53 Tahun Usia ITN Malang, Syukuran Dies Natalis Dilakukan secara Sederhana dan Khidmat

Wujud rasa syukur Rektor ITN Malang Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE., memotong tumpeng didampingi oleh Ketua Panitia Dies Natalis ITN Malang ke-53, Ir. Maranatha Wijayaningtyas, ST., MMT., PhD., IPU., dan jajaran rektorat, di Auditorium Kampus 1 ITN Malang, Selasa (04/01/22). (Foto: Yanuar/humas)


Malang. ITN.AC.ID – Genap 53 tahun Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berkiprah dalam kancah pendidikan tinggi di Indonesia. Sebagai satu-satunya kampus teknologi di Kota Malang, Kampus Biru ITN Malang telah memberikan warna dan corak tersendiri dalam dinamika pendidikan tinggi Indonesia.

Momentum Dies Natalis ITN Malang yang bertepatan di hari Selasa, 4 Januari 2022 dirayakan dengan syukuran secara sederhana dan khidmat, di Auditorium Kampus 1 ITN Malang. Dihadiri tidak lebih dari 100 undangan dari civitas akademika, Rektor ITN Malang mengulas kembali kenangan selama 53 tahun sebagai motivasi dan penguatan visi misi ITN Malang dalam dunia pendidikan.

Mengusung tagline Get Ready for a Bright Future, Dies Natalis ITN Malang terangkai dalam beberapa kegiatan dalam satu bulan ke depan. Antara lain, lomba karya tematik program studi, lomba konten Spada, lomba tik tok, lomba brosur prodi, lomba penilaian website untuk program studi, fakultas, dan pascasarjana. Selain itu, juga akan ada kegiatan-kegiatan lainnya meliputi, pelatihan kepemimpinan, festival budaya mahasiswa dari Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM-DN) angkatan pertama, serta ditutup dengan pengukuhan profesor.

Rektor ITN Malang Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE., mengisahkan sejarah singkat Kampus Biru di tengah naik dan turunnya kondisi pendidikan di Indonesia. Dari awalnya ITN Malang berdiri tahun 1969 bernama Akademik Teknik Nasional (ATN), kemudian di tahun 1981 baru berubah menjadi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Banyak kenangan yang bisa menjadi motivasi dari perjuangan para pendahulu. Berkat kontribusi founding fathers ITN Malang, sekarang civitas akademika bisa menikmati hasil karya, dan tetap terus berlomba meneruskan perjuangannya.

“ITN Malang perkembangannya sangat luar biasa. Saya dan beberapa senior lainnya adalah orang-orang pertama yang dikuliahkan oleh ITN Malang tahun 1989. Tahun itu bukan tahun yang mudah seperti sekarang. Kami saat itu 7 orang dikirim ke dua universitas dan hanya dibekali uang 125 ribu rupiah. Sangat luar biasa perjuangannya. Sehingga sekarang kami hanya satu tekad. Kami ingin meneruskan cita-cita para pendiri untuk membangun ITN Malang kedepan. Dan, kita semua boleh bangga, bahwa 40 persen dosen kita sekarang sudah bergelar doktor. Tahun 2021 ada 5 doktor, dan terbaru bulan Januari ini ditambah satu doktor lulusan Taiwan,” jelas Prof Lomi akrab disapa.

Tekad meningkatkan kualitas pendidikan yang diupayakan oleh para pendahulu ITN Malang terus dilakukan oleh generasi penerus. Sehingga ITN Malang tetap pada posisi yang membanggakan. Ini terbukti di akhir tahun 2021 ITN Malang peringkat 7 nasional Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (Simkatmawa) 2021 dari sekitar 4.600 perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Belum lagi prestasi mahasiswa baik akademik maupun non akademik. Bulan November 2021 yang lalu ITN Malang juga dinobatkan rangking 1 perguruan tinggi kategori institut di lingkungan Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur.

