Back

Bikin Game Sendiri Bukan Hanya Mimpi, Siswa SMA/SMK Ikuti Trial Class Game Development ITN Malang

Trial Class Game Development Teknik Informatika S-1, ITN Malang. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Siapa bilang membuat game itu susah dan hanya bisa dilakukan oleh developer profesional? Anggapan ini langsung dipatahkan lewat keseruan Trial Class Game Development yang digelar oleh Teknik Informatika S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), pada Kamis (11/6/2026) lalu. Bertempat di Laboratorium Multimedia dan Pengolahan Citra (Lab GAMA), Kampus 2 ITN Malang, sebanyak 20 siswa SMA/SMK diajak belajar menciptakan game.

Batasan kuota 20 peserta ini bukan tanpa alasan. Petrus Gilang Aldinando Ndu, Asisten Laboratorium GAMA sekaligus pemateri menjelaskan, mereka ingin pembelajaran berjalan intensif. Tujuannya  setiap peserta ditargetkan pulang membawa prototipe game sederhana buatan mereka sendiri. Selama kelas berlangsung, para peserta langsung dikenalkan dengan game engine populer Unity serta penulisan kode program menggunakan Visual Studio.

Materi yang dibagikan terbilang lengkap tapi ramah pemula, mulai dari pengenalan industri game, cara mengatur scene, memasukkan karakter, hingga logika dasar agar karakter bisa bergerak menggunakan keyboard.

Baca Juga : Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Sukses Gelar Turnamen Mobile Legends ‘Rise of The King’, Lahirkan Bintang Esport Baru!

“Kami ingin mengubah sudut pandang peserta. Pembuatan game itu bukan hanya seru, tapi juga melatih kreativitas, logika pemrograman, sampai kemampuan problem solving,” ujar Gilang.

Di akhir sesi, Gilang memberikan pesan penutup untuk membakar semangat para peserta agar tidak berhenti belajar dan tidak takut menghadapi error saat coding. “Jangan menunggu sampai merasa benar-benar siap atau pintar untuk mulai belajar. Jangan hanya menjadi penikmat teknologi, jadilah generasi yang berani menciptakan teknologi dan menghasilkan karya yang membanggakan,” pungkasnya.

Petrus Gilang Aldinando Ndu, Asisten Laboratorium GAMA sekaligus pemateri saat memberi bimbingan kepada salah satu siswa. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)

Antusiasme peserta langsung terasa begitu mereka mulai mengutak-atik perangkat di lab komputer. Maudi, salah satu siswi dari SMAN 1 Tumpang, Malang, mengaku mendapat banyak insight baru yang belum pernah ia dapatkan di sekolah.

“Jadi tahu cara membuat game dan perangkat apa saja yang dibutuhkan. Karena saya dari SMA, ini pengalaman pertama kali tahu lab komputer perkuliahan ternyata sekeren ini,” ungkapnya.

Kesan positif juga datang dari Kevin, siswa SMKN 1 Singosari jurusan Animasi. Bagi Kevin, suasana lab dan pembawaan materi yang asyik membuat proses belajar yang rumit jadi terasa santai. “Seru banget, kakak-kakak mahasiswanya menyampaikan materi dengan sangat baik. Suasana di kampus dan di lab juga nyaman buat belajar,” kata Kevin.

Baca Juga : Antara Cireng Isi dan Barisan Kode: Kisah Marita, Lulusan Terbaik Informatika ITN Malang yang Kuliah Sambil Jualan

Melihat tingginya potensi ini, Ketua Program Studi Teknik Informatika S-1 ITN Malang, Yosep Agus Pranoto, ST., MT., berharap lewat trial class ini para siswa bisa melihat betapa luasnya peluang karir di industri kreatif digital. Bidang game development sendiri membuka banyak pintu profesi, mulai dari game programmergame artistanimator, hingga game tester.

“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan bisa mengenali prospek karir di industri game, sekaligus meningkatkan minat pada pemrograman dan desain. Selain itu, ini jadi media kenalan bagi siswa terhadap Prodi Teknik Informatika S-1 ITN Malang yang fokus pada teknologi informasi dan industri kreatif, sehingga bisa jadi referensi mereka saat memilih kuliah nanti,” papar Yosep. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023