Back

Pernah Kirim 100 Lamaran Tanpa Hasil, Arsitek Lulusan ITN Malang Kini Rancang Masjid Terbesar di Indonesia Timur

Pusat Karir ITN Malang gelar Pembekalan Wisuda ke-76 bertajuk “ENGINEER TO IMPACT: Your Journey Starts Now” di Aula Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Punya IPK tinggi ternyata bukan jaminan bisa langsung mulus dapat kerja. Pengalaman berharga ini dibagikan oleh Ar. Akhmad Fatah Yasin, IAI, alumnus Arsitektur S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) angkatan 1998, saat menjadi pembicara dalam acara Pembekalan Wisuda ke-76 bertajuk “ENGINEER TO IMPACT: Your Journey Starts Now” di Aula Kampus 1 ITN Malang, Kamis (17/09/2026).

Di hadapan ratusan calon wisudawan, pendiri Biro Imajiner Architect ini menceritakan lika-liku perjalanan kariernya. Siapa sangka, sosok yang kini dipercaya merancang masjid terbesar di Indonesia Timur milik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ini dulunya sempat ditolak di mana-mana.

“Lulus kuliah, satu tahun pertama pusingnya luar biasa. Luntang-lantung ke sana kemari. Pernah satu hari saya mengirim 100 lamaran pekerjaan, dan alhamdulillah tidak ada yang diterima. Saya sampai pusing, padahal IPK saya 3,8,” kenang Afys sapaan Akhmad Fatah Yasin sambil tersenyum mengingat masa lalu.

Baca Juga : Lulus 100%! Lulusan ITN Malang Kantongi Sertifikat Kompetensi Konstruksi Jenjang 7

Tak mau berpangku tangan, Afys memilih terjun ke masyarakat dengan membantu mendesain proyek-proyek sosial dan tempat ibadah secara gratis. Dari sanalah namanya mulai dikenal luas hingga akhirnya sukses mendirikan biro arsitek sendiri dan dipercaya memegang berbagai proyek megah nasional.

Ar. Akhmad Fatah Yasin, IAI, alumnus Arsitektur S-1 angkatan 1998 ITN Malang, sekaligus pendiri Biro Imajiner Architect saat memberikan materi pada pembekalan wisuda ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)

Acara yang digelar oleh Pusat Karir ITN Malang ini menjadi bekal penting bagi lulusan sebelum resmi dikukuhkan pada wisuda Sabtu 19 September 2026. Wakil Rektor III ITN Malang, Hardianto, ST., MT., mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari segalanya, melainkan gerbang awal untuk meniti karier.

“Wisuda hanya awal. Setelah lulus, Anda konsentrasi lagi bagaimana meniti karir ke depan. Bagi yang mau melanjutkan S-2, di ITN ada Teknik Sipil, Industri, dan Elektro. Sebentar lagi kami juga akan membuka S-2 PWK serta Pendidikan Profesi Arsitek. Setelah lulus jangan lupa almamater kalian,” ujar Hardianto saat membuka acara.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Karir ITN Malang, Dr. Lila Ayu Ratna Winanda, ST., MT., menekankan pentingnya peran aktif para lulusan dalam mengisi tracer study dan exit survey. Menurutnya, partisipasi alumni dalam pengisian data alumni ini sangat penting untuk perbaikan mutu serta peningkatan akreditasi institusi, yang pada akhirnya akan memberi dampak positif berupa kemudahan bagi para lulusan ITN Malang saat menembus dunia kerja dan industri.

Baca Juga : Gelar Campus Hiring, ITN Malang Jadi “Jembatan” Karir Alumni dan Siswa SMK hingga ke Sumatera

Buka Peluang Kerja Luar Negeri dan Penguatan Jejaring Alumni

Selain memberikan pesan-pesan kunci dari pimpinan kampus, pembekalan kali ini juga menghadirkan wawasan peluang karir internasional hingga penguatan jaringan alumni.

Untuk memperluas kesempatan kerja lulusan ITN Malang di kancah global, Pusat Karir ITN Malang menggandeng PT Mitra Sinergi Sukses. President Director PT Mitra Sinergi Sukses, Dr. Wesley Go, B.Ac., M.A., M.Pd., menyampaikan bahwa peluang kerja profesional muda di luar negeri seperti Asia Pasifik hingga Eropa masih terbuka lebar dengan imbalan yang sangat menjanjikan.

“Kenapa alumni kami dorong berkarier di luar negeri? Pendapatan jauh lebih tinggi. Income di sana satu bulan, di sini bisa equal sampai setahun. Selain itu, wawasan dan pengalaman kerja dengan teknologi maju di negara berkembang akan sangat menempa mereka,” jelas Wesley Go.

President Director PT Mitra Sinergi Sukses, Dr. Wesley Go, B.Ac., M.A., M.Pd., di ITN Malang menjelaskan peluang karir bekerja di luar negeri. (Foto: Humas ITN Malang)

Ia menekankan pentingnya persiapan bahasa dan budaya sejak dini, yang proses pembekalannya bisa memakan waktu 4 hingga 8 bulan. Untuk urusan pembiayaan, skema dana talangan seperti KUR Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga disiapkannya melalui kemitraan perbankan seperti Bank BTN.

Sebagai penutup rangkaian pembekalan, Sekjen IKA ITN Malang, Ir. Rina Soewarli, mengingatkan pentingnya bergabung dalam wadah alumni untuk membuka pintu kesempatan yang lebih luas. Melalui kolaborasi dengan Bank BTN, ITN Malang juga memfasilitasi pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) Alumni berfitur Visa yang dapat digunakan hingga luar negeri.

“Menjadi alumni itu pasti, tetapi menjadi alumni yang berdampak dan bermanfaat itu adalah pilihan. Jaringan yang dibangun di alumni suatu saat akan mendatangkan keuntungan dan peluang bisnis yang luar biasa,” tegas Rina. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023