Back

Fakta Seru FTI CUP 2026: Informatika Menang Jumlah Tim, Teknik Mesin Borong Gelar Juara

Teknik Mesin S-1 ITN Malang memborong juara satu di cabor basket, bola voli, mini soccer, dan bulutangkis FTI CUP 2026. (Fot: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Gelaran FTI CUP 2026 akhirnya resmi berakhir dengan sukses. Kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari enam program studi, dosen, dan tenaga kependidikan, di lingkungan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) terbukti ampuh menyuntikkan energi positif bagi warga kampus. Efeknya pun langsung terasa nyata pasca turnamen, area olahraga di Kampus 2 ITN Malang mendadak ramai dan jadi magnet tempat berkumpul yang baru.

Teknik Mesin S-1 ITN Malang memborong juara satu di cabor basket, bola voli, mini soccer, dan bulutangkis FTI CUP 2026. (Fot: Istimewa)

Alhamdulillah, tujuan FTI CUP untuk mempererat kebersamaan dan membangun suasana yang lebih akrab antar mahasiswa benar-benar dapat dirasakan. Bahkan dampaknya masih terlihat hingga sekarang. Setelah FTI CUP berlangsung, antusiasme mahasiswa terhadap kegiatan olahraga semakin meningkat. Pada sore hari lapangan voli sering ramai digunakan oleh mahasiswa dari berbagai prodi. Lapangan basket juga kerap dipenuhi mahasiswa yang bermain bersama, lapangan mini soccer kembali aktif dan menjadi sarana berkumpul yang positif bagi mahasiswa,” ujar Arsellya Dwi Anggara, mahasiswa Teknik Informatika yang dipercaya sebagai koordinator pelaksana saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (18/06/2026).

FTI CUP 2026, cabor mini soccer di Kampus 2 ITN Malang. (Foto: Istimewa)

Menariknya, kompetisi yang melombakan tujuh cabang olahraga ini tidak memperebutkan gelar juara umum. Arsellya menegaskan, fokus utama acara memang murni untuk mendongkrak partisipasi mahasiswa dan membangun iklim kompetisi yang sehat. Dari segi antusiasme, Teknik Informatika S-1, sukses menjadi prodi dengan pendaftar tim terbanyak sekaligus satu-satunya prodi yang mengirimkan perwakilan lengkap di semua cabor. Namun di atas lapangan, dominasi juara rupanya sukses diborong oleh tim dari Teknik Mesin S-1.

Dio Verry Dermawan, salah satu punggawa tim Teknik Mesin yang turun di cabang basket dan mini soccer, mengaku sangat menikmati keseruan turnamen ini. Walau sempat merasa persaingannya intens karena menjadi edisi perdana, kekompakan mahasiswa Mesin berhasil membawa mereka menyapu bersih gelar juara satu di bidang basket, bola voli, mini soccer, dan bulutangkis.

“Rasanya senang dan seru sekali, karena bisa bertanding dengan prodi lain di luar agenda tahunan kami (Mesin Cup). Rivalitas itu hanya terjadi di lapangan, di luar itu kami tetap teman satu naungan. Semuanya part of game saja setelahnya ya selesai tanpa musuhan,” ujar Dio.

Baca Juga: Siap Tanding di FTI CUP 2026! Ajang Unjuk Bakat Sekaligus Peresmian Mini Gym Baru Kampus 2

Ia juga menambahkan, kemenangan besar ini sukses membuat stres mereka hilang. “Ini efektif banget buat menghilangkan stres sebelum menghadapi UAS. Menang banyak juara begini membikin kami makin semangat buat ujian,” candanya mantap membawa jargon “Mesin Solid”.

Senada dengan rekan satu prodinya, Kharisma Galang Wibisono, mahasiswa Teknik Mesin, menuturkan, ia turun di cabang olahraga badminton dan voli bersama teman-teman. Menurutnya, atmosfer pertandingan tidak terlalu sengit karena hanya diikuti oleh internal FTI. Kharisma berharap ke depannya FTSP juga bisa dilibatkan agar perlombaan semakin seru.

“Seperti yang diajarkan oleh coach saya dulu waktu diklat, mau dia teman atau bukan ‘kita hanya musuh di lapangan’. Ketika pertandingan selesai kita tetap saling rangkul, menjaga etika dan menjunjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Aldion Julian Saputra, mahasiswa Teknik Elektro S-1 yang membagi fokusnya sebagai panitia sekaligus atlet tarik tambang putra dan esports Mobile Legends. Meski harus puas membawa pulang gelar juara 2 untuk kedua cabor tersebut, Aldion mengaku puas dan bangga.

Baca Juga: ITN Malang dan Pakar RMIT Vietnam Bedah Masa Depan AI dan Transformasi Digital

“Sejak awal kami ikut lomba tujuannya memang untuk bersenang-senang dan menjalin kebersamaan dengan mahasiswa prodi lain. Pas final memang tensinya jadi kompetitif banget karena semua ingin memberi yang terbaik. Tapi kami tetap menjunjung tinggi sportivitas,” tutur Aldion. Baginya, FTI CUP adalah sarana refreshing yang pas di tengah padatnya jadwal kuliah, asalkan mahasiswa tetap pintar membagi waktu dengan persiapan ujian.

Di balik layar kesuksesan manajemen jadwal kompetisi yang singkat (12, 13, dan 15 Juni), Arsellya membocorkan bahwa kunci kelancaran panitia gabungan dari Teknik Informatika, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Industri ini adalah pemanfaatan teknologi. Mereka sengaja merancang website khusus FTI CUP 2026 yang mengintegrasikan pendaftaran, jadwal, hingga hasil pertandingan dalam satu platform digital, sehingga koordinasi tetap efisien di tengah kesibukan menjelang UAS.

FTI CUP 2026. Serunya lomba tarik tambang antara mahasiswa melawan dosen. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)

“Terima kasih untuk seluruh panitia, peserta, dan suporter yang mendukung penuh. Kami juga meminta maaf jika masih ada kekurangan selama pelaksanaan. Semoga FTI CUP bisa terus konsisten menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan untuk merawat rasa kekeluargaan mahasiswa FTI,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023