Back

Dari Pusing Skripsi ke Podium Kontes: Kisah Timo, Mahasiswa Mesin S-1 ITN Malang Sabet Juara Modifikasi di Nganjuk

Dibyokaryono Timoteus, mahasiswa Teknik Mesin S-1, ITN Malang bersama motor kesayangannya Honda Megapro Hiu modifikasi. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Bagi sebagian mahasiswa, meredakan stres menjelang sidang akhir mungkin cukup dengan nongkrong di kafe atau tidur seharian. Namun, tidak bagi Dibyokaryono Timoteus. Mahasiswa Teknik Mesin S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) yang akrab disapa Timo ini memilih cara ekstrem dengan membawa motor modifikasinya ke arena kontes dan pulang membawa piala.

Di tengah ketatnya persaingan melawan ratusan modifikator handal Jawa Timur, Timo sukses menyabet Juara 4 Kelas Seri Modifikasi (GL 100, GL Pro, MP, Tiger) dalam ajang 1 Dekade CB Prambon Nganjuk 2026 yang digelar di Bendungan Waruturi, Kediri, pada Juni 2026 lalu. Menariknya, aksi nekat ini ia lakukan bersama rekan seperjuangan skripsi.

“Kami ini teman ngerjain skripsi bareng, pusing bareng, berlima. Jadi kemarin sebelum seminar hasil dan sebelum sidang, kami ikut kontes dulu. Ya, ibaratnya buat refreshing sebelum ujian akhir,” seloroh Timo saat ditemui di Kampus 2 ITN Malang beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Dari Iseng Jadi Juara: Kisah Vincent, Mahasiswa Mesin ITN Malang Borong Dua Trofi di Porkab Sidoarjo

Untuk memperkuat performa di lapangan, Timo memboyong tim support yang tak lain adalah teman satu angkatannya di Teknik Mesin ITN Malang. Yakni: M. Reza Caesar Ary, Moch. Naufal Zaky R., Gary Gamawanto, dan Farrel Aditya Pramono.

“Herex” Berkelas Berbiaya Puluhan Juta

Motor yang membawa Timo naik podium adalah Honda Megapro Hiu yang disulap menjadi gaya Herex (racing touring). Garapan motor ini tidak main-main. Timo menghabiskan dana hingga puluhan juta rupiah. Nominal yang sangat besar untuk ukuran kantong mahasiswa. Untuk menyiasatinya, Timo memutar otak. Selain memakai tabungan pribadi, ia juga berhasil menggaet sponsor dari beberapa bengkel modifikasi.

Honda Megapro Hiu milik Dibyokaryono Timoteus, mahasiswa Teknik Mesin S-1, ITN Malang saat mengikuti Kelas Seri Modifikasi (GL 100, GL Pro, MP, Tiger), 1 Dekade CB Prambon Nganjuk 2026. (Foto: Istimewa)

Salah satu part paling istimewa dari motornya adalah bagian begel (behel) belakang. Timo mendesain sendiri komponen tersebut menggunakan software SolidWorks yang ia pelajari di bangku kuliah.

“Behelnya itu menarik, kayaknya di Indonesia baru saya yang punya. Setiap ada kontes selalu saya amati (punya lawan), belum ada yang kembar. Behelnya sendiri habis 8 juta rupiah, dibikin dari bahan billet silikon T7,” jelas pemuda asal Yogyakarta tersebut.

Tak hanya behel dan tutup klakson yang didesain custom, Timo juga merombak seluruh komponen bagian bawah kendaraan yang berfungsi untuk menopang body dengan pelek racing palang (cast wheel) berkelir krom mengkilap, cakram lebar di depan, suspensi belakang tabung aftermarket, hingga knalpot corbi/freeflow khas herex. Sektor mesin pun tak luput dari oprekan agar tenaganya tidak sekadar pajangan.

