1

Senangnya Mahasiswa ITN Malang Magang di Rumah Rakyat, Banyak Ilmu dan Pengalaman

Thomas Reynaldi Prayoga, mahasiswa Teknik Informatika S-1 ITN Malang. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Thomas Reynaldi Prayoga, mahasiswa Teknik Informatika S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menjadi salah satu mahasiswa yang lolos mengikuti program ‘Magang di Rumah Rakyat 2022’. Reynaldi menjadi bagian 185 mahasiswa dari seluruh Indonesia yang Magang di Rumah Rakyat DPR RI mulai Agustus-Desember 2022 lalu.

Melalui program ‘Magang di Rumah Rakyat 2022′ mahasiswa diharapkan mampu memahami tugas dan fungsi DPR RI. Mereka juga diberi kesempatan untuk melihat dan terlibat dalam pelaksanaan tiga fungsi DPR RI. Yakni, legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Reynaldi mendaftar Magang di Rumah Rakyat lewat kampus merdeka di program magang bersertifikat. Menjadi bagian 185 mahasiswa ‘Magang di Rumah Rakyat 2022’ tidaklah mudah baginya. Ia harus berjuang melalui serangkaian tes dan bersaing dengan hampir 12 ribu pendaftar.

“Sangat senang bisa lolos ‘Magang di Rumah Rakyat’. Setelah melewati berbagai macam tes dan bersaing dengan hampir 12 ribu pendaftar dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia,” katanya saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp, Sabtu (14/01/2023).

Baca juga : Senangnya Lolos Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), dapat Ilmu dan Pengalaman

Untuk program magang ini mahasiswa mendapat dana Biaya Bantuan Hidup (BBH) selama di Jakarta dari Kemendikbud. Serta mendapat bantuan akomodasi tiket pesawat dari tempat asal perguruan tinggi ke Jakarta pulang-pergi.

Di Rumah Rakyat mahasiswa magang dibagi dalam beberapa unit kerja. Reynaldi sendiri bersama tim mendapat kesempatan magang di Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI bagian Asisten Pengembang Teknologi Pembelajaran (APTP).

Thomas Reynaldi Prayoga, mahasiswa Teknik Informatika S-1 ITN Malang (kemeja ungu) saat ‘Magang di Rumah Rakyat 2022’. (Foto: Istimewa)

“Senang sekali bisa bertemu dengan mahasiswa dari berbagai kampus dan daerah. Kami bisa bertukar pikiran dan pendapat. Di ATP saya dipercaya menjadi koordinator Tim Learning Management System (LMS), dengan tugas membuat web pembelajaran untuk pegawai di Setjen DPR RI,” ujar mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2019 ini.

Banyak pengalaman yang didapat Reynaldi selama magang. Seperti diijinkan mengikuti rapat paripurna, rapat komisi, mengikuti kuliah umum, audiensi, serta bisa berkeliling melihat fasilitas di gedung parlemen DPD, MPR, dan DPR RI. Bertemu dengan para pejabat menjadi antusiasme tersendiri bagi mahasiswa magang. Seperti bertemu Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Fadli Zon, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan pasti juga bertemu Ketua DPR RI Puan Maharani, serta pejabat lainnya.

“Biasanya kami hanya bisa melihat para pejabat, atau mengikuti rapat terbuka dari televisi dan media sosial. Namun, saat magang kami bisa melihat secara langsung, ini sangat luar biasa. Kami juga diijinkan melihat-lihat area gedung parlemen, mengunjungi DPD, MPR, DPR RI. Tidak hanya itu, setiap hari Jumat kami juga ikut berolahraga dengan para pegawai, sehingga kami makin akrab,” lanjutnya.

Selain pengalaman magang, di Rumah Rakyat DPR RI mereka juga mendapatkan tambahan ilmu. Pasalnya mahasiswa magang didampingi oleh para mentor dari pejabat dan pegawai di lingkungan Setjen DPR RI yang profesional dan handal. “Kami antusias banget. Apalagi kami dibimbing oleh mentor yang banyak memberikan ilmu dan pengalaman yang tidak mungkin kami dapatkan di perkuliahan,” katanya bersemangat.

Baca juga : Jody Novrian Finalis Pilmapres ITN Malang dengan Berbagai Prestasi 

Tidak semua mahasiswa mendapat kesempatan magang di instansi pemerintahan khususnya di Rumah Rakyat. Reynaldi membuktikan bahwasannya mahasiswa teknik ITN Malang sebenarnya mampu dan sanggup bersaing dengan mahasiswa dari berbagai kampus seluruh Indonesia.

“Dari kegiatan ini saya mendapatkan ilmu dan insight (wawasan) baru. Semoga pengalaman dan ilmu yang saya dapat berguna untuk masyarakat dan negara,” tutupnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)