Mahasiswa Teknik Kimia Peringati Isra Mikraj dengan Berbagai Kegiatan di Panti Asuhan

M. Jamilulchal (baju kuning duduk) dan mahasiswa Teknik Kimia S-1 ITN Malang (berdiri), bersama adik-adik Panti Asuhan Darussalam Singosari, Sabtu (05/3/2022). (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Peringatan Isra’ Mi’raj 1443 H menjadi momentum membangun serta meningkatkan Hablum Minallah wa Hablum Minannas. Tema inilah yang diusung oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Peringatan Isra’ Mi’raj yang jatuh pada tanggal 27 Rajab 1443 Hijriyah atau tepatnya pada tanggal 28 Februari 2022 baru bisa dilaksanakan oleh mahasiswa Teknik Kimia pada Sabtu (05/3/2022). Bertempat di Panti Asuhan Darussalam Singosari, sebanyak 25 mahasiswa Teknik Kimia, dan beberapa dosen memperingati isra mi’raj dengan berbagai kegiatan.

Kaprodi Teknik Kimia S-1 ITN Malang, Mohammad Istnaeny Hudha, ST MT., mendorong peringatan isra’ mi’raj untuk meneladani suri teladan Nabi Muhammad SAW. Diantaranya dalam berkasih sayang dengan saudara. “Maka, himpunan bersama prodi memperingati isra miraj dengan melakukan bakti sosial ke Panti Asuhan Darussalam di Singosari,” ujar Istnaeny saat ditemui di kampus 1 ITN Malang, Kamis (17/3/2022).

Dengan bakti sosial diharapkan mahasiswa semakin berempati, dan memberi dukungan moril kepada saudara-saudara yang berada di panti asuhan. Menurut dosen Teknik Kimia ITN Malang ini, mahasiswa juga bisa menghibur adik-adik panti agar mereka tidak merasa terpinggirkan.

Baca juga : 30 Lembaga Sosial dan Pendidikan jadi Sasaran Duta Mahasiswa Satgas Covid-19 ITN Malang

“Tidak hanya menghibur ya, mahasiswa juga memberikan informasi edukatif kepada adik-adik panti. Karena mahasiswa di panti juga mengadakan kegiatan game edukatif, serta istigasah (doa bersama), untuk memohon pertolongan dari Allah agar terhindar dari marabahaya, penyakit, dan lain-lain,” jelasnya.

Mahasiswa Teknik Kimia S-1 ITN Malang ketika melakukan game edukatif bersama salah satu adik panti asuhan. (Foto: Istimewa)

Dihubungi terpisah, koordinator bakti sosial HMTK M. Jamilulchal mengatakan, kegiatan baksos dan peringatan isra miraj ke panti asuhan untuk menjaga dan mempererat tali silaturahmi antar umat beragama, dan dengan masyarakat. Selain itu, juga untuk meningkatkan dan mempererat keimanan dalam diri mahasiswa. Dan dapat meneladani serta mengamalkan suri tauladan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Umumnya, peringatan isra’ mi’raj dilakukan dengan menggelar pengajian. Maka, kali ini kami melakukan dengan bakti sosial ke panti asuhan. Agar dapat mengimplementasikan secara langsung hikmah dibalik peristiwa isra’ mi’raj,” ucap mahasiswa asal Pasuruan ini saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp.

Selain menyerahkan bantuan berupa sembako, peralatan mandi, dan baju layak pakai. HMTK juga mengadakan kegiatan istigasah, dan ice breaking. Ice Breaking adalah suatu kegiatan yang dilakukan agar bisa mencairkan suasana yang ada. Biasanya dalam bentuk game.

Baca juga : Mesin Grinder Jamu Buatan Dosen ITN Malang, Bantu Tingkatkan Pendapatan Warga Desa Gunungrejo, Malang

Bukan kali pertama HMTK melakukan kegiatan di panti asuhan. Sehingga mahasiswa Teknik Kimia yang ikut baksos dengan mudah mencairkan suasana dan menghibur adik-adik panti asuhan.

“Ini terlihat pada saat sesi ice breaking semua warga panti sangat bersemangat. Dari yang paling kecil hingga yang paling besar, dan semuanya berani untuk mengekspresikan kegembiraannya,” cerita Ilul sapaan akrab M. Jamilulchal. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu dan membahagiakan bagi warga panti. (me/Humas ITN Malang)

image_pdfimage_print