“Prestasi ini adalah prestasi kita semua. Mulai dari level jurusan, fakultas dan didukung oleh lembaga. Kita harus terus membangun komunikasi sehingga ITN lebih baik dari kemarin. Bila selama 2021 kampus penuh dengan suka cita, dan duka cita, mari kita semua berharap di tahun 2022 kita diberi kesehatan yang baik. Sehingga bisa melakukan kegiatan dengan baik, produktif, dan berprestasi,” ujar Prof Lomi memberi semangat.

Baca juga : Institut Terbaik, ITN Malang Sukses Pertahankan Anugerah Kampus Unggulan (AKU) 2021

Menurut Ketua Panitia Dies Natalis ITN Malang Ir. Maranatha Wijayaningtyas, ST., MMT., PhD., IPU., semua capaian prestasi ITN Malang selama 53 tahun menunjukkan sumber daya manusia yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang membanggakan. Selama dua tahun menghadapi situasi pandemi covid-19, dimana kampus mengikuti kebijakan pembelajaran secara luring. Merubah proses pendidikan dengan adaptasi baru dan kesehatan sebagai syarat utama, tetap membuat ITN Malang optimis dan semangat.  

“Semua capaian ini tidak lepas atas dukungan dari civitas dan alumni. Kami harapkan civitas dan alumni juga turut berpartisipasi penuh dalam menyemarakkan kegiatan Dies Natalis ITN Malang yang ke-53. Semoga kualitas hidup dalam tatanan baru mampu meningkatkan sinergitas, kinerja, serta kolaborasi untuk mencapai ITN tetap jaya dan maju,” tandas Sekretaris Program Pascasarjana ITN Malang ini.  

Ketua Yayasan P2PUTN Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT, memberikan sambutan pada dies natalis ITN Malang ke-53. (Foto: Yanuar/humas)

Ketua Yayasan P2PUTN Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT, yang hadir bersama pengurus turut memberi penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua yang telah berbakti dan mengabdi kepada ITN Malang. Baik tenaga pendidik dan kependidikan, dan seluruh civitas akademika yang telah mengharumkan nama ITN Malang. 

Sebagai perguruan tinggi teknik swasta tertua di Jawa Timur diharapkan ITN Malang cukup matang dalam menghadapi tantangan ke depan yang cukup berat dan kompleks. Terutama dalam perannya ikut serta membangun masyarakat.

Diharapkan ITN Malang bisa menjadi trendsetter, menjadi penentu dan diperhitungkan secara nasional. Dan menurut Kartiko bibit-bibit tersebut sudah muncul. Saat ini ITN Malang sudah mulai dikenal tidak hanya oleh pimpinan daerah tingkat 1, bahkan tingkat 2, dan nasional.

“Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana mewujudkan visi ITN Malang di masa depan. Perkembangan politik dan perekonomian baik nasional maupun dunia yang dinamis sangat mempengaruhi. Seperti perkembangan teknologi informasi yang mengubah wajah dunia termasuk dunia pendidikan kita. Mari bersama-sama meningkatkan peran dalam mewujudkan masa depan ITN Malang,” ajak Kartiko.

Baca juga : ITN Malang Peringkat 7 Nasional Simkatmawa 2021

Menurut Kartiko, ITN Malang harus mampu meningkatkan pembelajaran baru, melayani kemajuan sosial ekonomi dan prioritas masyarakat lainnya dengan tetap menghormati identitas budaya dan sosial. Serta harus mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Pakar keilmuan dalam bidangnya yang berbasis teknologi, serta memiliki karakter unggul yang smart and excellent.

“Secara luas perlu para pelaku dan pengelola pendidikan di ITN Malang yang responsif, competent, dan mampu mengevaluasi secara teratur dengan mekanisme internal dan eksternalnya. Serta efektivitas standar operasional prosedur harus dijalankan, diawasi, dan akan dikontrol bersama dengan SPI dan dewan pengawas,” tandasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print