
Kemasan Pintar Berubah Warna Deteksi Makanan Busuk, Inovasi Siswa MA Sapu Bersih Juara LKTI QIR Teknik Kimia ITN Malang
Tim Alfat dari Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) MA Unggulan Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto menyabet gelar Juara 1 LKTI QIR 2026 Teknik Kimia ITN Malang. (Foto: Istimewa)
Malang, ITN.AC.ID – Bayangkan sebuah kemasan makanan ramah lingkungan yang tidak hanya bisa terurai alami di tanah, tapi juga bisa memberitahu kita jika makanan di dalamnya sudah basi. Inovasi keren bernama EcoBio-Plast inilah yang sukses mengantarkan Tim Alfat dari Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) MA Unggulan Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto menyabet gelar Juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Quality Innovation Research (LKTI QIR) 2026 se-Jawa Timur.
Digelar oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), di Ruang Amphi Mesin Lt. 2, Kampus 2 ITN Malang, Sabtu (30/05/2026) lalu. Kompetisi tahun ini menantang kreativitas siswa SMA/SMK/MA sederajat lewat tema besar “S.I.N.T.E.S.I.S”. Dari sekian banyak sub-tema seperti biodiesel hijau hingga nano material, mayoritas peserta justru tertantang untuk mengulik ranah green material, biopangan, dan pengolahan limbah.
Kemasan plastik pintar buatan Tim Alfat memanfaatkan ramuan komposit pati singkong, tepung jelarut (umbi garut), kulit pisang, ampas tebu, hingga ekstrak kulit buah naga. Kombinasi keren ini menghasilkan material yang kokoh, lentur, dan mudah hancur. Menariknya lagi, kandungan antosianin dari ekstrak kulit buah naga di dalamnya bertindak sebagai indikator pH alami yang sangat sensitif. Jika makanan mulai membusuk dan tingkat keasamannya naik, plastik akan merespons dengan mengubah warnanya menjadi orange kekuningan, sementara dalam kondisi basa akan berwarna hijau muda.
“Cukup bagus. Mereka mau membuat kemasan makanan yang biodegradable. Nah, pigmen dari kulit buah naga itu bisa mendeteksi kebusukan makanan yang dikemas. Jadi kalau makanan membusuk, pH-nya turun menjadi asam, lalu plastiknya otomatis berubah warna,” ujar Dr. Elvianto Dwi Daryono, ST., MT., dosen Teknik Kimia yang bertindak sebagai salah satu juri lomba saat ditemui pada Rabu (03/06/2026).
Lomba Karya Tulis Ilmiah Quality Innovation Research (LKTI QIR) 2026 Teknik Kimia ITN Malang. (Foto: Istimewa)
Meski memuji ide segar tersebut, Elvianto memberikan catatan realistis khas seorang peneliti. Menurutnya, karena status peserta masih siswa sekolah, data pembahasannya rata-rata masih sangat dasar dan belum komprehensif.
“Masih banyak kelemahan yang harus diuji kalau mau dibawa ke industri, seperti berapa kuat tekannya atau bagaimana ketebalannya. Analisis datanya belum sampai ke standar itu, tapi ya wajar karena mereka masih SMA. Pesan saya, teruslah berinovasi,” tambah Elvianto.
Ia juga menekankan bahwa di era sekarang, pemakaian ChatGPT memang tidak bisa dihindarkan. Namun, ia mengingatkan agar teknologi tersebut hanya dijadikan sebagai pembantu awal saja, jangan ditelan mentah-mentah. Ide atau draf yang dihasilkan tetap wajib divalidasi dengan data dan penelitian yang valid.
Dominasi MA Unggulan Amanatul Ummah begitu terasa di podium juara utama, di mana posisi pertama hingga ketiga diborong oleh sekolah tersebut lewat Tim Alfat (Juara 1), MBI Nuha (Juara 2), dan Tim Hero (Juara 3). Sementara posisi Juara Harapan 1 diraih oleh MA Al-Ishlah Lamongan, disusul SMK Putra Indonesia Malang di posisi Juara Harapan 2.
Kaprodi Teknik Kimia S-1 ITN Malang, Ir. Rini Kartika Dewi, ST., MT., IPM., menjelaskan, LKTI ini merupakan agenda tahunan himpunan untuk menjembatani inovasi baru dari bangku sekolah.
“Kami ingin mengenalkan sejak dini bahwa teknik kimia itu luas banget fungsinya. Bisa ke sektor energi terbarukan seperti biodiesel. Apalagi kita tahu energi fosil dari batubara semakin menipis, jadi kita harus mencari alternatif dari biomassa. Lalu bisa ke pengolahan limbah, minyak atsiri, hingga teknologi pangan,” papar Rini. Ia pun berharap para peserta yang ikut lomba ini nantinya tertarik mendalami ilmunya secara nyata di bangku kuliah Teknik Kimia ITN Malang agar bisa menjadi generasi inovator masa depan.
Para peserta LKTI QIR 2026 tour lab di Prodi Teknik Kimia ITN Malang. (Foto: Istimewa)
Di sisi lain, jalannya kompetisi dari tahap pendaftaran online sejak Februari lalu bukannya tanpa tantangan. Ketua Pelaksana LKTI QIR 2026, I Gd. Md. Ananda Sradha Prasantha, membeberkan dinamika di balik layar kepanitiaan.
“Kemarin sempat ada kendala karena tiga peserta mendadak mundur di babak Full Paper. Akhirnya panitia putar otak dan membuka jalur Fast Track (langsung presentasi), untungnya langsung dapat tiga tim pengganti dari sekolah berbeda,” cerita Ananda.
Meski sempat khawatir, Ananda bersyukur acara puncak yang ditutup dengan kegiatan tour lab di Prodi Teknik Kimia berjalan sangat mulus berkat kerja keras seluruh panitia. Untuk gelaran tahun depan, ia menyarankan agar format dua tahapan penyisihan (jalur reguler full paper dan jalur fast track) ini dipatenkan saja sejak awal demi mengantisipasi kendala serupa serta menjaring lebih banyak peserta. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)



