
Solutif Bagi Industri, Lulusan Terbaik Teknik Mesin ITN Malang Ciptakan Inovasi Daur Ulang Air Cooling Pabrik Susu
Mukhamad Bagus Fitri, lulusan terbaik Teknik Mesin S-1 Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITN Malang pada Wisuda ke-76 Periode II tahun 2026. (Foto: Humas ITN Malang)
Malang, ITN.AC.ID – Komitmen Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) sebagai kampus berdampak yang aktif menghadirkan solusi teknologi terapan kembali dibuktikan oleh mahasiswanya. Mukhamad Bagus Fitri, lulusan terbaik Teknik Mesin S-1 pada Wisuda ke-76 Periode II yang diselenggarakan pada 19 September 2026, berhasil mengukir prestasi akademik cemerlang sekaligus menciptakan inovasi yang langsung diterapkan di dunia industri.
Pemuda asal Pasuruan ber-IPK 3,76 ini merancang bak penampung air limbah cooling berkapasitas 238 liter (dimensi 170 cm x 35 cm x 40 cm) untuk menghemat penggunaan air bersih di pabrik pengolahan susu. Inovasi yang diangkat sebagai tugas akhir (studi kasus) ini berawal dari kepeduliannya terhadap pemborosan air bersih.
“Dalam proses pendinginan gula dan air di mesin mix tank, terdapat resapan air bersih hasil pendinginan yang sebelumnya dibuang percuma mencapai 238 liter dalam waktu cepat. Padahal air tersebut secara kimiawi masih sangat bagus. Lewat skripsi ini, saya buatkan desain sistem penampungan agar air tersebut dapat ditransfer ke utility tank untuk di-recycle kembali,” jelas Bagus.
Baca Juga : 25 Personel TNI Poltekad Kota Batu Rampungkan Praktikum di Laboratorium Teknik Mesin S-1 ITN Malang
Di bawah bimbingan dosen Ir. Soeparno Djiwo, MT., dan Sibut, ST., MT., Bagus merancang sistem ini menggunakan perangkat lunak Autodesk Inventor 2020 untuk pemodelan 3D serta analisis kekuatan struktur metode elemen hingga (Finite Element Analysis/FEA) berbasis ANSYS Workbench 2021 R2. Menggabungkan material plat Stainless Steel SUS 304 food grade dan rangka baja profil L ASTM A36, hasil simulasi membuktikan konstruksi tersebut aman menahan beban hidrostatik dengan safety factor stabil di angka 15 (jauh di atas batas minimal standar aman yaitu 2).
Perjuangan Anak Penjual Sembako Membiayai Kuliah Sendiri
Di balik karya skripsi yang berdampak bagi industri, Bagus menyimpan kisah perjuangan hidup yang menginspirasi. Putra dari pasangan Muslikh (penjual toko kelontong/sembako kecil) dan Solikhah (ibu rumah tangga) ini merupakan sarjana pertama dalam silsilah keluarga besarnya.
Demi mengejar cita-cita tanpa memberatkan orang tua, lulusan SMKN Rembang Pasuruan ini sempat menunda kuliah (gap year) selama satu tahun untuk bekerja sebagai buruh produksi di PT Yamaha Electronics Manufacturing Indonesia. Tabungan hasil menghemat gaji kontraknya itulah yang digunakan untuk membayar biaya pendaftaran awal, UKT, hingga Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) secara mandiri.
Selama berkuliah di Malang, Bagus tak pernah berhenti memutar otak untuk mencukupi biaya hidup dan cetak tugas. Ia membuka jasa gambar desain teknik mesin, bekerja sebagai drafter freelance di PT Bestari Mandiri Utama, menjadi Asisten Laboratorium Komputer CAD Studio dan CNC, hingga dipercaya menjadi instruktur pelatihan desain mesin bagi mahasiswa baru maupun masyarakat umum.
Mukhamad Bagus Fitri, mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang saat melakukan simulasi kekuatan bak penampung air limbah di Lab CAD Studio (kiri) dan penyerahan hasil implementasi alat bersama pihak engineering pabrik susu (kanan). (Foto: Humas ITN Malang)
“Awal masuk kuliah sempat bingung dan struggle karena dua tahun tidak memegang pena dan buku. Tapi berkat ajakan teman ke himpunan (HMM), iklim diskusi dengan dosen, serta saran dari guru SMKN dan alumni yang merekomendasikan ITN Malang karena keahlian tekniknya sangat siap bersaing, semangat belajar saya bisa terbangun pesat,” kenang anak kedua dari dua bersaudara ini.
Siap Bersaing di Dunia Industri
Kualitas serta keandalan Bagus di lapangan diakui langsung oleh pihak industri tempatnya magang. Pihak manajemen pabrik susu memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kontribusi solusi teknis yang dihadirkannya.
Baca Juga : Dunia Penerbangan Buka Peluang Besar bagi Lulusan Teknik Mesin ITN Malang, Alumni Bagikan Rahasianya
Berkat rekam jejaknya yang cemerlang, seusai menempuh ujian komprehensif Bagus langsung dilirik oleh berbagai perusahaan multinasional. Saat ini, ia tengah menjalani proses seleksi karir di PT HM Sampoerna, PT Cleo, PT Cemindo Gemilang, PT Motasa Indonesia, PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group), PT Yakult, dll.
Ke depan, Bagus menargetkan untuk meniti karir sebagai Manager Production, melanjutkan studi magister Teknik Mesin, serta mengembangkan bisnis pengolahan limbah kelapa dan ekspor-impor.
Sesuai pesan sang ayah, Bagus berkomitmen untuk tetap membumi. “Orang tua selalu menasehati agar jangan sombong atau overconfident. Ilmu yang didapat harus digunakan untuk membantu masyarakat dan tak lupa pada orang-orang yang pernah membantu kita,” pungkasnya. (Mita/Humas ITN Malang)



