1

PKKMB ITN Malang Siap Menyambut Mahasiswa Baru dengan Humanis

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama ITN Malang, Ir. Fourry Handoko, Ph.D, IPU.


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang siap menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2022/2023 dengan humanis. Menjadi mahasiswa baru (maba) artinya memasuki fase kehidupan baru melalui perguruan tinggi. Yang tentunya jauh berbeda dengan kehidupan saat masih menjadi pelajar. Untuk itu Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ITN Malang menjadi pintu gerbang maba melewati proses peralihan menjadi mahasiswa dewasa, dan mandiri untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

PKKMB ITN Malang yang dulunya bernama Ospek ITN Malang (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) menjadi momen yang tepat untuk menyampaikan informasi mengenai sistem pendidikan di perguruan tinggi, baik bidang akademik maupun non-akademik. Sesuai dengan tujuan umum PKKMB tahun 2022 adalah untuk memberikan  pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan  kampus dan sistem pendidikan di perguruan tinggi (Future-ready Mindset for Tomorrow People).

Untuk itu, ITN Malang telah menyiapkan serangkaian kegiatan PKKMB. Digelar secara luring PKKMB ITN Malang akan dimulai dengan kegiatan Pra PKKMB pada Sabtu, 10 September 2022; PKKMB universitas Senin-Kamis, 12-15 September 2022; serta PKKMB fakultas dan prodi pada Jumat-Sabtu, 16-17 September 2022. Dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan Covid-19. Serta sudah vaksinasi lengkap dan booster COVID-19, atau terdaftar dalam PeduliLindungi.

Baca juga : Meriah! Game Outbound Eratkan Mahasiswa Baru

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama ITN Malang, Ir. Fourry Handoko, Ph.D, IPU, menekankan PKKMB ITN Malang akan mengikuti arahan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI).

Mahasiswa ITN Malang Rindam V/Brawijaya Malang bersemangat mengikuti PKKMB Tahun 2019.

“ITN Malang patuh terhadap aturan-aturan yang diberikan kemendikbud ristek. PKKMB juga memfasilitasi kebutuhan informasi mahasiswa terhadap kampus, serta menguatkan karakter-karakter bagi mahasiswa untuk menyongsong perkuliahan selama kurang lebih empat tahun di ITN Malang,” ujar Fourry saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Selasa (23/8/2022).

Menurut Fourry, ITN Malang telah menyiapkan enam poin materi PKKMB. Yakni, kehidupan berbangsa, bernegara, dan pembinaan kesadaran bela negara; sistem pendidikan tinggi di Indonesia; perguruan tinggi di era  revolusi industri 4.0 dan kehidupan kampus pada masa pandemi; kesadaran lingkungan hidup, manajemen risiko, dan kampus sehat; pengembangan karakter mahasiswa sebagai intelektual dan anti kekerasan (anti perundungan); dan materi lain yang dipandang perlu sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan perguruan tinggi (muatan lokal).

“Inikan pengenalan kampus, tentu poin-poin tersebut menjadi hal utama yang diberikan kepada mahasiswa. Diluar itu (enam poin) tentu ITN Malang akan memberikan materi tambahan untuk menguatkan kemampuan mahasiswa, seperti kerja secara tim, serta hal-hal dasar tentang perkuliahan. Sehingga, mereka semakin siap dan mantap kuliah di jurusan yang mereka pilih,” terangnya.

Selain ke enam poin tersebut ITN Malang juga akan memberikan materi bela negara dan kedisiplinan bekerjasama dengan Rindam V/Brawijaya Malang. Juga akan ada pengenalan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Diharapkan mahasiswa bisa menyalurkan bakat dan minat mereka terhadap organisasi, olah raga, seni dan budaya. Dan, untuk memeriahkan PKKMB maba juga akan diminta memakai pakaian adat daerah masing-masing.

“Sudah menjadi budaya di ITN Malang saat PKKMB memakai baju adat. Sehingga antar mahasiswa saling kenal adat masing-masing. Nanti, kami juga akan menghadirkan alumni untuk memberikan success story. Alumni ITN Malang banyak yang sudah berpengalaman dalam bidangnya masing-masing baik di pemerintahan, perusahaan, BUMN, dan lain sebagainya. Yang perlu ditekankan dalam PKKMB ITN Malang tidak ada perpeloncoan baik di institusi, maupun prodi,” tegasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)