
Bukan Hanya Jago Coding, Mahasiswa ITN Malang Diajak Kuasai Docker Agar Aplikasi Tidak hanya Jalan di Laptop Sendiri
Himpunan Teknik Informatika (HATI), menggelar Seminar Umum Docker 2026 “Build Your Own Application That Can Run Anywhere”
Malang, ITN.AC.ID – Pernah membuat aplikasi yang lancar jaya saat dicoba di laptop sendiri, tapi mendadak error total pas dipasang di server? Masalah klasik ini rupanya menjadi alasan kuat bagi Himpunan Teknik Informatika (HATI), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) untuk menggelar Seminar Umum Docker 2026 secara daring pada Sabtu (27/06/2026). Mengusung tema “Build Your Own Application That Can Run Anywhere”, agenda ini sengaja dihadirkan untuk mengenalkan teknologi containerization, sebuah keahlian yang sangat dicari di industri digital namun masih jarang dikupas mendalam di perkuliahan.
Ketua HATI ITN Malang, Arsellya Dwi Anggara, mengungkapkan, keresahan ini dirasakan oleh mahasiswa. Banyak yang sudah mahir membangun sistem atau aplikasi, tetapi bingung bagaimana cara mendistribusikannya secara stabil di berbagai perangkat yang berbeda.
“Kami melihat banyak mahasiswa sudah mampu membangun aplikasi, tetapi masih berfokus pada proses coding tanpa memahami bagaimana aplikasi tersebut dapat dijalankan secara konsisten. Padahal, tantangan di industri tidak berhenti sampai di sana,” ujar Arsellya saat dihubungi lewat sambungan Whatsapp beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Bikin Lampu Jalan Otomatis, Belasan Siswa SMK Ditantang Bongkar Pasang “Otak” Perangkat IoT di ITN Malang
Menurutnya, antusiasme acara ini terbilang luar biasa. Hanya dalam waktu kurang dari seminggu, hampir 100 peserta mendaftar. Menariknya, sekitar 35% diantaranya merupakan peserta umum dan mahasiswa dari luar kampus, seperti Universitas Airlangga, ITS, Telkom University, bahkan hingga praktisi dari instansi Pemerintah Provinsi Bali.
Himpunan Teknik Informatika (HATI), menggelar Seminar Umum Docker 2026 “Build Your Own Application That Can Run Anywhere”.
Demi memberikan gambaran nyata, HATI ITN Malang menggandeng PT Digdaya Olah Teknologi (DOT) Indonesia, sebuah software house ternama. Sebagai pemateri utama adalah Bayu Agil Prananda, Backend Engineer di perusahaan tersebut.
Bayu menjelaskan dengan gamblang mengapa Docker kini menjadi menu wajib yang harus dikuasai calon lulusan informatika. Menggunakan analogi yang menggelitik, ia membandingkan perbedaan Virtual Machine (VM) konvensional dengan Docker.
“Kalau VM itu ibarat setiap penumpang harus naik mobil sendiri-sendiri, nah kalau Docker ini semua penumpang naik satu bus yang sama, tetapi tetap duduk di kursinya masing-masing. Karena berbagi sistem operasi dan bukan hardware, Docker jadi jauh lebih ringan, cepat, dan hemat memori,” papar Bayu penuh semangat.
Bayu Agil Prananda, Backend Engineer PT Digdaya Olah Teknologi (DOT) Indonesia memberikan materi pada Seminar Umum Docker 2026 HATI ITN Malang.
Di PT DOT Indonesia sendiri, Docker sudah menjadi makanan sehari-hari tim engineer mulai dari tahap awal pengerjaan, pengujian otomatis, hingga aplikasi siap dirilis ke server cloud. Bayu menilai kurikulum kampus sebenarnya sudah sangat kuat dalam membangun fondasi logika mahasiswa, namun mereka tetap harus aktif mengeksplorasi tren teknologi lewat komunitas dan seminar semacam ini agar tidak ketinggalan ritme industri.
Tidak sekadar teori, seminar ini juga langsung menantang peserta lewat sesi live demo penyusunan Dockerfile dan Docker Compose. Dalam sesi ini, Bayu membagikan tiga dosa besar atau kesalahan umum yang paling sering dilakukan oleh para pemula:
Asal Pilih Base Image: Kebiasaan memakai image sistem operasi bawaan yang ukurannya bergiga-giga, padahal cukup menggunakan versi minimalis seperti alpine atau slim agar lebih hemat memori.
Kebocoran File .env: Kecerobohan fatal seperti membiarkan password database atau API key penting ikut terunggah ke repositori publik seperti GitHub.
Lupa Mengatur Volume: Mengabaikan konfigurasi Docker Volume yang membuat seluruh data di dalam database otomatis lenyap ketika kontainer dimatikan.
Baca Juga : Bukan Main Game, Mahasiswa Bisnis Digital ITN Malang Ramai-Ramai Pantau Pergerakan Emas Global Lewat HP
Sebagai langkah lanjutan, Bayu menyarankan mahasiswa yang sudah paham dasar Docker untuk mulai mempelajari praktik CI/CD seperti GitHub Actions dan memperkuat pemahaman jaringan dasar (networking). Di akhir sesi, ia memberikan suntikan motivasi yang membakar semangat para peserta.
“Pesan saya cuma satu: jangan biarkan project atau aplikasi keren yang kalian buat hanya bisa jalan di laptop sendiri. Mulailah bangun portofolio yang bisa diakses publik. Jangan pernah takut menghadapi error, karena justru dari sanalah skill kita sebagai Software Engineer diasah,” pungkas Bayu.
Melihat kesuksesan agenda daring yang interaktif ini, HATI ITN Malang berencana menjadikan seminar teknologi sebagai program rutin. Ke depan, mereka bersiap membidik topik-topik hangat lain seperti Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing, Cyber Security, hingga DevOps demi terus menjembatani kebutuhan akademik dengan realita dunia kerja profesional. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Himpunan Teknik Informatika (HATI), menggelar Seminar Umum Docker 2026 “Build Your Own Application That Can Run Anywhere”.

