Back

Pesan Dr. Aladin untuk Mahasiswa Baru ITN Malang: Kuliah Teknik Jangan Malu Deketin Dosen!

Dr. Ir. Aladin Eko Purkuncoro, ST., MT., memberi materi Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia kepada para Abhyasa 57 Gigantik ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – “Kuliah di teknik itu jangan sampai ada kata malu. Mulai awal kuliah dekati dosen, khususnya mereka yang punya proyek riset atau pengabdian!”

Wejangan tegas namun membakar semangat ini disampaikan oleh Dr. Ir. Aladin Eko Purkuncoro, ST., MT., di hadapan ratusan mahasiswa baru peserta Gigantik 2026 (PKKMB) Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) di Aula Kampus 1 pada Selasa (01/08/2026). Dalam kesempatan tersebut, Aladin membekali para Abhyasa 57 mengenai peta jalan Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia serta strategi navigasi akademik di ITN Malang.

Menurut Aladin, pemahaman terhadap sistem pendidikan tinggi sangat vital agar mahasiswa tidak sekadar gugur kewajiban menempuh SKS, melainkan siap bersaing dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Indonesia membagi jalur pendidikan tinggi menjadi: berbasis keilmuan (S1 hingga S3 akademik), berbasis keahlian (Diploma D1-D4/S1 Terapan hingga S3 Terapan), serta jalur keprofesian.

Dr. Ir. Aladin Eko Purkuncoro, ST., MT., memberi materi Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia kepada para Abhyasa 57 Gigantik ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)

“Lulusan S1 secara KKNI berada di jenjang 6, yang artinya disiapkan minimal sebagai analisis dan teknisi ahli. Kalau di dunia kerja, kualifikasi jenjang 1-3 itu operator, 4-7 teknisi dan analis, lalu 8-9 sudah ranah ahli. Jadi mahasiswa harus mengasah tiga ranah sekaligus: kognitif, afektif, dan psikomotorik,” ujar Anggota Dewan Pendidikan Kota Malang ini.

Aladin menekankan bahwa ranah afektif tercermin dari kedisiplinan dan rasa tanggung jawab tepat waktu. Sedangkan ranah psikomotorik anak teknik wajib diasah langsung lewat praktik di laboratorium maupun keterlibatan proyek kampus.

Baca Juga : Dosen ITN Malang Sabet Hibah Hilirisasi: Ciptakan Pintu Irigasi Pintar Berbasis IoT untuk Sawah di Sulawesi

Pada paparan materi dijelaskan pula ketentuan teknis Kurikulum 2024-2029 ITN Malang. Beban studi program Sarjana (S1) dirancang sebanyak 144 SKS dengan masa studi normal 8 semester dan batas maksimal 14 semester (7 tahun).

Baca Juga : Buka Gigantik 2026, Rektor ITN Malang: Tidak Ada Keberhasilan Tanpa Proses dan Usaha Sungguh-Sungguh

Mahasiswa juga diingatkan untuk cermat dalam perencanaan studi melalui pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) online di SIAKAD pada awal semester. Jumlah SKS yang bisa diambil bergantung pada Indeks Prestasi Semester (IPS) sebelumnya:

IPS < 2,00: Maksimal 12 SKS

IPS 2,00 – 2,49: Maksimal 18 SKS

IPS 2,50 – 2,99: Maksimal 20 SKS

IPS 3,00 – 3,49: Maksimal 22 SKS

IPS ≥ 3,50: Maksimal 24 SKS

Selain itu, ITN Malang memfasilitasi Hak Belajar Maksimal 3 semester di luar prodi/perguruan tinggi sesuai Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023, yang memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman belajar di luar kampus utama. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023