Back

Sengit! 16 Tim Robotik Adu Cepat di ITN Malang Demi Borong Beasiswa DPP 100%

Panitia Line Tracer Competition Vol. 3 Teknik Elektro ITN Malang sedang mengecek robot Line Tracer peserta lomba. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Aula Kampus 1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) mendadak riuh dan tegang pada Sabtu (11/07/2026). Belasan robot rakitan tampak beradu cepat meliuk-liuk lincah membelah lintasan rumit berukuran 6 x 4 meter yang dihiasi lambang komponen elektronika. Suasana sengit ini menjadi bagian dari kemeriahan Line Tracer Competition Vol. 3 2026, Ganesha Robotic Competition, yang mengangkat tema “Trace The Line, Define Your Future”.

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., PhD., membuka Line Tracer Competition Vol. 3 Teknik Elektro ITN Malang di Aula Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Gelaran tahunan besutan Himpunan Mahasiswa Elektro (HME), Teknik Elektro S-1 ITN Malang bersama Komunitas Robotika ini sukses menyedot perhatian pelajar SMA/SMK se-Jawa Timur. Tercatat ada 16 tim dari 8 sekolah yang datang membawa robot andalan mereka, mulai dari MAN 1 Nganjuk, MA Tarbiyatul Wathon Gresik, SMAN 1 Durenan, SMAS Assaadah Bungah Gresik, MAN 1 Pasuruan, SMA Brawijaya Smart School Malang, SMKS Brantas Karangkates, hingga SMKN 3 Bangkalan. Setiap tim diperkuat oleh maksimal 3 orang kreator muda.

Kabar baiknya, para pemenang tidak hanya membawa pulang trofi gengsi. Selain dana pembinaan berupa uang tunai, ITN Malang juga menyediakan “karpet merah” berupa potongan DPP sebesar 100% bagi Juara 1, 2, dan 3 yang ingin melanjutkan studi di Kampus Teknologi dan Inovasi ini.

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., PhD., saat membuka langsung acara ini mengaku bangga melihat antusiasme para peserta. “Ada 16 peserta dari SMA/SMK se-Jawa Timur, dan kami berencana lomba line tracer ini terus kami tingkatkan skalanya sampai tingkat nasional. Mudah-mudahan teman-teman yang berpartisipasi bisa maksimal menampilkan karyanya, inovasinya, dan mendapat hasil yang terbaik,” ujar Rektor.

Baca Juga: ITN Malang Kantongi Lisensi Resmi Software Siemens, Modal Kuat Lulusan Terserap Dunia Kerja

Lebih lanjut, rektor menjelaskan, ITN Malang khususnya Teknik Elektro yang sudah mengantongi Akreditasi Unggul berkomitmen penuh untuk terus mewadahi inovasi robotika. Prodi Teknik Elektro juga didukung penuh oleh jaringan alumni yang kuat serta fasilitas laboratorium canggih seperti Cisco Academy, Lab IoT, dll.

“Kami berharap event ini menjadi perkenalan kita di Kampus 1 ITN Malang, kami masih punya Kampus 2 yang lebih luas lagi. Semoga teman-teman SMA/SMK lebih tertarik dan bisa bergabung dengan kami di tahun depan. Jangan ragu bergabung dengan Teknik Elektro ITN Malang,” ajak Rektor.

Kemeriahan pembukaan ajang ini turut disaksikan oleh Wakil Rektor 3 ITN Malang Dr. Hardianto, ST., MT., Dekan FTI, Dr. Eng. Ir. Komang Somawirata, ST., MT., serta Sekretaris Program Studi Teknik Elektro S-1 Sotyohadi, ST., MT., beserta jajaran dosen.

Tingginya antusiasme peserta kompetisi ini juga diakui oleh Ifandi Darmawansyah, koordinator acara. Pihak panitia sebenarnya membuka pendaftaran untuk skala se-Jawa sejak Mei lalu, namun terpaksa membatasi kuota karena durasi lomba yang padat.

Baca Juga: Buka Welding Center, ITN Malang Langsung Gandeng Industri untuk Produksi Bareng di Kampus

“Karena waktunya hanya satu hari lomba, maka kami batasi 16 tim. Ada sekolah yang mendaftar lebih dari satu tim, dan kami batasi maksimal satu sekolah tiga tim. Jadi kemarin kami dengan berat hati sempat menolak 2 sampai 3 tim karena kuota sudah penuh,” ungkap mahasiswa angkatan 2023 ini.

Ifandi menambahkan, kompetisi tahun ini membawa banyak evaluasi dari tahun lalu demi meningkatkan kualitas kompetisi. Salah satunya adalah pembaruan pada desain sirkuit lintasan.

“Evaluasi dari tahun lalu, untuk start-nya beda, finish-nya sama. Sekarang kami buat semua berbeda, untuk antisipasi agar tidak terjadi tabrakan robot. Kemarin sirkuitnya juga terlalu besar, sekarang lebih kecil ukuran 6 x 4 meter tapi agak rumit, ada lambang komponen-komponen elektronikanya. Lintasan ini sengaja dirancang agar peserta bisa berkembang, berkreativitas, dan inovatif di bidang robotika,” jelasnya.

Para peserta Line Tracer Competition Vol. 3 2026, Teknik Elektro ITN Malang adu kebolehan di dalam arena lomba. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Sistem perlombaan kali ini menggunakan format battle adu kecepatan dengan total waktu pertandingan 8 menit per gim. Di babak penyisihan 16 besar, peserta dibagi ke dalam 4 grup dengan sistem win-point. Dua tim terbaik dari setiap grup berhak melaju ke babak 8 besar yang menggunakan sistem gugur (knockout) dengan format Best of 3 (BO3). Sementara itu, ketegangan memuncak di babak perebutan juara ketiga dan Grand Final yang menggunakan sistem Best of 5 (BO5).

Setiap robot dinilai berdasarkan kecepatan menyapu titik check point merah (bernilai 10 poin per titik) hingga menyentuh garis finish dengan total poin maksimal 80. Jika robot keluar jalur, mereka harus mengulang dari titik check point sebelumnya tanpa menghentikan waktu perlombaan yang terus berjalan.

“Semoga tahun depan lebih seru lagi, dan kami bisa memfasilitasi semua peserta yang mendaftar,” pungkasnya.

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023