1

Maba ITN Malang Dikenalkan Fasilitas Kampus

Salah satu maba ITN Malang bertanya tentang materi yang diberikan pada PKKMB Gigantik ITN Malang 2022. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Gigantik, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang resmi digelar di Kampus 1 ITN Malang. Berbagai materi telah disiapkan untuk menyambut 800 mahasiswa baru (maba). Digelar secara luring selama lima hari mulai Senin-Kamis, 12-15 September 2022, dan Sabtu 17 September 2022.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama ITN Malang, Ir. Fourry Handoko, Ph.D, IPU, menyampaikan, PKKMB yang dulunya bernama Ospek ITN Malang (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) semua materi mengikuti arahan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI).

Ada enam poin utama materi PKKMB. Yakni, sistem pendidikan tinggi di Indonesia; anti narkoba; anti korupsi dan radikalisme; riset, inovasi dan perkembangan teknologi di era metaverse; generasi muda no cyber bullying; dan kampus sehat.

“Materi PKKMB sudah ada panduannya. Ada materi internal kampus, dan eksternal. Sehingga maba bisa benar-benar mendapat informasi tentang ITN Malang. Untuk tugas-tugas PKKMB juga terkait materi-materi tersebut,” tutur Fourry di hadapan awak media.

Baca juga: PKKMB Gigantik ITN Malang Sambut 800 Mahasiswa Baru

Untuk materi internal kampus akan diberikan oleh masing-masing biro seperti, kegiatan akademik (BAAK, dan Pustik), kegiatan administrasi (BAUK), kegiatan kemahasiswaan, informasi beasiswa, pembiayaan kuliah, hubungan mahasiswa internasional, pusat karir, SPADA, dan informasi pascasarjana.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk menanamkan rasa kebangsaan, dan bela negara ITN Malang bekerjasama dengan Rindam V/Brawijaya Malang. Secara khusus panitia mengundang langsung Rindam V/Brawijaya ke kampus untuk memberi materi kehidupan berbangsa, bernegara, dan pembinaan kesadaran bela negara.

Kika: Wakil Rektor III ITN Malang, Ir. Fourry Handoko, Ph.D, IPU; Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE, dan Wakil Rektor I, Dr. F. Yudi Limpraptono, ST. MT. (Foto: Humas ITN Malang)

Mengukuhkan keberadaan ITN Malang sebagai kampus nasional, hari kedua PKKMB Gigantik mewajibkan peserta, dan panitia mengenakan pakaian adat sebagai simbol bahwa Kampus Biru sangat menerima keberagaman.

“Pakaian adat masing-masing daerah ini untuk menunjukkan bahwa keberagaman sangat diterima di ITN Malang. Dan, (mahasiswa) diberi kesempatan yang sama tanpa membedakan asal, suku, dan agama,” imbuhnya.

ITN Malang selama ini terkenal dengan prestasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Untuk mengembangkan bakat dan minat maba PKKMB Gigantik juga memberikan kesempatan kepada UKM untuk memberikan informasi, baik secara materi, dan juga dalam gelaran UKM Expo.

“Kami (ITN Malang) mempunyai UKM. Mereka akan memberikan informasi pada maba terkait program kerja dan prestasi-prestasinya,” katanya.

Baca juga : PLTS ITN Malang jadi Wisata Edukasi

Fourry menambahkan, institusi juga akan memantau kegiatan maba dalam UKM. Selama satu tahun kedepan maba tidak diperkenankan ikut serta mengikuti kegiatan UKM di luar kampus tanpa sepengetahuan institusi.

“Sejak 2019 kami tidak mengijinkan maba kegiatan di luar kampus selama satu tahun. Maba sementara kegiatan hanya di dalam kampus. Ini untuk mengantisipasi peluang terjadi pressure,” tutupnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)