
Perluas Cakupan Audit ke Seluruh Unit Kerja, Dorong Akselerasi Kinerja Menuju Kampus Unggul
Tim auditor internal dan auditee saat berdiskusi intensif dalam pelaksanaan audit berbasis risiko di Lembaga Pengembangan Kerjasama dan Usaha (LPKU) ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Malang, itn.ac.id – Ada yang berbeda dari suasana ruang kerja di Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada akhir Oktober 2026. Tahun ini, Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITN Malang menggelar Audit Mutu Internal (AMI) dengan cakupan yang lebih luas hingga menjangkau seluruh unit kerja di Lingkungan ITN Malang, yakni menyasar 34 unit kerja. Perluasan ini merupakan hasil penambahan lima unit kerja dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Sebanyak 35 auditor internal diterjunkan, termasuk delapan auditor baru yang turut memperkuat pelaksanaan audit.
Bagi auditor baru, keterlibatan dalam AMI menjadi pengalaman tersendiri. Dr. Agung Panji Sasmito, S.Pd., M.Pd., salah satu auditor baru yang terlibat langsung dalam asesmen lapangan mengaku sempat merasakan deg-degan (ketegangan) karena ini merupakan pengalaman pertamanya.
“Kesannya cukup menegangkan karena ini merupakan hal yang baru bagi saya. Namun, setelah dilaksanakan ternyata cukup menyenangkan. Terlebih, auditee sangat suportif dan dapat memberikan bukti-bukti yang dibutuhkan saat asesmen lapangan. Bahkan, bukti yang awalnya belum terunggah karena kendala ukuran file dapat disajikan dengan sangat baik. Dari proses ini, saya pribadi justru mendapatkan banyak ilmu,” ungkap Agung.
Baca Juga : ITN Malang Ringkas Instrumen AMI dan Perkuat Audit Berbasis Risiko
Sinergi Peningkatan Sarana Prasarana dan Penguatan Tata kelola Menuju Kampus Unggul
Penguatan sistem penjaminan mutu internal menjadi bagian penting dalam mendukung arah pengembangan institusi. Mengusung tema “Audit Mutu Internal untuk Akselerasi Kinerja Menuju Kampus Unggul”, Kepala Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITN Malang, Ir. Maranatha Wijayaningtyas, ST., M.MT., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., menegaskan bahwa peningkatan sarana dan prasarana kampus perlu berjalan seiring dengan penguatan tata kelola dan sistem penjaminan mutu.
“Berbagai peningkatan sarana dan prasarana yang telah dilakukan ITN Malang merupakan langkah nyata dalam mendukung pengembangan institusi menuju Kampus Unggul. Melalui AMI Tahun Akademik 2025/2026, SPM turut memperkuat capaian tersebut dengan meningkatkan kualitas tata kelola, efektivitas layanan, pengelolaan risiko, serta kinerja seluruh unit kerja. Dengan sinergi antara pengembangan fasilitas, penguatan sistem penjaminan mutu, dan budaya perbaikan berkelanjutan, kami optimistis ITN Malang dapat terus mengakselerasi kinerjanya menuju Kampus Unggul,” ungkap Maranatha.
Foto bersama tim Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITN Malang sebelum rangkaian kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) di Kampus 2 ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Menurutnya, budaya mutu harus dibangun melalui pelaksanaan standar secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, capaian akreditasi merupakan hasil nyata dari tata kelola yang baik dan berbasis data, bukan sekadar persiapan menjelang asesmen.
Merombak Sistem: Daftar Tilik Lebih Ringkas, Audit Lebih Fokus pada Risiko
Pelaksanaan AMI tahun ini juga menghadirkan penyempurnaan dari sisi instrumen. Koordinator Pelaksana AMI, Hani Zulfia Zahro’, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa terdapat pemampatan jumlah pertanyaan dalam Daftar Tilik. Penyederhanaan ini bertujuan membuat proses evaluasi lebih ringkas dengan tetap mempertahankan substansi penilaian melalui pendekatan audit berbasis risiko (Risk-Based Audit).
“Artinya, dengan instrumen yang lebih ringkas, auditor diharapkan dapat lebih fokus mengidentifikasi potensi risiko, mengevaluasi ketercapaian standar, serta memastikan kesesuaian antara dokumen pendukung dan implementasi di lapangan. Audit juga diarahkan untuk melihat keterkaitan data kinerja program studi dengan kebutuhan akreditasi nasional maupun lembaga akreditasi mandiri, seperti LAM Teknik, LAMEMBA, LAM INFOKOM, dan LAMDEPILAR, sekaligus memastikan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) berjalan secara nyata di setiap unit kerja,” jelas Hani.
Foto bersama tim Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITN Malang sebelum rangkaian kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) di Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Lebih lanjut, Hani menambahkan bahwa pemanfaatan SIJAMU 1.0 telah membantu proses validasi dan dokumentasi hasil evaluasi menjadi jauh lebih terstruktur. Kedepannya, sistem ini diproyeksikan berkembang menjadi SIJAMU versi 2.0 yang tidak hanya mendukung proses audit, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh unit kerja sebagai sarana pelaporan kinerja berkala setiap semester.
Baca Juga : Dorong Kualitas Kampus, Stikosa AWS Lakukan Benchmarking Penjaminan Mutu ke ITN Malang
Di samping itu, Hani juga mengingatkan agar para auditor internal senantiasa menjunjung tinggi objektivitas, independensi, integritas, serta menjaga komunikasi yang konstruktif dengan pihak auditee di sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung.
Dari Temuan Audit Menuju Perbaikan Berkelanjutan
Hani menjelaskan bahwa alur AMI dirancang transparan. Prosesnya dimulai dari desk evaluation melalui platform SIJAMU, dilanjutkan asesmen lapangan, penyampaian rekomendasi, hingga bermuara pada Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) di tingkat fakultas dan institut. Di forum RTM inilah pimpinan merumuskan kebijakan penjaminan mutu agar hasil evaluasi tidak berhenti sebagai arsip, melainkan melahirkan solusi operasional yang berdampak nyata.
Suasana asesmen lapangan dan evaluasi dokumen secara transparan menggunakan platform SIJAMU di Prodi Bisnis S-1 Digital ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
“Melalui AMI, kami ingin membangun budaya mutu yang tidak hanya hadir saat audit berlangsung, tetapi menyatu dalam budaya kerja sehari-hari di ITN Malang. Kami berharap hasil audit ini menjadi pijakan bagi pimpinan dalam mengambil keputusan strategis untuk terus meningkatkan tata kelola dan kinerja institusi,” pungkas Hani.
Melalui pelaksanaan AMI yang menjangkau seluruh unit kerja, ITN Malang terus memperkuat komitmen dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Audit bukan semata-mata untuk menemukan ketidaksesuaian, melainkan menjadi sarana evaluasi dan perbaikan bersama. Dengan konsistensi penerapan siklus PPEPP, hasil AMI diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan, tata kelola, dan kinerja institusi dalam mewujudkan kampus unggul dan berdaya saing. (Mita/Humas ITN Malang)



