Back

HUT Ke-78 RI, ITN Malang Beri Penghargaan Kepada 124 Mahasiswa

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D, dan Wakil Rektor 3 ITN Malang Dr. Hardianto, ST., MT., foto bersama mahasiswa berprestasi. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Peringatan HUT Ke-78 Republik Indonesia di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bertabur penghargaan. Total ada 124 mahasiswa penerima penghargaan, 77 mahasiswa penerima penghargaan dari program  Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek dan Dikti, dan 47 mahasiswa penerima penghargaan dari ajang kompetisi akademik dan olahraga yang diselenggarakan baik oleh perguruan tinggi, pemerintah, maupun swasta. Penghargaan tersebut diberikan saat upacara 17 Agustus di Kampus 2 ITN Malang, Jalan Raya Karanglo Km 2 Kabupaten Malang, Kamis (17/8/2023).

Penghargaan program Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek dan Dikti antara lain dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 10 tim, Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) satu tim, dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tiga tim. Sedangkan penghargaan lainya dari national tender competition, asphalt competition, pondasi balsa bridge competition, work in tech bootcamp connection the dots, lomba poster, kejuaraan karate, kejurnas bulutangkis, kejuaraan balap motor, Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA), kejuaraan dayung, dan kejuaraan taekwondo.

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D, bertindak sebagai pembina upacara membacakan Pidato Sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Berisikan, kemerdekaan Indonesia tidak dihadiahkan oleh bangsa asing, tetapi dipertaruhkan dengan seluruh jiwa dan raga. Perjuangan itu masih diteruskan sampai hari ini dengan Merdeka Belajar.

Baca juga : PPK Ormawa ITN Malang Bawa Inovasi Pascapanen Menuju Desa Sumberejo Mandiri

“Layaknya perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan Republik Indonesia, Merdeka Belajar juga digerakkan oleh seluruh lapisan masyarakat dengan semangat gotong royong. Kolaborasi dalam menghadirkan transformasi telah melahirkan banyak perubahan terbesar dalam perjalanan dunia pendidikan di Indonesia,” ulas rektor.

Untuk jenjang pendidikan tinggi, program-program MBKM juga telah berhasil mengubah hidup lebih dari 760 ribu mahasiswa. Kesempatan belajar di luar kampus, baik di industri, di sekolah, sampai di lingkungan masyarakat, memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi generasi muda Indonesia untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara.

Suasana Upacara 17 Agustus di Kampus 2 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

“Perjuangan kita dalam menggerakkan Merdeka Belajar dalam empat tahun terakhir semakin menunjukkan pentingnya gotong royong untuk mewujudkan kemerdekaan dalam sistem pendidikan Indonesia. Untuk terus maju, kita harus terus melaju. Mari melanjutkan semangat para pendahulu kita untuk senantiasa bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar,” kata rektor.

Sementara terkait prestasi mahasiswa rektor menyampaikan rasa bangga, dan memberi apresiasi kepada mahasiswa berprestasi mulai tingkat wilayah, regional, nasional, hingga internasional. Prestasi tersebut selayaknya bisa memberi motivasi bagi mahasiswa lainnya, dan kedepannya semakin ditingkatkan. Untuk memotivasi dan meningkatkan prestasi mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan, maka institusi memberikan penghargaan bagi mahasiswa, dan dosen berprestasi bidang kegiatan mahasiswa.

“Bentuk apresiasi berupa uang saku, dan penghargaan (sertifikat). Kami berkomitmen mengapresiasi (utamanya) lomba yang diselenggarakan oleh Ditjen Dikti. Mungkin nantinya (yang menang) akan ada reward lain, seperti beasiswa satu semester atau lainnya,” ungkap rektor saat ditemui usai gelaran upacara 17 Agustus. Selain mahasiswa, apresiasi juga diberikan kepada 16 dosen pembimbing dari program PKM, PPK Ormawa, P2MW, bidang lomba, dan UKM yang meraih prestasi.

Baca juga : Hampir Tak Bisa Race di Mandalika, Berikut Cerita Mahasiswa ITN Malang di Shell Eco Marathon

Rektor menambahkan, ITN Malang konsisten memberikan yang terbaik kepada anak bangsa. Senantiasa berkontribusi kepada pembangunan bangsa dengan tetap semangat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dipilihnya kampus 2 ITN Malang untuk upacara bendera tidak lain adalah untuk mengingatkan bahwa ITN Malang mempunyai dua kampus. Dimana kampus 2 mempunyai lahan yang cukup luas. “Ini untuk mengingatkan kembali komitmen mengembangkan ITN Malang, semangat kami semua untuk membangun ITN Malang,” tandasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023