
Dari Simulasi Robot hingga Roblox: Keseruan Puluhan Siswa SMK Al-Hikmah Jombang Keliling Lab ITN Malang
Siswa SMK Al-Hikmah Sumobito Jombang menyimak penjelasan mengenai alat pendeteksi berbasis sensor saat mengunjungi laboratorium Teknik Informatika S-1 ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Malang, ITN.AC.ID – Sebanyak 48 siswa dan 11 guru SMK Al-Hikmah Sumobito, Kabupaten Jombang, bertandang ke Kampus 2 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) untuk melakukan kunjungan industri sekaligus studi kampus, Senin siang (13/10/2026).
Para siswa dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Teknik Kendaraan Ringan (TKR) ini langsung diajak menjelajah enam destinasi laboratorium di Teknik Informatika S-1. Mulai dari Lab Pemrograman, Lab Database dan Sistem Informasi, Lab Pengolahan Citra dan Multimedia, Lab Sistem dan Jaringan Komputer, Lab Mobile Programing dan Robotika, hingga Metaverse & Immersive Technology Center. Supaya eksplorasi lebih optimal, rombongan sengaja dipecah ke dalam beberapa kelompok kecil.
Sebelumnya, Ketua Program Studi Teknik Informatika S-1 ITN Malang, Yosep Agus Pranoto, ST., MT., menerima langsung para peserta di Ruang Amphi Mesin Lt 2. Dalam sesi pemaparannya, Yosep mengenalkan lingkungan Kampus 2 ITN Malang yang asri dan sejuk. Ia menceritakan sejarah Prodi Teknik Informatika yang awalnya berakar dari Teknik Elektro pada 2004, sebelum resmi berdiri sendiri pada 2005 karena tingginya peminat.
Menurutnya, Prodi Informatika ITN Malang telah mengantongi akreditasi Baik Sekali dan kurikulumnya dirancang berpatokan pada standar nasional Aptikom serta rekomendasi internasional Computer Science 2023. Fokus kurikulumnya sendiri digembleng pada kemampuan coding dan programming, baik untuk jalur rekayasa perangkat lunak maupun pengembangan game, animasi, dan multimedia.
Menariknya, ITN Malang juga membuka kesempatan magang, part-time, hingga program trial class bagi anak-anak SMK.
“Kami membuka pintu seluas-luasnya kalau ada teman-teman yang berminat magang atau PKM. Lalu ada agenda tahunan trial class untuk mengenalkan suasana kuliah secara singkat. Yang ikut trial class dan lanjut daftar di ITN Malang bisa dapat potongan DPP (uang gedung), bahkan ada yang free 100 persen,” jelas Yosep.
Mendorong Siswa SMK Tak Sekadar Bekerja, Tapi Lanjut Kuliah
Langkah SMK Al-Hikmah Sumobito memboyong siswanya dari Jombang ke Malang bukan tanpa alasan. Kepala SMK Al-Hikmah Sumobito, Oktado Priswa Santoso, S.Pd., menuturkan bahwa agenda hari kunjungan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sekolah. Sebelum meluncur ke ITN Malang, rombongan lebih dulu menyambangi Karoseri Adiputro.
Kepala Program Studi Teknik Informatika S-1 ITN Malang, Yosep Agus Pranoto (kanan) menerima piagam kenang-kenangan dari Kepala SMK Al-Hikmah Sumobito, Oktado Priswa Santoso. (Foto: Humas ITN Malang)
Oktado mengungkapkan, selama ini persentase lulusan sekolahnya yang melanjutkan ke perguruan tinggi terbilang sangat kecil karena mayoritas memilih langsung bekerja. Lewat kunjungan ke kampus teknik seperti ITN Malang, ia berharap pola pikir anak didiknya bisa terbuka.
“SMK itu tidak hanya menyiapkan anak untuk bekerja, tapi juga membuka kesempatan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Siapa tahu ada dorongan orang tua dan anggarannya ada. Kunjungan ini agar anak-anak punya gambaran kampus teknik itu seperti apa,” tambahnya.
Terpikat Demo Robot Sensor dan Keseruan Dunia Virtual
Sensasi menjajal fasilitas laboratorium secara langsung benar-benar membakar antusiasme para siswa. Lab Mobile Programing dan Robotika para siswa TKJ nampak takjub melihat demonstrasi robotika serta modul Internet of Things (IoT).
Baca Juga : Gandeng SMK PGRI Singosari, ITN Malang Buka Pintu Laboratorium hingga Sertifikasi Keahlian untuk Siswa
Tiga siswi TKJ, Devita Sekar Arum, Miftakhul Jannah, dan Nova Hariyani mengaku paling berkesan saat melihat berbagai miniatur robot dan alat pendeteksi otomatis.
“Paling seru di lab robot! Tadi dijelaskan ada sensor hujan sama sensor gas. Kalau ada gas bocor, sensornya bunyi,” cerita Devita antusias.
Keasyikan melihat seluk-beluk teknologi ini bahkan membuat mereka mulai menimang opsi untuk melanjutkan studi. “Menarik banget, kami kan baru diajarin ngoding sedikit-sedikit di kelas. Jadi pengen kuliah nanti gara-gara lihat robot, pengen bikin aplikasi sama game,” imbuhnya.
Kesan serupa juga dirasakan Ananda Dedy Kurniawan dari jurusan TKR. Meski latar belakang jurusannya berkaitan dengan otomotif dan perbengkelan, Dedy terlihat amat menikmati atraksi teknologi.
“Paling menarik pas lihat robot. Ada sensor hujan, jadi kalau hujan sistemnya bisa nyala terus mindahin jemuran baju ke dalam ruangan secara otomatis, seru!” ujarnya. (Mita/Humas ITN Malang)