Dari Korban Kecelakaan Balap Hingga Direstui Orang Tua

Ketertarikan Timo pada dunia motor dimulai sejak SMP. Awalnya, ia adalah pencinta drag bike. Namun, sebuah insiden kecelakaan mengubah jalan hobinya.

“Dulu suka balapan, tapi setelah kecelakaan tidak boleh balap lagi sama orang tua. Jadi, akhirnya pindah ke modifikasi motor. Sebelum main Honda CB/Megapro ini, saya sempat modifikasi Vespa klasik dulu,” kenang Timo.

Baca Juga : Berbekal Mental Juara, Pesilat ITN Malang Sabet Emas di Kejuaraan IPSI Meski Kondisi Drop

Jalan Timo di dunia modifikasi pun tak langsung mulus. Di awal-awal, sang ayah sempat menentang hobinya. Namun, konsistensi dan deretan piala yang dibawa Timo pulang akhirnya meluluhkan hati orang tuanya, bahkan mereka berbalik menjadi pendukung utama bakat seni Timo di dunia otomotif.

Drama Karet Tangki Putus dan Tantangan “Melawan Juragan”

Tampil di kontes umum tentu memiliki banyak tekanan, apalagi status Timo masih mahasiswa. “Tantangan terberat itu lawannya juragan semua, sedangkan saya ini cuma mahasiswa,” akunya jujur.

Belum lagi drama-drama teknis di lapangan yang sempat membuat panik. Saat hari H kontes, Timo dan tim sempat lupa membawa banner sponsor. Tak hanya itu, karet pengikat tangki motornya mendadak putus, ditambah sistem kelistrikan lampu kota berbasis bluetooth miliknya sempat error dan sulit terkoneksi.

Dibyokaryono Timoteus, mahasiswa Teknik Mesin S-1, ITN Malang (tengah) bersama tim support usai menyabet Juara 4 Kelas Seri Modifikasi (GL 100, GL Pro, MP, Tiger), 1 Dekade CB Prambon Nganjuk 2026. (Foto: Istimewa)

Meski sempat terkendala teknis, detail riset, konsep, serta eksekusi yang matang membuat juri tetap melirik motor Megapro milik Timo. Baginya, juri dan lawan di sirkuit kontes adalah ruang belajar yang sangat berharga.

“Juri juga ikut merevisi dan memberi saran, misalnya sparepart mana yang untuk kontes ke depan harus diganti. Kalau kita kenal, juri dan lawan itu malah mau memberi masukan,” kata Timo.

Perolehan piala di Nganjuk ini menambah panjang daftar prestasi Timo selama kuliah di ITN Malang, di antaranya: Sunday Motoride Mojokerto 2024 – The Best Megapro, CB Holic Prambanan Yogyakarta 2025 – Best Simple, CB Genteng Banyuwangi 2025 – Juara 4, 02 CB Bekicot Nganjuk 2025 – The Best Simple Modif, Pandawa Ototrend Surabaya 2026 – The Best Megapro, 1 Dekade CB Prambon Nganjuk 2026 – Juara 4 GL Seri Modifikasi.

Meskipun deretan prestasi sudah diraih, Timo mengaku belum puas. Ia masih menyimpan rasa penasaran yang tinggi untuk bisa naik di podium tertinggi. “Kepuasan sendiri sih, saya masih mengejar podium 2 atau 3. Masih penasaran banget. Kalau podium 1 itu berat, ranahnya juragan,” akunya.

Dalam waktu dekat, Timo sudah membidik dua agenda besar, yakni kontes di Mojokerto dan Bali pada awal hingga pertengahan Agustus 2026, serta kontes di Semarang pada bulan September. Ia optimistis bisa memperbaiki peringkat dengan berencana melakukan beberapa peningkatan pada sparepart motornya. “Buat teman-teman yang punya sepeda motor, jangan malu-malu untuk mencari prestasi di dunia otomotif. Mulai saja dulu,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023