
Gandeng SMKN 2 Singosari, Dosen dan Mahasiswa ITN Malang Latih 106 Siswa Kuasai Python dan Sains Data
Foto bersama tim dosen Abdimas ITN Malang, mahasiswa pendamping, serta siswa SMKN 2 Singosari seusai penutupan pelatihan intensif sains data. (Foto: Istimewa)
Malang, ITN.AC.ID – Komitmen mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan terus ditunjukkan oleh Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Kali ini, kolaborasi dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknik Industri S-1, dan Teknik Informatika S-1 turun langsung mendampingi 106 siswa kelas XI Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang. Selama lima hari, Senin hingga Jumat (27–31/07/2026), para siswa digembleng dengan pelatihan intensif Data Preparation dan Visualization Menggunakan Bahasa Pemrograman Python dengan 15 jam pelajaran (JP).
Program pengabdian masyarakat (Abdimas) internal yang didanai LPPM ITN Malang ini diketuai oleh Diah Wilis Lestarining Basuki, ST., MT., bersama anggota tim dosen Mariza Kertaningtyas, ST., MT., dan Karina Auliasari, ST., M.Eng. Tak sendirian, tim dosen juga menerjunkan tujuh mahasiswa pilihan yang memiliki keahlian di bidang sains data untuk mendampingi adik-adik SMK secara langsung.
Ketua Tim Abdimas ITN Malang, Diah Wilis Lestarining Basuki, menjelaskan, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk sinergi berkelanjutan antara dunia perguruan tinggi dan sekolah kejuruan.
Baca Juga : Bikin Lampu Jalan Otomatis, Belasan Siswa SMK Ditantang Bongkar Pasang “Otak” Perangkat IoT di ITN Malang
“Harapannya kegiatan abdimas ini bisa mendukung dan memperkaya proses pembelajaran serta kurikulum di SMKN 2 Singosari, khususnya jurusan RPL. Bagi prodi, kami ingin terus melakukan transfer knowledge dari dosen dan mahasiswa sehingga dapat mempererat hubungan kerja sama antara ITN Malang dan SMKN 2 Singosari,” tutur Wilis akrab disapa saat dihubungi lewat sambungan Whatsapp pada Kamis (30/07/2026).
Tim Abdimas ITN Malang, Diah Wilis Lestarining Basuki, ST., MT., (kiri), dan Mariza Kertaningtyas, ST., MT., memberikan apresiasi pada salah satu siswa SMKN 2 Singosari. (Foto: Istimewa)
Wilis menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya sekadar membantu mengajar, tetapi juga menjadi sarana mengasah soft skill mereka di lapangan. Ketujuh mahasiswa tersebut terdiri dari enam mahasiswa Teknik Informatika, dan satu dari Teknik Industri.
“Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang efektif untuk melatih jiwa kepemimpinan, public speaking, hingga kemampuan bersosialisasi di lingkungan sekolah,” lanjut dosen Teknik industri ini.
Menurutnya, langkah tersebut sekaligus mempertegas posisi ITN Malang sebagai kampus berdampak bagi masyarakat yang secara aktif membagikan ilmu pengetahuan tepat guna. Terlebih, sains data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini menjadi keahlian yang sangat dicari di dunia kerja. Melalui pembekalan ini, para siswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga diajak praktik langsung menggunakan bahasa pemrograman Python serta IDE Google Collab.
Mahasiswa ITN Malang mendampingi siswa SMKN 2 Singosari saat sesi praktik pengolahan data menggunakan bahasa pemrograman Python. (Foto: Istimewa)
Materi pelatihan disusun secara bertahap agar mudah diserap oleh para siswa. Pada hari pertama, peserta dikenalkan dengan konsep dasar sains data, data mining, serta pengoperasian Google Collab. Hari kedua dan ketiga berfokus pada pengolahan dataset, koneksi drive, hingga penggunaan library Python khusus sains data.
Masuk hari keempat, siswa diajak berkutat dengan tahap yang paling penting dalam analisis data, yakni data cleansing. Mulai dari menangani dataset kotor, pembersihan data ganda (deduplikasi), hingga standarisasi kolom. Pelatihan diakhiri pada hari kelima dengan materi visualisasi data, di mana para siswa belajar mengubah angka menjadi grafik penjualan, line chart, dan diagram interaktif yang mudah dipahami.
“Kami ingin mengenalkan bidang sains data, dan membantu adik-adik siswa SMKN 2 Singosari belajar sains data, baik secara keilmuan maupun prakteknya dengan Python. Harapannya, materi yang diberikan selama lima hari ini bisa membantu guru dalam mengenalkan dasar sains data, dan kelak bisa menjadi bekal bagi para siswa untuk mengikuti Olimpiade Sains Data atau Olimpiade Kecerdasan Buatan tingkat SMA/SMK,” pungkas Wilis. (Mita/Humas ITN Malang)



