Back

Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia

ITN Malang menerima kunjungan delegasi Faculty of Built Environment and Surveying (FABU), Universiti Teknologi Malaysia (UTM). (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Hubungan erat yang sempat terjalin lama antara Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) kini siap dihangatkan kembali. Melalui sebuah kunjungan kehormatan (courtesy visit) yang berlangsung santai namun produktif di Ruang Rapat LPKU ITN Malang, Kamis (16/07/2026), kedua belah pihak sepakat untuk mematangkan draf pembaruan Memorandum of Understanding (MoU) demi membuka peluang kolaborasi yang jauh lebih luas.

Pertemuan ini menjadi sangat istimewa karena delegasi dari Faculty of Built Environment and Surveying (FABU) UTM memboyong rombongan besar, yakni 3 dosen pendamping dan 11 mahasiswa program pascasarjana dari Geoinformation Department. Mereka disambut langsung oleh jajaran pimpinan ITN Malang mulai dari Wakil Rektor 3 ITN Malang, Dr. Hardianto, ST., MT, Direktur Program Pascasarjana, Dekan FTI – FTSP beserta jajaran dan kaprodi terkait, LPPM, hingga Kantor Urusan Internasional (KUI).

Sebagai tuan rumah, Wakil Rektor 3 ITN Malang, Dr. Hardianto, ST., MT, menyambut gembira rencana reaktivasi kerja sama ini. Di hadapan para delegasi Malaysia, ia memperkenalkan sekilas mengenai profil ITN Malang sebagai salah satu institut teknik swasta tertua, dan bereputasi tinggi di Jawa Timur.

“Kami memiliki program sarjana (S1) yang tersebar di Kampus 1 dan Kampus 2, sementara untuk program pascasarjana (S2 dan S3) berpusat di Kampus 1. Dulu kami memang pernah memiliki MoU dengan UTM. Semoga dengan kunjungan hari ini, ada manfaat nyata yang bisa langsung kita eksekusi bersama. MoU yang lama mari kita tinjau kembali, diperbaiki, dan disesuaikan dengan kebutuhan saat ini agar program-programnya bisa segera berjalan,” ungkap Hardianto.

Wakil Rektor 3 ITN Malang, Dr. Hardianto, ST., MT., (kiri) menyerahkan cenderamata kepada Assoc. Prof. Dr. Abdullah Hisam bin Omar, delegasi UTM. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Gayung bersambut, rombongan dari Johor Bahru ini pun merasa tersanjung dengan sambutan yang diberikan. Menariknya, kunjungan ini sekaligus menjadi ajang reuni kecil bagi Ketua Delegasi UTM, Assoc. Prof. Dr. Abdullah Hisam bin Omar, yang ternyata memiliki ikatan emosional tersendiri dengan ITN Malang.

“Saya sudah janji dengan Direktur Pascasarjana ITN untuk datang ke sini. Kebetulan kami juga bersahabat baik dengan Pak Hery (Hery Purwanto, S.T, MSc, dosen Teknik Geodesi ITN yang saat ini sedang menempuh program doktoral di UTM). Ini adalah kunjungan pertama kami ke ITN Malang, dan kami sangat berterima kasih atas sambutan yang hangat ini. Harapan besar kami, MoU yang dulu pernah ada bisa segera kita perbarui dan benar-benar bisa kita implementasikan bersama,” ujar Abdullah Hisam.

Baca Juga : ITN Malang-UTAR Malaysia Gelar International Real Estate Development Forum, Bahas Inovasi & Keberlanjutan

Menurut Abdullah, kerja sama ke depan tidak akan dibatasi pada satu bidang saja, melainkan menjadi pembuka jalan untuk melihat potensi kolaborasi di berbagai jurusan lain yang ada di ITN Malang.

Peluang ini dipertegas oleh Dr. Othman bin Zainon yang turut mendampingi delegasi UTM. Ia memaparkan bahwa FABU UTM memiliki posisi tawar yang sangat kuat karena menjadi satu-satunya fakultas di bidang lingkungan terbangun dan survei di Malaysia yang terakreditasi penuh oleh berbagai lembaga internasional. FABU UTM siap memfasilitasi mahasiswa ITN Malang melalui program pertukaran.

“Kami memiliki Inbound Mobility Program untuk mahasiswa luar negeri yang ingin belajar atau riset di kampus kami. Ada juga skema pendanaan penunjang untuk membantu biaya transportasi mahasiswa yang lolos program ini,” jelas Othman memberi angin segar.

ITN Malang menerima kunjungan delegasi Faculty of Built Environment and Surveying (FABU), Universiti Teknologi Malaysia (UTM). (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Melihat peluang emas tersebut, Kepala KUI ITN Malang, Krisna Febrian Anugerahputra, ST., MT., M.Sc., langsung merespons dengan memaparkan sejumlah langkah taktis yang bisa segera direalisasikan dalam waktu dekat.

“Kami bisa mulai dari langkah yang paling realistis dan mudah bagi mahasiswa, seperti academic visit, kolaborasi penulisan paper ilmiah bareng (join publication), sampai riset bersama. Kami juga bisa menggagas program join adviser (pembimbing bersama), di mana dosen ITN bisa ke sana, atau dosen UTM yang ke kampus ITN. Bahkan untuk program pertukaran mahasiswa (student exchange) sangat mungkin bisa segera terwujud,” jelas Krisna saat ditemui usai acara.

Baca Juga : Mahasiswa UTHM Malaysia Mobility Outbound ke Prodi Arsitektur ITN Malang

Bukan hanya untuk mahasiswa, Krisna juga membocorkan program menarik bagi para dosen ITN Malang yang ingin melanjutkan studi lanjut ke jenjang doktoral (S-3).

“Bagi dosen yang mau lanjut S-3 di UTM, sekarang ada skema kuliah remote. Jadi tidak harus full menetap di Malaysia. Cukup satu sampai dua semester pertama saja di kampus UTM untuk masa adaptasi dan riset awal, sisanya bisa dikerjakan secara online dari Indonesia. Untuk prodi yang terlibat, hari ini kita jajaki dulu bersama Teknik Geodesi dan Teknik Informatika, baru nanti meluas ke prodi lainnya,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023