapi dunia industri yang sebenarnya.  

Kepada Humas ITN Malang, Wire mengungkapkan rasa bangga dan senang bisa magang di perusahaan BUMN. Wire menjadi salah satu dari 50 mahasiswa yang diterima magang di Semen Indonesia Group (SIG). Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi dan berbagai jurusan. Sementara Wire bersama sekitar 23 mahasiswa ditugaskan di Unit Pertambangan Kabupaten Tuban.

“Pengalaman di lapangan sangat berbeda dengan apa yang kami dapatkan di kampus. Teori-teori yang sudah saya dapatkan sebelumnya bisa langsung dipraktekkan. Saya juga mengenal berbagai macam alat, fungsi dan kelebihannya. Pekerjaan-pekerjaan yang mungkin di kampus belum dijelaskan secara detail di sana (pabrik) dijelaskan lebih detail oleh mentor. Ada pembimbing lapangan, jadi kami dibimbing dengan baik,” bebernya saat ditemui di Ruang Humas ITN Malang beberapa waktu lalu.

Mahasiswa semester 7 ini menceritakan aktivitasnya selama magang. Wire bekerja dengan job desc (deskripsi kerja) sesuai dengan keahliannya sebagai seorang geodet. Yakni di unit mining atau di tambang. Wire melakukan pekerjaan seperti, pengukuran topografi tambang, stok material yang dibutuhkan, dan lain-lain. Di unit Tuban sendiri mempunyai dua tambang, yaitu tambang tanah liat, dan tambang batu kapur.

Selain mendapatkan pengalaman dan ilmu baru, Wire juga mendapatkan relasi dan pertemanan dengan teman beda jurusan. Di sini mahasiswa membuka mindset terhadap ilmu baru di luar jurusannya. Apalagi jurusan akademik dari mahasiswa yang magang mayoritas bukan produksi. Sedangkan di perusahaan ini mereka menangani produksi.

Aktivitas Hazmi Wire Hamdani mahasiswa ITN Malang ketika magang di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Unit Pertambangan Kabupaten Tuban. (Foto: Istimewa)

“Jadi sangat menarik sekali, karena rata-rata teman-teman di jurusan (Teknik Geodesi ITN Malang) juga bertanya, ‘kok bisa jurusan geodesi magang di pabrik semen?’ Mereka kebanyakan belum mengerti, kalau ternyata di pabrik semen sendiri jurusan geodesi itu juga dibutuhkan. Geodesi bisa membantu di bagian pertambangannya,” jelas Wire.

Dengan magang lapangan, Wire juga belajar manajemen waktu dan lebih teratur, juga belajar bertanggung jawab. “Karena setiap pagi berangkat magang, sore pulang. Semua teratur, seperti itu terus setiap harinya,” lanjut mahasiswa semester 7 ini.

Wire merasa banyak sekali manfaat yang didapat selama magang. Bahkan sebagai bonus, ia juga diberi kesempatan mengikuti uji kompetensi, dengan kualifikasi Spv of Surveyor pada bagian Unit of Mining yang berlaku untuk 3 tahun. Dengan perolehan sertifikat ini Wire kedepannya lebih leluasa mengembangkan, dan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kualifikasi geodesi.

“Sebenarnya mudah sekali untuk lolos magang bersertifikat. Kemarin saya hanya menyiapkan persyaratan administrasi. Seperti, surat keterangan catatan kepolisian, surat pengantar dari kampus, CV, serta KTP. Semua pendaftaran lewat online. Apalagi untuk IPK kemarin tidak menjadi persyaratan. Kebetulan kemarin setelah persyaratan administrasi diunggah tidak ada tes lanjutan. Langsung pengumuman diterima atau tidak,” tandas mahasiswa asal Lombok ini. (me/Humas ITN Malang)